REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 24.Istana Kaisar Wang


Dua kereta kuda  beriringan  dari pintu depan  kediaman Jendral Zhong Guo menuju istana Kaisar Wang.


Kereta kuda yang diduduki oleh  Ming Lan dan Zhong Min berada di depan kereta kuda Zhong Li alias King.


Di dalam kereta kuda Zhong Min duduk sambil bersandar dan raut wajah yang masam.


Ming Lan tahu pasti suasana hati Zhong Min menjadi jelek karena Zhong Li.


Zhong Min iri dengan penampilan Zhong Li malam ini.


Walaupun Zhong Li hanya mengenakan pakaian putih polos tetapi Zhong Li terlihat semakin tampan dan menawan.


Mungkin karena King giat berlatih keras setiap malam sehingga tubuh Zhong Li pun terlihat lebih kekar dan tegap sedikit dibandingkan tubuh Zhong Li sebelumnya.


Bahkan dari tubuh Zhong Li terpancar aura jantan yang bisa menarik perhatian para gadis dan mengintimidasi pria yang berada di dekatnya.


Di tambah lagi rambut panjang halus Zhong Li yang diikat rapi oleh Hercules . Dengan  perawatan telaten dari Hercules, rambut panjang halus Zhong Li semakin bercahaya.


Zhong Li yang selamat dari kematian malahan berubah menjadi Zhong Li yang baru dan sempurna .


Zhong Min yakin semua orang yang hadir di jamuan istana pasti tidak akan percaya lagi gosip tentang Zhong Li  kerasukan hantu air .


"Zhong Min! Kamu tenang saja. Walaupun Zhong Li sekarang lebih bersinar dibandingkan Zhong Li yang dulu, dia tetaplah buta.  Kamulah yang paling pantas menjadi menantu Kaisar Wang ," kata Ming Lan.


Perkataan Ming Lan membuat perasaan hati Zhong Min sedikit membaik.


"Iya, Ibu!" jawab Zhong Min.


"Tujuan utamamu adalah mengambil hati Kaisar Wang. Zhong Li yang buta , tidak akan bisa menarik perhatian siapa pun. Ibu yakin Zhong Li akan bersikap seperti dulu, duduk menundukkan kepala dan terdiam sampai acara jamuan selesai."


Ming Lan mencoba memberi semangat kepada putra kesayangannya.


"Benar kata ibu. Zhong Li buta. Aku lebih unggul dan hebat darinya," kata hati Zhong Min.


Ming Lan tersenyum senang melihat raut wajah Zhong Min sudah tidak masam lagi.


***ISTANA KAISAR WANG***


Kedua kereta kuda berjalan dengan perlahan ketika berjarak tinggal lima kilometer dari istana Kaisar Wang.


Di depan maupun di belakang kereta kuda mereka sudah mengantri kereta kuda yang lain.  Semua kereta kuda itu berisi tamu undangan jamuan makan malam di Istana Kaisar Wang.


Satu persatu tamu undangan turun dari kereta kuda masing-masing ketika berhenti di depan gerbang istana.


Sewaktu tiba giliran kereta kuda Zhong Li berhenti di depan gerbang istana, Hercules menuntun King turun dari kereta kuda secara perlahan. Sedangkan Xena mengikuti mereka dari belakang.


Ming Lan dan Zhong Min yang sudah turun duluan sedang mengobrol dengan tamu undangan lainnya di depan gerbang istana.


King terpaksa harus berdiri di sana  menunggu Ming Lan dan Zhong Min selesai bergosip ria .


Kebanyakan dari mereka mengucapkan selamat kepada Zhong Min yang akan menjadi menantu Kaisar Wang dalam waktu dekat.


Mereka memuji-muji pakaian sulaman kupu-kupu Zhong Min dan aroma wangi-wangian beraneka ragam dari tubuh Zhong Min.


King merasa bosan menunggu Ming Lan dan Zhong Min yang entah kapan baru selesai acara gosip ria nya.


Kalau bukan karena Zhong Li buta, King sudah masuk duluan ke dalam istana Kaisar Wang.


+++++++++++++++++++++


"Hercules! Xena! Kalian pernah ke istana Kaisar Wang?" tanya King.


Gerbang istana Wang sangatlah besar dan luas sehingga King sudah bisa membayangkan istana Kaisar Wang pastilah sangat megah .


"Tuan muda Zhong Li ! Ini pertama kalinya aku ke istana Kaisar Wang. Selama ini aku bertugas di dapur Putri Jing Mi. Tidak disangka aku bisa berada di dalam istana sekarang ," jawab Hercules dengan antusias.


"Tuan muda Zhong Li ! Xena pernah ke istana," jawab Xena dengan singkat.


"Sebelum menjadi pelayan tuan muda Zhong Li , Xena adalah tangan kanan putri Jing Mi," kata Hercules dengan kepo.


"Tidak disangka putri Jing Mi rela  memberikan tangan kanannya menjadi pelayan Zhong Li," kata hati King.


++++++++++++++++++++


"Itu kereta Putri Jing Mi!" teriak beberapa pria yang sedang bergosip ria dengan Zhong Min dan Ming Lan.


"Putri Jing Mi!"


"Putri Jing Mi!"


Mereka meneriakkan nama Putri Jing Mi berulang-ulang dengan suara keras dan antusias. Seperti ulah fans yang bertemu dengan idolanya di dunia King sebelum dirinya terperangkap di tubuh Zhong Li.


King menutup kedua telinganya secara spontan karena tidak tahan dengan suara teriakan mereka.


King tidak mau dirinya menyandang status baru lagi yaitu si tuli.


Menjadi Zhong Li yang buta sudah cukup merepotkan bagi King.


Hercules yang cekatan menuntun King menjauhi  para fans Putri Jing Mi.


King membuka kedua telinganya setelah merasa aman.


"Tuan muda Zhong Li! Putri Jing Mi sudah  datang!"kata Hercules sambil mengarahkan tubuh King menghadap ke arah kereta kuda Putri Jing Mi.


King dengan pandangan mata kosongnya melihat Putri Jing Mi yang berpakaian serba hitam turun dari kereta kuda.


Pakaian hitam dipadu dengan topeng yang menutupi sebagian wajah Putri Jing Mi membuatnya terlihat semakin misterius, dingin dan berwibawa.


"Sial! Aku juga mau pakaian berwarna hitam," gerutu hati Zhong Li.


Warna hitam adalah warna favorit King. Setiap kali King selalu memakai kaus hitam, jaket hitam ataupun jas hitam.


Pada awalnya King ingin memakai pakaian warna hitam ke jamuan istana ini. Tetapi pakaian Zhong Li sama sekali tidak ada yang berwarna hitam sehingga King terpaksa memilih warna yang netral yaitu warna putih.


Putri Jing Mi melangkah dengan penuh wibawa menuju gerbang  istana tanpa memedulikan tatapan-tatapan mata dari para penggemarnya termasuk Zhong Min.


Putri Jing Mi berhenti sebentar di hadapan King. King dengan akting profesionalnya berpura-pura menghadap ke samping, ke arah Hercules.


Entah mengapa setiap kali berdekatan dengan Putri Jing Mi , King mempunyai firasat sewaktu-waktu  Putri Jing Mi bisa menyadari penyamarannya yang bepura-pura buta.


Sehingga sebisa mungkin King menjaga jarak dengan Putri Jing Mi.


"Cepat masuk! Kaisar Wang tidak suka menunggu lama!" kata Putri Jing Mi dengan tegas dan melanjutkan langkah kakinya ke dalam istana Kaisar Wang.


Para tamu undangan yang menumpuk di gerbang istana , buru-buru berbaris rapi berjalan masuk ke dalam istana Kaisar Wang.


Ming Lan segera menghampiri King.


"Zhong Li! Ayo kita masuk ke dalam!" kata Ming Lan sambil tersenyum lebar dan menepuk punggung tangan King dengan lembut.


Di depan umum Ming Lan selalu memperlihatkan perhatian dan kasih sayang kepada Zhong Li .


King yang mendengar perkataan Ming Lan merasakan semua bulu kuduk tubuhnya berdiri. King tidak tahan berhadapan dengan orang yang bermuka dua.


Hampir saja King berteriak " Go away" jika tidak ingat dirinya adalah Zhong Li sekarang.


"Baik ibu," jawab King dengan patuh .


"Ayo masuk!" kata King sambil menepuk lengan Hercules yang sedang menuntun tangannya.


Dengan cekatan Hercules menuntun King ke dalam istana dan Xena mengikuti mereka dari belakang.


King  berjalan tegak masuk ke dalam istana meninggalkan Ming Lan dan Zhong Min di belakang.


"Sial!" kata hati Ming Lan dan Zhong Min bersamaan.


Ibu dan anak itu segera menyusul di belakang King.


Ini pertama kalinya Zhong Li berani berjalan meninggalkan mereka . Apa lagi di depan tamu undangan lainnya. Padahal selama ini Zhong Li selalu berjalan pelan di belakang sambil menunduk.


Beberapa tamu undangan lainnya menatap punggung King yang menghilang dari pandangan mereka dengan perasaan aneh.


Biasanya Zhong Li selalu menunduk dan malu-malu ketika berada di tempat keramaian , yang menunjukkan Zhong Li  merasa minder karena buta.


Tetapi sekarang Zhong Li berdiri  dengan tegak dan terlihat penuh percaya diri serta berjalan meninggalkan Ming Lan dan Zhong Min di belakang.


Apakah mungkin Zhong Li yang sekarang adalah wujud dari hantu air yang merasukinya? Hanya itu kemungkinan terbesar yang bisa terpikirkan oleh mereka.


King  tidak peduli dengan keraguan, pertanyaan, penghinaan, atau pandangan acuh tak acuh dari semua orang, karena dia tahu bahwa dirinya pasti akan menjadi pusat perhatian ketika memasuki istana kali ini.


TERIMA KASIH DUKUNGANNYA


AUTHOR: LYTIE