REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 66. Sekutu?


*Kamar makan khusus Restoran Dimsum***


Zhong Li alias King bergidik ngeri membayangkan semua gerak gerik dan apapun yang dia lakukan akan terlihat oleh Pangeran Bei Chen Yi jika ulat santet jantan ini berhasil masuk ke dalam tubuhnya tadi.


Jika bukan karena peringatan dari Xena, King pasti sudah meneguk habis teh di dalam cangkir itu dengan sekali tegukan. Latihan keras yang selama ini diam-diam dilakukan oleh King di dalam kamar tidurnya pastilah ketahuan oleh Pangeran Bei Chen Yi. Bahkan mungkin rahasia dirinya memiliki tenaga dalam yang tinggi  juga akan terbongkar.


"Gila! Bagaimana kalau pas aku mandi?" gerutu hati King.


Bulu roma di sekujur tubuh King berdiri dan tidak berani membayangkan tubuhnya yang polos, memang bukan tubuhnya sih 😅 , melainkan tubuh polos Zhong Li akan terlihat oleh Pangeran Bei Chen Yi melalui bola kristal berongga tempat ulat santet betina ratusan mata tinggal.


'Psikopat! Pangeran Bei Chen Yi sama buruknya dengan Putri Bei Chen Hsuang!" teriak King sambil memukul meja di hadapannya dengan keras.


"Bagaimana cara Pangeran Bei Chen Yi meletakkan ulat santet ratusan mata ini ke cangkir tuan muda Zhong Li?" tanya Hercules.


"Kebanyakan ulat santet di pelihara di tubuh makhluk hidup, bisa di tubuh binatang ataupun tubuh manusia. Xena menduga Pangeran Bei Chen Yi mempunyai bawahan ataupun sandera yang digunakannya untuk memelihara ulat santet. Pangeran Bei Chen Yi membawa satu ekor ulat santet jantan ratusan mata dan memasukkannya ke cangkir teh  secara diam-diam sewaktu meletakkan siomay ke mangkuk tuan muda Zhong Li," jawab Xena.


King akui gerakan tangan Pangeran Bei Chen Yi sangat cepat. Tadi King hanya bisa melihat sekilas gerakan jari kelingking Pangeran Bei Chen Yi dan tidak menyadari ada ulat santet  jantan ratusan mata di sana.


"Xena. Kamu tahu di mana tempat menjual ulat santet? Aku mau membelinya," kata King dengan antusias.


King yakin tidak semua ulat santet digunakan untuk mencelakai orang. Pasti ada ulat santet yang bisa digunakan untuk mengobati orang.


"Ulat santet sulit dibeli karena sangat berharga dan langka. Semua dikarenakan ulat santet sulit dipelihara dan proses pemeliharaannya sangat rumit. Selain itu ulat santet hanya bisa dibesarkan di kondisi alam tertentu. Di antara ke empat kerajaan, hanya Kerajaan Bei Ming dan Kerajaan Xi Xia yang cocok dijadikan tempat untuk memelihara ulat santet," jelas Xena panjang lebar.


Sewaktu Xena memeriksa semua makanan dimsum yang berada di atas meja dengan jarum perak dan tidak menemukan racun apa pun, Xena baru teringat tentang ulat santet yang hanya bisa dipelihara di Kerajaan Bei Ming dan Kerajaan Xi Xia .


Pangeran Bei Chen Yi rela menggunakan ulat santet yang berharga untuk mengintai semua gerak gerik dan hal yang dilihat oleh Zhong Li, membuat Xena yakin Pangeran Bei Chen Yi lebih berbahaya daripada Putri Bei Chen Hsuang.


Selama ini gosip tentang kekejaman Putri Bei Chen Hsuang sudah tersebar di mana-mana, sedangkan Pangeran Bei Chen Yi terkenal dengan sifatnya yang ramah dan baik hati. Ternyata semua hanyalah kedok yang dipakai oleh Pangeran Bei Chen Yi untuk menutupi sifat aslinya.


"Kerajaan Xi Xia juga mempunyai ulat santet ? Awas kalau putra mahkotanya juga bawa ulat santet ke Kerajaan Dong Wang!" kata hati King setelah mendengar perkataan Xena.


***


"Xena. Ayo bunuh ulat jantan itu. Aku merasa jijik melihatnya," kata Hercules sambil menangkupkan kedua telapak tangan di depan matanya, tetapi masih terlihat jelas mata Hercules mengintip ke piring yang berisi ulat jantan santet melalui celah di jari tangannya.


Xena tidak mendengarkan permintaan Hercules melainkan melihat ke arah King yang sedang termenung memikirkan sesuatu.


"Tuan muda Zhong Li. Xena bunuh dan buang ulat santet ini?" tanya Xena.


"Jangan di bunuh. Ulat santet jantan ini sangat berharga," kata King sambil tersenyum samar.


King sudah mendapatkan satu rencana yang bagus untuk membalas Pangeran Bei Chen Yi.


"Tuan muda Zhong Li. Apa yang harus Xena lakukan terhadap ulat santet jantan ini?" tanya Xena.


"Gunakan di tubuh orang yang mengumpulkan tinja setiap malam. Aku ingin pangeran cabul itu melihat tinja setiap waktu," kata King dengan santai.


King tahu ulat jantan ribuan mata tidak akan merusak organ ataupun mengendalikan pikiran tubuh inangnya dan hanya bersembunyi di dalam mata untuk memproyeksikan penglihatan orang yang menjadi inang sehingga King ingin mengerjai Pangeran Bei Chen Yi.


Di dunia Zhong Li, ada orang yang bekerja mengumpulkan tinja setiap malam dari satu kediaman ke kediaman yang lalu. Semua tinja itu akan dikumpulkan di dalam tong besar dan di dorong dengan gerobak tangan.


"Tuan muda Zhong Li. Jika Pangeran Bei Chen Yi sadar ulat jantannya ada di tubuh orang lain, Pangeran Bei Chen Yi akan mencongkel mata orang itu untuk mengambil kembali ulat jantan ratusan mata," kata Xena.


King terkejut dengan perkataan Xena dan langsung membatalkan rencananya untuk menggunakan orang yang mengumpulkan tinja setiap malam. King tidak mau orang itu menjadi buta karena rencananya.


King terdiam sebentar untuk memikirkan rencana lain membalas Pangeran Bei Chen Yi.


"Xena. Tangkap satu ekor tikus dan masukkan ulat santet jantan itu ke mulutnya. Aku ingin Pangeran Bei Chen Yi menjelajahi selokan untuk mendapatkan kembali ulat santet  jantan ratusan mata," kata King.


"Baik, tuan muda Zhong Li!" jawab Xena.


Hercules ketawa kecil mendengar perkataan King dan sudah membayangkan wajah Pangeran Bei Chen Yi di selokan mencari tikus yang menelan ulat santet jantan.


Sementara itu Hercules menuntun King berjalan menuruni anak tangga dan naik ke dalam tandu untuk kembali ke kediaman Jendral Zhong Guo.


Beberapa saat kemudian terlihat tandu kediaman Jendral Zhong Guo di angkat oleh empat pelayan meninggalkan restoran dimsum.


***


Salah satu kamar makan khusus di lantai dua restoran dimsum terbuka jendelanya. Seorang pria tua mengamati tandu kediaman Jendral Zhong Guo yang sudah berjalan jauh. Pria tua itu menutup kembali jendela  dan berjalan menghampiri pria muda yang sedang menikmati makanan dimsum di hadapannya.


"Putra mahkota. Tuan Zhong Li sudah pergi," kata pria tua itu.


Pria tua itu adalah perdana menteri Kerajaan Xi Xia, bernama Liu Te, sedangkan pria muda yang di panggil putra mahkota oleh Liu Te adalah putra mahkota Kerajaan Xi Xia, yaitu Pangeran Xi  Wen Lung.


Pangeran Xi Wen Lung dan perdana menteri Liu Te juga mendengar gosip tentang Zhong Li sering mengunjungi restoran dimsum ini sehingga mereka berdua sengaja mengunjungi restoran dimsum itu.


Tujuan Pangeran Xi Wen Lung sama dengan tujuan Pangeran Bei Chen Yi yaitu membuat Zhong Li menjadi sekutu.


Zhong Li yang lemah dan buta bukanlah masalah besar karena orang terdekat Zhong Li lah yang menjadi incaran Pangeran Xi Wen Lung yaitu Jendral Zhong Guo dan Putri Jing Mi.


Jendral Zhong Guo dan Putri Jing Mi terkenal ahli bertarung, memegang banyak pasukan, tetapi mempunyai sifat tegas dan dingin, yang menyebabkan sulit untuk di dekati sehingga Zhong Li adalah bidak catur yang paling tepat saat ini.


Pangeran Xi Wen Lung tidak menyangka Pangeran Bei Chen Yi nekad menggunakan ulat santet ratusan mata untuk memata-matai orang di sekitar Zhong Li.


"Ternyata tuan Zhong Li sangat pintar dan tegas. Dia tidak mudah terpengaruh oleh Pangeran Bei Chen Yi," kata Pangeran Xi Wen Lung sambil menikmati teh dari cangkirnya.


Kamar makan khusus yang di pesan Pangeran Xi Wen Lung  tepat berada di samping sehingga Pangeran Xi Wen Lung dan Liu Te mendengar semua pembicaraan antara Zhong Li dan Pangeran Bei Chen Yi dengan jelas.


"Putra mahkota. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Liu Te ke Pangeran Xi Wen Lung.


"Tidak perlu melakukan apa pun! Jika Putri Jing Mi dan Jendral Zhong Guo mengetahui Pangeran Bei Chen Yi menggunakan ulat santet ratusan tahun ke Zhong Li , mereka pasti tidak akan menjadi sekutu Pangeran Bei Chen Yi," jawab Pangeran Xi Wen Lung dengan yakin.


Perdana menteri Liu Te menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan perkataan Pangeran Xi Wen Lung.


"Liu Te. Ayo kita pulang sekarang," ajak Pangeran Xi Wen Lung.


"Baik, putra mahkota!" jawab Liu Te.


Pangeran Xi Wen Lung dan Liu Te pulang ke kediaman Bunga Persik. Kediaman Bunga Persik adalah tempat yang dipersiapkan oleh Kerajaan Dong Wang sebagai tempat tinggal sementara untuk utusan perdamaian dari kerajaan tetangga.


Utusan perdamaian dari Kerajaan Xi Xia, Kerajaan Bei Ming, dan Kerajaan Nan Yun, semuanya tinggal di Kediaman Bunga Persik. Mereka tinggal di sana dengan pasukan kecil dari kerajaan masing-masing yang berjumlah sekitar dua ratus orang.


Kaisar Wang tidak mengizinkan para utusan perdamaian membawa pasukan lebih dari dua ratus orang untuk mencegah terjadi kekacauan di dalam Kerajaan Dong Wang.


***


Selamat malam readers.


Bab ini author up pukul 22.30 WITA. Semoga bisa cepat muncul di aplikasi.


Sampai jumpa besok di bab berikutnya 🤗🤗🙏


CRAZY UP 3 BAB CRAZY UP 3 BAB


CRAZY UP 3 BAB CRAZY UP 3 BAB


CRAZY UP 3 BAB CRAZY UP 3 BAB


TERIMA KASIH


AUTHOR: LYTIE