REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 53. Ilmu meringankan tubuh


***Puncak Pegunungan Kunlun***


Puncak Pegunungan Kunlun selalu tertutup dengan salju abadi sehingga tidak bisa diprediksi apakah saat ini hari masih pagi ataupun sudah malam.


Hawa dingin di puncak Pegunungan Kunlun membuat Zhong Li alias King terbangun dari tidurnya. Saat ini King baru menyadari Putri Jing Mi masih bersandar di dadanya dan belum tersadar.


King melihat keadaan di sekelilingnya yang masih sama seperti sebelumnya. Hamparan salju yang tebal tanpa terlihat satu makhluk hidup lain di sana. Bahkan Xena masih belum kembali. Hanya ada dirinya dan Putri Jing Mi saja.


"Dingin?" gumam King.


King teringat akan pil biru kecil yang diberikan oleh Xena. Pil yang dimakan oleh mereka bertiga untuk membuat tubuh tahan terhadap hawa dingin selama tujuh jam.


"Kita sudah berada di puncak Pegunungan Kunlun selama tujuh jam," kata hati King.


Efek pil biru kecil sudah melewati waktunya sehingga tubuh King bisa merasakan hawa dingin di atas puncak Pegunungan Kunlun.


"Khasiat rumput abadi sangat hebat! Tubuhku tidak lagi mengalami gejala hipotermia, seperti saat aku tiba di puncak Pegunungan Kunlun tujuh jam yang lalu," kata hati King.


King menyentuh punggung tangan Putri Jing Mi dan terasa dingin.


"Sial! Kenapa Xena lama sekali?" King menggerutu dengan kesal karena khawatir keadaan Putri Jing Mi.


King menggosok-gosokkan punggung tangan dan telapak tangan Putri Jing Mi dengan tangannya supaya tetap hangat.


***


"Tuan muda Zhong Li! Putri Jing Mi!"


Terdengar suara Xena dari kejauhan dan langkah kaki yang cepat menuju ke arah King.


"Xena! Akhirnya kamu kembali!" kata King dengan pandangan mata kosong ke arah lain tetapi tangannya masih sibuk menggosok-gosokkan tangan Putri Jing Mi.


"Tuan muda Zhong Li! Apa yang kamu lakukan?" tanya Xena dengan nada heran.


"Putri Jing Mi kedinginan," jawab King.


Xena segera mengeluarkan tiga butir pil biru kecil setelah menyadari apa yang sedang terjadi.


Xena memberikan dua buah pil biru kecil ke tangan King. King memasukkan satu butir pil biru ke dalam mulut Putri Jing Mi terlebih dahulu sebelum menelan pil biru yang lainnya.


Xena yang menunduk di hadapan King tidak menyadari King memasukkan pil biru ke mulut Putri Jing Mi dengan lancar tanpa berakting buta. Saat ini King lebih mengkhawatirkan Putri Jing Mi yang kedinginan daripada kebohongannya terbongkar.


"Maaf tuan muda Zhong Li. Aku terjebak lama di tempat bunga teratai salju," kata Xena.


"Kamu berhasil mendapatkannya?" King berpura-pura bertanya kepada Xena padahal dirinya sudah melihat sekuntum bunga  berkelopak empat dan berwarna putih berada di dalam genggaman Xena.


"Berhasil, tuan muda Zhong Li!" jawab Xena dengan antusias.


"Simpan dulu bunganya di dalam kantong goniku," kata King.


"Baik tuan muda Zhong Li," Kata Xena.


Mata Xena membulat besar melihat kantong goni yang merupakan kantong doraemon King tercecer berantakan di atas hamparan salju.


Xena segera merapikan semua barang yang tercecer dengan cekatan dan menyimpan bunga teratai salju di dalam kantong kecil sebelum menyimpannya ke dalam kantong goni.


***


"Xena! Periksa keadaan Putri Jing Mi sekarang!" perintah King.


"Ada apa dengan Putri Jing Mi?" tanya Xena.


Xena mengira Putri Jing Mi tidur dengan pulas sehingga tidak berani mengganggunya.


"Putri Jing Mi terluka," jawab King dengan singkat.


Xena segera menghampiri Putri Jing Mi untuk memeriksa keadaannya, sedangkan King berdiri sambil meregangkan otot-ototnya yang pegal karena tidur dalam posisi duduk.


Xena membuka mulut Putri Jing Mi secara perlahan untuk memeriksa pil biru kecil yang sudah dimasukkan oleh King tadi. Pil racikannya akan langsung melebur di dalam mulut  sewaktu di makan sehingga Xena yakin pil biru itu sudah berada di dalam tubuh Putri Jing Mi. Beberapa saat kemudian Xena memegang tangan Putri Jing Mi dan tidak terasa dingin lagi.


"Putri Jing Mi! Putri Jing Mi!" Xena mencoba memanggil Putri Jing Mi untuk bangun. Secara perlahan Putri Jing Mi membuka kedua matanya.


King  melirik sekilas ke arah Putri Jing Mi dan menarik napas lega karena Putri Jing Mi sudah tersadar.


Tiba-tiba Putri Jing Mi batuk keras dan memuntahkan segumpalan darah segar ke atas hamparan salju .


Xena segera memegang pergelangan tangan Putri Jing Mi untuk memeriksa denyut nadi. Beberapa saat kemudian Xena memapah Putri Jing Mi berdiri dan mereka berdua berjalan ke arah King.


"Tuan muda Zhong Li. Denyut nadi Putri Jing Mi kuat dan luka dalamnya sudah sembuh."


Xena melaporkan hasil pemeriksaan keadaan Putri Jing Mi ke King, sedangkan Putri Jing Mi juga mencoba memeriksa keadaan fisiknya sendiri dan merasa heran luka dalam akibat hantaman ekor ular piton putih ke punggungnya sudah sembuh.


Putri Jing Mi mengingat Zhong Li menyuapinya sesuatu ketika dirinya hilang kesadaran tadi bahkan sekarang Putri Jing Mi bisa mencium bau darah di dalam mulut sehingga membuatnya penasaran.


Putri Jing Mi melihat ke arah Zhong Li yang sedang berakting buta di hadapan Xena.


"Apa yang kamu berikan padaku tadi?" tanya Putri Jing Mi.


"Empedu ular piton hitam," jawab King.


Senyum tipis mengembang di sudut bibir Putri Jing Mi setelah mendengar perkataan King. Putri Jing Mi menduga ular piton hitam raksasa itu pasti telah hidup dalam waktu yang lama dan pastinya makan banyak rumput langka di sana . Tidak mengherankan setelah makan empedu ular piton hitam,  dirinya pulih dari  luka dalam dan juga bisa merasakan kekuatan internalnya meningkat.


Sewaktu Putri Jing Mi mengambil rumput abadi, dirinya merasa heran melihat Zhong Li merobek perut ular piton hitam untuk mengambil empedu. Putri Jing Mi tidak menyangka King bisa mengetahui khasiat empedu dan menolong nyawanya tadi.


"Terima kasih," kata Putri Jing Mi.


"Aku yang harus mengucapkan terima kasih karena Putri Jing Mi tidak meninggalkanku di gua tadi," kata King dengan jujur.


"Putri Jing Mi. Aku sudah mendapatkan bunga teratai salju," kata Xena dengan antusias.


"Baiklah. Aku akan menggunakannya di Kuil Tao nanti. Sekarang saatnya kita untuk meninggalkan puncak Pegunungan Kunlun," kata Putri Jing Mi.


King dan Xena menganggukkan kepala bersamaan pertanda setuju dengan perkataan Putri Jing Mi.


"Xena. Kita bisa memakai ilmu meringankan tubuh untuk turun dari puncak Pegunungan Kunlun,"kata Putri Jing Mi.


"Baik, Putri Jing Mi!" kata Xena.


"Aku tidak bisa ilmu meringankan tubuh," kata King.


"Di dalam tubuhmu ada tenaga dalam yang kuat karena rumput abadi. Aku akan mengajarimu teori ilmu meringankan tubuh dan gerakan langkah kaki. Kita bisa berlatih sambil mempraktekkannya," kata Putri Jing Mi.


"Oke!" jawab King dengan antusias.


"Oke?" tanya Putri Jing Mi.


"Putri Jing Mi. Oke artinya baik."


Xena mewakili King menjawab pertanyaan Putri Jing Mi.


Selama menjadi pelayan King, Xena dan Hercules sering mendengarkan kata-kata  aneh dari mulut King. Kata-kata yang tidak dimengerti oleh mereka berdua dan tentu saja Hercules yang kepo menanyakan arti kata-kata itu ke King sehingga Xena mengetahui artinya sekarang.


Putri Jing Mi memeluk pinggang King dan menuruni Pegunungan Kunlun dengan ilmu meringankan tubuh. King mendengarkan dengan saksama teori ilmu meringankan tubuh dan gerakan langkah kaki yang diajarkan oleh Putri Jing Mi.


Saat teori dan gerakan langkah kaki yang dipraktekkan King tidak bekerjasama dengan baik, Putri Jing Mi mengajarinya dengan sabar dan memberi nasehat kepada King.


"Ilmu meringankan tubuh bukanlah terbang, melainkan memanfaatkan kekuatan dengan tepat. Aku yakin setelah kamu berhasil menguasainya, mudah bagimu untuk menyeberangi sungai dengan sehelai daun," kata Putri Jing Mi.


***


Selamat siang readers.


Author mau mengucapkan terima kasih kepada readers yang sudah memberikan vote, hadiah, like maupun komentar positif.


Di tunggu kelanjutan ceritanya ya


TERIMA KASIH


AUTHOR : LYTIE