
***KAMAR TIDUR MING LAN***
Bibi A Mei membuka pintu kamar tidur Ming Lan secara perlahan dan mengendap-endap masuk ke sana.
Terlihat Ming Lan dan Zhong Min masih duduk terikat di kursi dengan tubuh mematung karena efek dari totok nadi yang dilakukan oleh Xena. Hanya kedua bola mata Ming Lan dan Zhong Min saja yang bergerak tidak tenang, seperti perilaku orang gila.
"Nyonya Ming Lan! Tuan muda Zhong Min!"
Bibi A Mei mencoba memanggil nama mereka berdua dengan harapan keduanya bisa mendengarkan suaranya. Tetapi harapan Bibi A Mei sia-sia karena Ming Lan dan Zhong Min sama sekali tidak mengenalinya.
"Kenapa bisa begini? Seharusnya tuan muda Zhong Li yang menjadi gila!" kata hati Bibi A Mei.
Bibi A Mei sudah menjadi pelayan pribadi Ming Lan selama puluhan tahun sehingga semua rahasia Ming Lan diketahui olehnya termasuk hubungan Ming Lan dengan Kerajaan Bei Ming.
Bibi A Mei tahu rencana Ming Lan memberi racun kepada Zhong Li secara perlahan melalui pakaian baru . Kemudian dupa wangi yang dinyalakan oleh kedua pendeta Tao itu juga mengandung racun yang sama sehingga bisa dipastikan Zhong Li akan menggila seketika setelah menghirup dupa wangi itu.
Bibi A Mei sama sekali tidak mengerti mengapa Ming Lan dan Zhong Min yang menjadi gila benaran padahal mereka berdua tidak menghirup asap dupa wangi yang dinyalakan oleh kedua pendeta Tao.
Xena adalah salah satu ahli racun terhebat di Kerajaan Dong Wang. Xena bisa meracik sama persis racun yang dibuat oleh Kerajaan Bei Ming sehingga Ming Lan dan Zhong Min menjadi gila benaran karena King menggunakan kedua pil kecil racun itu langsung menembus ke dalam tubuh Ming Lan dan Zhong Min melalui permukaan kulit tangan mereka.
Bibi A Mei tahu racun dari Kerajaan Bei Ming sangatlah hebat dan tidak mudah ditemukan penyebab sebenarnya. Bahkan Bibi Li sebagai tabib keluarga Jendral Zhong Guo yang memeriksa Ming Lan dan Zhong Min memastikan bahwa keduanya sudah gila.
Bibi A Mei yakin sewaktu Jendral Zhong Guo pulang ke kediaman, pasti akan memerintahkan pengawalnya untuk memeriksa kamar tidur Ming Lan secara teliti dan hal itu tidak boleh dibiarkan terjadi.
Ming Lan mempunyai satu laci rahasia yang digunakannya untuk menyimpan barang-barang berharganya dan juga semua racun yang didapatnya dari Kerajaan Bei Ming sehingga Bibi A Mei ingin membantu Ming Lan memindahkan semuanya ke tempat aman sebelum Jendral Zhong Guo datang.
Bibi A Mei berjalan cepat mendekati tempat tidur Ming Lan dan membungkukkan tubuhnya. Kemudian Bibi A Mei meraba-raba salah satu kaki tempat tidur dan menekan tombol di sana. Sebuah laci rahasia muncul dari dalam kaki tempat tidur dan terlihat beberapa botol obat beserta barang berharga milik Ming Lan.
Sewaktu tangan Bibi A Mei menyentuh salah satu botol obat, pintu kamar tidur Ming Lan terbuka lebar. Bibi A Mei merasakan hembusan angin yang keras di belakang tubuhnya dan sesuatu yang dingin menempel di lehernya.
"Ah!" teriak Bibi A Mei sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.
Pedang Xena yang tajam menempel di leher Bibi A Mei sehingga dia tidak berani bergerak.
"Ampun! Ampun!" teriak Bibi A Mei.
"Apa yang kamu lakukan?"tanya Xena sambil mengangkat pedangnya dari leher Bibi A Mei.
"Aku..aku....."
Bibi A Mei merasakan lidahnya kelu dan tidak bisa mengatakan apa pun di hadapan Xena. Keringat dingin sudah bercucuran di kening Bibi A Mei.
Xena melirik sekilas ke bagian bawah tempat tidur dan melihat jelas laci rahasia yang berisi beberapa botol obat serta barang berharga milik Ming Lan.
"Berdiri di sana !" kata Xena sambil menunjuk ke arah Ming Lan dan Zhong Min.
Bibi A Mei segera berlari kecil ke arah Ming Lan dan berdiri di samping Ming Lan sambil menunduk.
"Jangan tinggalkan kamar ini kalau tidak mau nyawamu melayang!" kata Xena dengan wajah tanpa ekspresi.
Bibi A Mei menganggukkan kepalanya dengan keras.
Xena membungkukkan tubuhnya dan membuka satu persatu botol-botol obat yang ada di dalam laci rahasia dan mencoba menghirupnya sekilas untuk mengetahui apa isi di dalam botol-botol kecil .
Botol-botol kecil itu mempunyai warna yang berbeda-beda. Xena mencoba mengangkat satu botol kecil itu dengan tangannya dan melihat ke bagian dasar botol kecil . Ada tulisan kecil terukir di bagian dasar botol itu.
Xena tahu tulisan itu untuk menerangkan bagaimana cara menggunakan obat di dalam botol kecil .
"Racun dari Kerajaan Bei Ming!" kata hati Xena.
Xena bisa memastikan semua botol obat itu adalah racun dari Kerajaan Bei Ming. Pada awalnya Xena sudah mencurigai racun di pakaian baru King berasal dari Kerajaan Bei Ming , tetapi karena belum ada bukti yang jelas, Xena tidak memberitahukan hal itu ke King.
"Nyonya Ming Lan ada hubungan dengan Kerajaan Bei Ming?"kata hati Xena.
Xena menyadari kebenaran yang terungkap saat ini sangatlah penting sehingga memutuskan menunggu kedatangan Jendral Zhong Guo di dalam kamar tidur Ming Lan. Xena tidak ingin ada komplotan Ming Lan yang datang ke dalam kamar dan menghilangkan semua bukti penting itu.
Selamat malam readers. Hari ini author up 2 bab ya. Di tunggu satu bab lagi nanti malam.
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE