REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 28. Mabuk???


***ISTANA KAISAR WANG***


Kabar baik dari  Kaisar Wang membuat para tamu undangan tersenyum lebar .


"Selamat ,Yang Mulia!"


Para tamu undangan saling berlomba mengucapkan selamat ke Kaisar Wang.


Putri Jing Mi pun ikut senang karena tidak ada lagi perang yang akan  membuat rakyat  'Dong Wang' sengsara .


Walaupun masih ada sedikit keraguan di dalam hati Putri Jing Mi tentang itikad perdamaian yang di ajukan oleh ketiga kerajaan lainnya.


Putri Jing Mi sangat yakin kekuasaan 'Dong Wang' yang besarlah yang membuat ketiga kerajaan lainnya melakukan gencatan senjata dan aliansi perdamaian.


Berapa lama aliansi perdamaian ini akan bertahan ?  Mungkin setahun , dua tahun atau puluhan tahun? Mungkin juga hanya bertahan beberapa bulan.


Tidak ada seorang pun yang bisa memprediksinya. Putri Jing Mi bertekad dalam hatinya untuk tetap melindungi "Dong Wang' sampai tetesan darah terakhirnya.


++++++++++++++++++


"Jamuan makan malam di mulai!"


Suara Bibi Wang yang nyaring menggema di dalam aula istana.


Secara serentak para pelayan istana berjalan masuk ke dalam aula istana sambil  membawa hidangan makanan yang mewah dan lezat.


Para pelayan istana meletakkan hidangan makanan itu di atas meja meja panjang yang diukir dari kayu cendana berwarna merah.


Selain makanan yang mewah dan lezat, para pelayan istana menuangkan arak di cawan arak tamu undangan.


Cawan arak tamu undangan terbuat dari perak asli tanpa motif apapun. Sedangkan cawan arak Kaisar Wang berukiran kepala naga di bagian pegangan kiri dan kanan.


Alunan musik yang merdu mengalun di aula istana.


Kelompok penari pria maupun wanita dengan pakaian yang berwarna warni menari dengan indahnya di atas karpet merah yang berada di tengah aula istana sehingga membuat suasana menjadi meriah.


Zhong Li alias King sama sekali tidak tertarik dengan hidangan mewah dan lezat di hadapannya. King lebih tertarik mencicipi arak yang ada di cawannya.


Dengan cepat dan sigap Hercules sudah membantu King  menyiapkan seperempat mangkuk nasi dan beberapa potong lauk yang terlihat enak.


King berusaha menahan diri untuk tidak menyentuh cawan araknya dan makan dengan tenang .


Sementara Pangeran Xu Feng yang berada di samping King , sama sekali tidak menyentuh masakan yang lezat di hadapannya.


Melainkan minum arak dan meminta pelayan mengisi cawannya berulang kali sambil menikmati alunan musik dan tarian.


Pendengaran King yang tajam mengetahui semua sepak terjang Pangeran Xu Feng yang duduk di samping kanannya.


King tidak bisa menahan dirinya lagi sehingga sengaja menyenggol cawan araknya jatuh.


Hercules membersihkan meja yang basah oleh arak dengan cekatan.


"Hercules! Apa yang jatuh?" King berpura-pura bertanya kepada Hercules.


"Cawan arak. Hercules sudah membersihkannya," jawab Hercules dengan polos.


"Hei si buta! Arak ini sangat enak. Kamu belum mencicipinya?" tanya Pangeran Xu Feng.


"Benarkah?" King bertanya balik ke Pangeran Xu Feng.


"Ayo cicipi sekarang! Kamu pasti menyukainya," kata Pangeran Xu Feng.


"Baiklah! Aku akan mencicipinya," kata King.


"Bagai pucuk dicinta ulam tiba," kata hati King.


King memang sengaja menjatuhkan cawan arak untuk menarik perhatian Pangeran Xu Feng .


King berani bertaruh Pangeran Xu Feng yang ceplas ceplos , pasti akan memintanya mencicipi arak dan tentu saja King tidak akan menolaknya.


Pelayan istana yang sedang menuang arak di cawan Pangeran Xu Feng, segera menuang arak di cawan Zhong Li.


"Tuan Zhong Li! Ini cawak araknya," kata Hercules sambil menuntun tangan King untuk memegang cawan arak.


King meneguk perlahan araknya.


"Wow! Enak sekali!" kata hati King.


Tanpa sadar mata King berbinar-binar karena terlena dengan rasa arak yang sedang di minumnya.


Tepat pada saat itulah Putri Jing Mi sedang melihat ke arah King.


King terkejut dan sadar dengan kecerobohannya sehingga King memejamkan kedua matanya dengan rapat dan berpura-pura memegang kepalanya.


"Sial! Apakah dia menyadari kebohonganku?" kata hati King.


"Hei , Zhong Li! Kamu mabuk?" tanya Pangeran Xu Feng dengan nada khawatir.


Pangeran Xu Feng menyesali mulut embernya yang meminta Zhong Li mencicipi arak.


Padahal setiap kali mereka bertemu, Zhong Li sama sekali tidak pernah minum arak .


King membuka kedua matanya dan berakting pandangan mata kosong lagi.


"Aku pusing sedikit," jawab King .


Selamat malam readers.


Abang King pintar berakting mabuk ya. Padahal selama hidupnya King sering berlomba minum bir sama Hercules di dunia aslinya 😁.


Dukung novel ini dengan memberikan like, vote dan komentar positif ya . Terima kasih 🙏🙏🙏


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok . Spoiler bab besok : Bau badan Zhong Min akan menyebar di jamuan istana . Don't miss it...😆


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE