REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 60. Selendang


***Aula istana Kerajaan Dong Wang***


Semua pandangan mata orang yang berada di dalam aula istana tertuju kepada Jendral Zhong Guo dan para utusan perdamaian dari Kerajaan Xi Xia, Kerajaan Bei Ming, dan Kerajaan Nan Yun kecuali Zhong Li alias King yang memandang ke arah lain karena harus berakting buta.


Sebagian besar dari mereka penasaran dengan semua hal dari ketiga kerajaan tetangga. Selama ini mereka mengetahui keadaan Kerajaan Xi Xia, Kerajaan Bei Ming, dan Kerajaan Nan Yun melalui gosip yang beredar, yang belum bisa dipastikan semua gosip itu benar atau hanya omong kosong belaka.


Yang bisa dipastikan hanyalah ketiga kerajaan tetangga yaitu Kerajaan Xi Xia, Kerajaan Bei Ming, dan Kerajaan Nan Yun memiliki kesamaan dan ketiganya sangatlah berbeda jauh dari Kerajaan Dong Wang. Ketiga kerajaan itu dikuasai oleh pria, bukan wanita seperti di Kerajaan Dong Wang.


Dengan adanya gencatan senjata dan aliansi perdamaian antar ke empat kerajaan, bisa dipastikan akan terjadi aliansi pernikahan untuk membuat hubungan antar kerajaan semakin dekat .


***


"Zhong Guo memberi hormat kepada Kaisar Wang!" ucapJendral Zhong Guo sambil berlutut dengan satu kaki di hadapan Kaisar Wang.


Suara Jendral Zhong Guo yang tegas dan kuat menggema di dalam aula istana.


"Terima kasih atas jasa Jendral Zhong Guo melindungi Kerajaan Dong Wang selama ini," kata Kaisar Wang sambil tersenyum tulus.


"Ini adalah kewajiban Zhong Guo!" kata Jendral Zhong Guo.


"Sekarang Jendral Zhong Guo bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Tidak lama lagi kedua putriku akan menikah dengan kedua putra Jendral Zhong Guo," kata Kaisar Wang.


"Terima kasih atas kemurahan hati Kaisar Wang! Merupakan berkah bagi Zhong Li dan Zhong Min untuk menjadi pasangan Putri Jing Mi dan Putri Xing Xing!" jawab Jendral Zhong Guo.


Kaisar Wang merasa puas dan lega  dengan perkataan yang dikatakan oleh Jendral Zhong Guo. Pada awalnya Kaisar Wang khawatir Jendral Zhong Guo tersinggung perjodohan Zhong Li dan Putri Xing Xing dibatalkan. Untung saja ada Putri Jing Mi yang mau dijodohkan dengan Zhong Li sehingga Jendral Zhong Guo tidak kehilangan muka.


"Jamuan makan malam akan dimulai. Jendral Zhong Guo bisa duduk dengan Nyonya Ming Lan," ucap Bibi Wang.


Jendral Zhong Guo segera berjalan menuju tempat duduk yang disediakan untuknya dan duduk di samping Ming Lan. Jendral Zhong Guo langsung melihat ke arah Zhong Li yang berada di seberang.


Saat ini Jendral Zhong Guo bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda dari Zhong Li. Selama ini Zhong Li selalu menunduk dan minder jika berada di jamuan makan malam ataupun tempat keramaian. Akan tetapi, Zhong Li yang sekarang duduk dengan tenang dan tegak walaupun pandangan mata kosongnya sedang melihat ke arah lain.


"Putraku sudah dewasa," kata hati Jendral Zhong Guo sambil menatap intens King dengan mata berkaca-kaca.


***


Para utusan perdamaian dari Kerajaan Xi Xia, Kerajaan Bei Ming, dan Kerajaan Nan Yun  bergantian memberi hormat kepada Kaisar Wang sambil memperkenalkan diri mereka masing-masing.


Dua orang utusan perdamaian Kerajaan Xi Xia adalah putra mahkota Kerajaan Xi Xia beserta perdana menteri Kerajaan Xi Xia. Kerajaan Nan Yun juga mengutus putra mahkota Kerajaan Nan Yun dan perdana menteri Kerajaan Nan Yun.


Sementara itu utusan perdamaian dari Kerajaan Bei Ming adalah sepasang putra dan putri Kaisar Bei Ming.


Dari semua utusan kerajaan tetangga yang datang, utusan Kerajaan Bei Ming lah yang paling menarik perhatian terutama putri Kaisar Bei Ming yang bernama Putri Bei Chen Hsuang.


Putri Bei Chen Hsuang adalah putri sulung dari Kaisar Bei Ming. Umurnya tiga puluh tahun. Akan tetapi, lekuk tubuhnya seperti gitar spanyol serta wajahnya terlihat sangat putih dan awet muda.


Putri Bei Chen Hsuang memakai pakaian dari kain yang transparan sehingga semakin memperlihatkan lekuk tubuh ala gitar spanyolnya. Senyuman manis selalu melekat di sudut bibir Putri Bei Chen Hsuang sepanjang waktu.


Sebagian pengawal istana Kerajaan Dong Wang menatap intens wanita cantik dan seksi di hadapan mereka kecuali Zhong Li alias King yang buta, tentu saja tidak menatap intens Putri Bei Chen Hsuang.


Di dunia aslinya, King paling benci wanita yang suka mengekspos bagian tubuh serta memanfaatkan kecantikannya untuk menggoda para pria demi mendapatkan hal yang wanita itu inginkan.


Apa lagi King mempunyai firasat Putri Bei Chen Hsuang sangat berbahaya dan mempunyai niat tersembunyi terhadap Kerajaan Dong Wang.


Sementara itu putra Kaisar Bei Ming bernama Pangeran Bei Chen Yi, berusia dua puluh tahun, mempunyai raut wajah yang biasa-biasa saja dan berpenampilan sopan santun.


Kaisar Wang mempersilakan para utusan perdamaian dari Kerajaan Xi Xia, Kerajaan Bei Ming, dan Kerajaan Nan Yun untuk bergabung menikmati jamuan makan malam di tempat duduk yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


Acara jamuan malam istana di mulai. Berbagai hidangan mewah dan arak bagus di hidangkan di atas meja. Para penari menari di atas karpet merah yang berada di tengah aula istana.


King makan ala putri keraton seperti biasanya, sedangkan Putri Jing Mi yang berada di samping King hanya makan sedikit saja dan terlihat tidak berselera terhadap hidangan mewah di hadapannya.


"Apakah Putri Jing Mi sudah bosan makan hidangan mewah setiap hari?" kata hati King.


King  pun melanjutkan makan ala putri keraton dengan pelan. Kepulangan Jendral Zhong Guo dan kedatangan utusan perdamaian dari ketiga kerajaan tetangga membuat King bersikap lebih hati-hati dan berakting profesional sebagai si buta.


Putri Bei Chen Hsuang menikmati hidangan mewah dengan anggun. Bibir merahnya mengunyah makanan dengan gerakan bibir yang menggoda, sedangkan mata genitnya mengamati satu persatu pria muda yang duduk di seberang termasuk Zhong Min dan Zhong Li.


Senyum lebar mengembang di sudut bibir Putri Bei Chen Hsuang dengan mata berbinar-binar menatap Zhong Min dan Zhong Li secara bergantian.


"Gila! Wanita tua itu centil banget!" gerutu hati King.


King yang sedang berakting buta, dengan mudah mengacuhkan Putri Bei Chen Hsuang.


Putri Bei Chen Hsuang berdiri dari tempat duduknya dan memberi hormat kepada Kaisar Wang.


"Yang Mulia Kaisar Wang! Chen Hsuang ingin mempersembahkan tarian selendang untuk kerajaan Dong Wang!" kata Putri Bei Chen Hsuang sambil tersenyum manis.


"Baiklah, Putri Bei Chen Hsuang!" jawab Kaisar Wang.


Para penari yang sedang menari di tengah aula istana menghentikan tarian mereka dan mempersilahkan Putri Bei Chen Hsuang menari di sana.


Putri Bei Chen Hsuang menari dengan selendang di tangan kanannya. Gerakan tubuhnya sangat lentur dan menawan di sertai senyuman manis di bibirnya  membuat tarian itu semakin memukau.


Kemudian Putri Bei Chen Hsuang menari mengelilingi aula istana dan berakhir dengan menghampiri satu persatu meja tamu jamuan istana sambil melambaikan selendangnya.


Pemuda yang masih lajang, dengan senang hati menyentuh selendang yang dilambaikan oleh Putri Bei Chen Hsuang, sedangkan pria yang sudah beristri, tentu saja tidak berani menyentuh selendang Putri Bei Chen Hsuang karena mendapatkan tatapan sinar mata laser dari sang istri yang duduk semeja.


Ketika Putri Bei Chen Hsuang melambaikan selendangnya ke arah Zhong Min, Putri Xing Xing menepis selendang itu dengan kasar dan menatap Putri Bei Chen Hsuang dengan tatapan marah.


Putri Bei Chen Hsuang tidak tersinggung dengan perlakuan Putri Xing Xing seolah-olah dirinya sudah memprediksi sejak awal apa  reaksi Putri Xing Xing.


Putri Bei Chen Hsuang menghampiri meja Putri Jing Mi dan King. Mata Putri Bei Chen Hsuang berbinar-binar melihat topeng besi yang melekat di wajah Putri Jing Mi.


Putri Bei Chen Hsuang tersenyum sinis ke arah Putri Jing Mi sebelum melambaikan selendangnya ke arah King yang masih sibuk makan ala putri keraton.


Putri Jing Mi duduk tenang sambil menikmati arak dengan cawan arak, sedangkan King sedang berpikir keras bagaimana cara menghindari selendang Putri Bei Chen Hsuang.


Tiba-tiba selendang di tangan Putri Bei Chen Hsuang robek menjadi serpihan kecil. Xena menggunakan pedang barunya merusak selendang Putri Bei Chen Hsuang.


Putri Bei Chen Hsuang terkejut dan mundur dua langkah dari meja King dan Putri Jing Mi. Putri Bei Chen Hsuang tidak menyangka pelayan Zhong Li yang akan mencegahnya mendekati Zhong Li.


"Maaf Putri Bei Chen Hsuang! Tuan muda Zhong Li alergi dengan serbuk bunga di selendang itu!" kata Xena dengan tegas.


Bertepatan dengan perkataan Xena, King bersin berkali-kali di hadapan semua orang. Bahkan hidungnya terlihat memerah pertanda reaksi alergi.


Hercules mengumpulkan serpihan selendang dengan sigap dan meletakkannya ke tangan Putri Bei Chen Hsuang.


"Menjauhlah Putri Bei Chen Hsuang! Kamu membuat tuan muda Zhong Li menderita!" kata Hercules dengan suara keras.


Jendral Zhong Guo yang mendengar perkataan itu pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan ingin menghampiri Zhong Li tetapi lengannya di pegang oleh Ming Lan.


"Mungkin hanya salah paham," kata Ming Lan dengan suara kecil.


Jendral Zhong Guo terpaksa duduk kembali di tempat duduknya tetapi matanya memantau ke arah meja Zhong Li.


***


Selamat malam readers.


Hari ini author crazy up 3 bab ya.


Di tunggu kelanjutan ceritanya besok ya.


CRAZY UP TODAY CRAZY UP TODAY


CRAZY UP TODAY CRAZY UP TODAY


CRAZY UP TODSY CRAZY UP TODAY


TERIMA KASIH


AUTHOR : LYTIE


TERIMA KASIH


AUTHOR : LYTIE