
**Kediaman Bunga Persik ***
Zhong Li alias King tahu bahaya besar akan mengancam Kerajaan Dong Wang jika ulat-ulat santet dari tubuh Chong Ren dibiarkan lolos.
Ulat-ulat santet itu bagaikan senjata biologi mematikan di dunia aslinya sehingga King akan menghancurkannya.
#Senjata biologi adalah senjata yang menggunakan patogen sebagai alat untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Senjata biologi tidak hanya berupa organisme patogen, tetapi juga toksin berbahaya yang dihasilkan oleh organisme tertentu. Source : wikipedia#
King mengeluarkan satu botol kecil dari ikat pinggangnya. Kemudian membuka penutupnya dan menuang bubuk putih yang berada dalam botol kecil itu ke luka di perut dan telapak tangan Chong Ren akibat sabetan pedang milik Pangeran Bei Chen Yi. King juga menuang bubuk putih itu ke semua ulat santet yang sedang merayap di genangan darah Chong Ren.
Dalam sekejap mata terdengar suara ledakan kecil dan asap putih keluar dari tempat King menuangkan bubuk putih itu. Mata Pangeran Bei Chen Yi membulat besar melihat tubuh Chong Ren termasuk ulat-ulat santet hidup yang sedang merayap dan bergerak, semuanya meleleh dalam waktu yang singkat hingga tidak meninggalkan bekas apa pun. Bau daging yang terbakar menyebar dengan cepat di dalam ruangan.
"Bubuk penghancur?" tanya Pangeran Xi Wen Lung dengan raut wajah terkejut.
Bubuk penghancur adalah salah satu jenis racun yang paling berbahaya dan mematikan. Bubuk penghancur bisa membuat tubuh, tulang, bahkan darah seseorang hilang tanpa bekas dan tidak bisa di temukan jejaknya sama sekali.
Pangeran Xi Wen Lung tidak menyangka di Kerajaan Dong Wang ada ahli racun yang hebat. Pangeran Xi Wen Lung yakin tidak semua ahli racun bisa meramu bubuk penghancur.
"Pasti Zhong Li meminta Xena membuatnya," kata hati Putri Jing Mi.
King menatap Pangeran Xi Wen Lung dari atas kepala sampai ujung kaki. King mengenali Pangeran Xi Wen Lung adalah putra mahkota Kerajaan Xi Xia, kerajaan yang mempunyai ulat santet selain Kerajaan Bei Ming.
"Iya! Jika kamu membawa Chong Ren dari Kerajaan Xi Xia ke Kerajaan Dong Wang, nasibnya akan sama seperti Chong Ren Kerajaan Bei Ming!" kata King dengan nada tegas.
"Kerajaan Xi Xia sangat tulus menjalin aliansi perdamaian dengan Kerajaan Dong Wang. Aku berani bersumpah tidak membawa Chong Ren ke sini," kata Pangeran Xi Wen Lung.
Wajah Pangeran Bei Chen Yi semakin merah karena marah dengan King yang membunuh tuntas Chong Ren serta ulat-ulat santetnya serta perkataan Pangeran Xi Wen Lung yang mengisyaratkan Kerajaan Bei Ming tidak tulus menjalin aliansi perdamaian dengan Kerajaan Dong Wang karena dirinya membawa Chong Ren ke sana.
Sementara itu Putri Bei Chen Hsuang tersenyum lebar melihat ke arah jasad Chong Ren yang sudah menguap tanpa bekas di hadapannya.
"Bei Chen Yi sudah mengecewakan ayah karena Chong Ren nya mati!" kata hati Putri Bei Chen Hsuang.
"Kamu akan mati! Berani sekali membunuh Chong Ren yang berharga dan langka!" teriak Pangeran Bei Chen Yi sambil menggertakkan giginya dengan keras.
"Diam!" teriak Putri Jing Mi sambil menekan lebih keras lagi pedang di tangannya ke leher Pangeran Bei Chen Yi.
Pangeran Bei Chen Yi meringis kesakitan dan tidak berani mengucapkan satu kata pun.
Putri Jing Mi berjalan ke arah King sambil menjadikan tubuh Pangeran Bei Chen Yi sebagai tameng. Pedang Putri Jing Mi masih melekat di leher Pangeran Bei Chen Yi sehingga para pengawal khusus tidak berani bertindak gegabah.
"Ayo pergi!" ucap Putri Jing Mi ke King.
King menganggukkan kepalanya dan berjalan berdampingan dengan Putri Jing Mi menuju pintu keluar kediaman Bunga Persik.
Para pengawal khusus Pangeran Bei Chen Yi mengikuti mereka sambil mencari kesempatan untuk menyerang King dan Putri Jing Mi ketika Pangeran Bei Chen Yi dilepaskan.
Beberapa saat kemudian King dan Putri Jing Mi sudah tiba di pintu keluar kediaman Bunga Persik.
"Sekarang!" kata King melalui telepati ke Putri Jing Mi.
Putri Jing Mi mengerti maksud perkataan King dan langsung mendorong keras tubuh Pangeran Bei Chen Yi ke arah para pengawal khusus Kerajaan Bei Ming.
Para pengawal khusus itu membuka tangan mereka lebar-lebar untuk menyambut tubuh Pangeran Bei Chen Yi.
King dan Putri Jing Mi memanfaatkan kesempatan itu untuk meninggalkan kediaman Bunga Persik. Mereka berdua terbang dengan cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Beberapa pengawal khusus Pangeran Bei Chen Yi yang hendak mengejar King dan Putri Jing Mi terkejut dan menghindari bubuk putih yang di tuangkan oleh King di udara sewaktu King terbang tadi.
"Hati-hati! Itu bubuk penghancur!" teriak salah satu pengawal khusus Pangeran Bei Chen Yi.
Mereka mengurungkan niatnya untuk mengejar King dan Putri Jing Mi karena trauma dengan tubuh Chong Ren yang menghilang tanpa jejak di depan mata mereka tadi.
Pangeran Bei Chen Yi yang sedang memegang erat luka goresan pedang di lehernya juga ikut menjauhi bubuk putih yang masih bertebaran di udara.
Beberapa saat kemudian salah satu pengawal khusus Pangeran Bei Chen Yi menyadari bubuk putih itu bukanlah bubuk penghancur melainkan hanya bedak wangi biasa.
"Sialan!" teriak Pangeran Bei Chen Yi dengan keras karena sadar dirinya dipermainkan oleh King.
"Cari pemuda bernama King di kerajaan Dong Wang ini! Aku akan membunuhnya!" kata Pangeran Bei Chen Yi .
"Baik, pangeran Bei Chen Yi!" jawab pengawal kerajaan Bei Ming.
Kaisar Wang hanya memperbolehkan setiap utusan perdamaian Kerajaan membawa dua ratus orang pasukan sehingga lima puluh orang pasukan di beri perintah untuk menemukan King, sedangkan sisanya berada di kediaman Bunga Persik untuk melindungi Pangeran Bei Chen Yi.
Putri Bei Chen Hsuang berjalan mendekati Pangeran Bei Chen Yi.
"Kalau kamu membiarkanku yang mendekati Zhong Li siang tadi, Chong Ren tidak akan terbunuh!" kata Putri Bei Chen Hsuang sambil tertawa terbahak-bahak dan berjalan meninggalkan Pangeran Bei Chen Yi.
Pangeran Bei Chen Yi hanya bisa menatap punggung Putri Bei Chen Hsuang dengan pandangan mata benci. Pangeran Bei Chen Yi yakin Kaisar Bei Ming akan segera mengetahui kabar kematian Chong Ren dari Putri Bei Chen Hsuang. Putri Bei Chen Hsuang pasti akan mengirim surat merpati ke Kaisar Bei Ming.
Pangeran Bei Chen Yi menjadi khawatir Kaisar Bei Ming akan membatalkan rencana untuk mengangkatnya menjadi putra mahkota dan menggantikannya dengan pangeran yang lain.
Pangeran Bei Chen Yi bertekad dalam hatinya tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Bagaimanapun caranya dirinya harus menjadi putra mahkota Kerajaan Bei Ming.
Sementara itu Pangeran Xi Wen Lung dan Liu Te kembali ke kamar mereka di bagian barat kediaman Bunga Persik setelah tidak ada lagi pertunjukkan dari Pangeran Bei Chen Yi yang bisa mereka nonton sekarang.
***
Sesampainya di kamar tidur, Pangeran Xi Wen Lung merenung kejadian yang baru saja terjadi di tempat Pangeran Bei Chen Yi.
Pangeran Xi Wen Lung sangat tertarik untuk berteman dengan sepasang pria dan wanita yang menyusup tadi.
"King dan Queen? Apa identitas asli mereka berdua?" kata hati Pangeran Xi Wen Lung.
Pangeran Xi Wen Lung yakin nama King dan Xena adalah nama samaran dan bukan nama asli karena kedua penyusup itu memakai kain hitam yang menutupi wajah mereka.
***
Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 22.20 WITA.
Di tunggu kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH
FOLLOW AUTHOR DI NOVELTOON/ MANGATOON YA 🙏👍🤗
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE