
***Kamar tidur Ming Lan***
Zhong Li alias King menerima usul A Chen dengan senang hati. King yakin Jendral Zhong Guo yang sudah berpengalaman berperang selama puluhan tahun akan mengusut tuntas mengapa Ming Lan dan Zhong Min bisa menjadi gila.
Kedua pendeta Tao senior yaitu A Tai dan A Shang pasti akan di interogasi oleh Jendral Zhong Guo dan kemungkinan besar niat jahat Ming Lan dan Zhong Min terhadap Zhong Li akan ketahuan.
Di dalam kamar Ming Lan, selain ada King dan ketiga pelayan pribadinya, juga ada Bibi A Mei dan lima orang pelayan Ming Lan.
Pada awalnya King memutuskan untuk menunggu kepulangan Jendral Zhong Guo di kamar Ming Lan, tetapi King menyadari gerak-gerik Bibi A Mei sangat mencurigakan.
Bibi A Mei terlihat tidak tenang dan sesekali melirik ke arah sudut tempat tidur Ming Lan. Bibi A Mei adalah pelayan pribadi Ming Lan dan sudah mengikuti Ming Lan selama puluhan tahun sehingga King yakin Bibi A Mei mengetahui banyak rahasia tentang Ming Lan.
"Xena! Totok nadi ibu dan Zhong Min supaya mereka tidak bisa melukai diri sendiri sampai tiba saatnya ayah pulang nanti!" perintah King.
"Baik, tuan muda Zhong Li!" jawab Xena dengan patuh.
Xena berjalan mendekati Ming Lan dan Zhong Min, menggunakan jurus totok nadi ke tubuh mereka berdua sehingga keduanya mematung seketika dan tidak bisa bergerak sama sekali.
"Tuan muda Zhong Li! Nyonya Ming Lan dan tuan Zhong Min sudah tenang!" kata Xena.
"Semua pelayan tinggalkan kamar ini dan ikut aku ke ruang depan untuk menunggu ayah pulang!" perintah King.
"Baik, tuan muda Zhong Li!" jawab kelima pelayan Ming Lan secara bersamaan. Hanya Bibi A Mei yang terlihat ragu-ragu untuk menjawab perintah King sehingga King semakin yakin Bibi A Mei sedang menyembunyikan sesuatu.
Hercules menuntun King berjalan meninggalkan kamar tidur Ming Lan di ikuti oleh kelima pelayan. Xena yang menutup pintu kamar setelah memastikan semua pelayan meninggalkan kamar. Bibi A Mei berjalan paling belakang dengan langkah kaki yang berat dan Xena menyadarinya.
***Ruang depan kediaman Jendral Zhong Guo***
"Mungkin sebentar lagi ayah akan tiba!" kata King dengan suara yang cukup keras. Bibi A Mei terkejut dengan perkataan King dan semakin gelisah. Wajah Bibi A Mei memucat seperti warna kertas.
Beberapa saat kemudian, Bibi A Mei berlari ke hadapan King sambil memegang perutnya.
"Maaf tuan muda Zhong Li! Hamba sakit perut dan ingin ke toilet," kata Bibi A Mei dengan suara lemah.
"Pergilah!" kata King dengan pandangan mata kosong ciri khasnya.
Bibi A Mei segera meninggalkan ruang depan Kediaman Jendral Zhong Guo dengan cepat.
"Xena! Ikutin Bibi A Mei!" perintah King dengan tegas.
"Baik, tuan muda Zhong Li!" jawab Xena dan meninggalkan ruang depan dengan cepat.
***
Rahasia apa yang disembunyikan oleh Bibi A Mei?
Jawabannya ada di bab besok ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE