
Tenaga dalam yang disalurkan oleh Putri Jing Mi melalui tangan Zhong Li alias King membuat King tidak menggigil lagi. Sewaktu mencapai puncak Pegunungan Kunlun tadi, King sudah menyimpan kedua sarung tangan besinya ke dalam kantong goni yang berada di punggungnya.
Pada saat itu Putri Jing Mi melihat jelas ujung jari King mulai membiru akibat hawa dingin sehingga Putri Jing Mi langsung menghampiri King dan menyalurkan tenaga dalamnya ke King.
Beberapa saat kemudian Putri Jing Mi segera melepaskan genggaman tangannya setelah melihat ujung jari King yang membiru sudah hilang dan juga rona wajah King yang memerah karena kedinginan sudah hilang.
"Terima kasih!" kata King dengan tulus.
Senyum tipis mengembang di sudut bibir Putri Jing Mi. Kemudian Putri Jing Mi melihat ke arah Xena yang berada di belakang King.
"Xena!" kata Putri Jing Mi.
Putri Jing Mi sudah memberikan Xena dan Hercules ke Zhong Li sebagai hadiah sehingga Putri Jing Mi memanggil Xena dengan panggilam nama baru yang diberikan oleh Zhong Li.
"Iya, Putri Jing Mi!" kata Xena.
Xena berjalan menghampiri Putri Jing Mi dan mengeluarkan tiga butir pil ukuran kecil berwarna biru. Putri Jing Mi mengambil salah satu butir pil dan langsung menelannya Sedangkan Xena meletakkan satu butir pil ke telapak tangan King.
"Tuan muda Zhong Li! Pil ini bisa membuat tubuh tahan terhadap hawa dingin selama tujuh jam," kata Xena.
King menganggukkan kepalanya dan langsung menelan pil kecil berwarna biru itu.
"Pasti Putri Jing Mi yang meminta Xena menyiapkan pil ini," kata hati King.
King tidak menyangka puncak Pegunungan Kunlun bisa sedingin ini. Tubuh Zhong Li yang baru saja mendapatkan pelatihan intensif keras selama seminggu lebih olehnya,masih tidak bisa melawan cuaca dingin yang ekstrem ini.
Tadi King hampir saja mengalami hipotermia yaitu kondisi saat temperatur tubuh menurun dratis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, kalau saja Putri Jing Mi tidak menyalurkan tenaga dalam kepadanya.
Putri Jing Mi sudah berulang kali menyelamatkan nyawa Zhong Li baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga membuat King semakin penasaran apa penyebab Putri Jing Mi begitu baik terhadap Zhong Li yang lemah.
"Kita istirahat sebentar sebelum menjelajahi puncak Pegunungan Kunlun," kata Putri Jing Mi.
Mereka bertiga duduk bersamaan di atas hamparan salju putih. Pil biru Xena sangat mujarab. Tubuh King tidak merasakan kedinginan lagi melainkan hawa di sekelilingnya seperti sewaktu dirinya berada di dalam kamar tidur.
King tidak menolak usul dari Putri Jing Mi untuk beristirahat sebentar. Tubuh Zhong Li sudah diforsir olehnya untuk memanjat Pegunungan Kunlun selama satu jam lebih.
Tantangan utama di Pegunungan Kunlun bukanlah resiko memanjat tebing curam karena King yakin orang-orang kuat yang tinggal di dunia ini , dengan ilmu meringankan tubuh dan tenaga dalam bisa mudah mencapai puncak Pegunungan Kunlun.
Tantangan yang paling beresiko tinggi adalah saat berada di puncak Pegunungan Kunlun. King yakin sangat sulit untuk menemukan rumput maupun bunga berkhasiat yang melimpah di Puncak Pegunungan Kunlun.
Banyaknya orang yang meregang nyawanya di puncak Pegunungan Kunlun mengisyaratkan ada sesuatu yang berbahaya di sini. Mungkin saja ada hewan buas yang melindungi tanaman di sana . Mungin juga udara disekitarnya bisa tiba-tiba menyebarkan racun yang mematikan sehingga King harus menyimpan tenaga dan stamina untuk menghadapi segala tantangan yang menghadangnya nanti.
King memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong goni dan mengeluarkan beberapa mantao .
"Makanlah!" kata King.
"Terima kasih tuan muda Zhong Li!" kata Xena.
Putri Jing Mi tidak mengambil mantao yang berada di tangan King.
"Tubuhku masih bisa bertahan tanpa makanan ," jawab Putri Jing Mi dengan santai.
Putri Jing Mi sudah terbiasa menahan rasa lapar karena harus bertarung setiap waktu melawan kerajaan lain. Bahkan Putri Jing Mi pernah bersembunyi bersama pasukannya selama tiga hari di hutan untuk mengintai musuh secara diam-diam.
Pada saat itu Putri Jing Mi tidak makan selama tiga hari karena makanan yang didapat dari hutan hanyalah sedikit. Sehingga Putri Jing Mi memberikan jatah makannya ke anggota pasukan yang lebih membutuhkan.
Perjalanan dari Kuil Tao ke puncak Pegunungan Kunlun hanyalah perjalanan biasa dibandingkan perjalanan bertarung Putri Jing Mi selama ini .
Putri Jing Mi mengambil kantong minum kulit yang diikat di pinggangnya untuk minum.
"Aku makan aja sendiri," kata hati King sambil mengunyah mantao dengan lahap.
Saat ini King tidak lagi berakting gaya makan ala putri keraton. King sengaja menggigit mantao dengan gigitan besar dan rakus supaya Putri Jing Mi merasa jijik kepadanya dan mungkin saja bisa membatalkan perjodohan seperti yang dilakukan oleh Putri Xing Xing beberapa waktu yang lalu.
Tujuan hidup King sekarang sangatlah simpel. Jika bisa mendapatkan rumput abadi di puncak Pegunungan Kunlun ini, maka tubuh Zhong Li akan menjadi kuat. Jika Putri Jing Mi membatalkan perjodohan, King bisa meninggalkan kediaman Jendral Zhong Guo dan hidup berkelana. King tertarik mengunjungi tiga kerajaan lainnya.
King menghabiskan lima buah mantao. Setelah menelan mantao terakhir, King sengaja bersendawa keras dan panjang.
King melirik sekilas ke arah Putri Jing Mi dengan pandangan mata kosongnya. Ternyata Putri Jing Mi tidak memperhatikan King melainkan matanya mengamati lapisan es abadi di sekitarnya.
King merasa perbuatan yang dilakukannya sejak tadi untuk membuat Putri Jing Mi jijik kepadanya sangatlah sia-sia.
King mengambil kantong minum kulit dari kantong goni dan meneguk airnya beberapa teguk. Mereka masih belum pasti akan berada di puncak Pegunungan Kunlun berapa lama, sehingga King ingin menghemat air minumnya.
Kantong goni hasil jahitan perajin pandai besi bagaikan kantong doraemon yang menyediakan semua barang keperluan King saat ini.
"Sudah selesai!" kata King sambil memakai kantong goni ke belakang punggungnya.
"Ayo berangkat!" kata Putri Jing Mi sambil berdiri . Sedangkan Xena membantu memapah King berdiri. Putri Jing Mi berjalan di depan dan Xena serta King mengikutinya dari belakang.
Putri Jing Mi menggunakan pedangnya membuat goresan-goresan di hamparan salju. King bisa merasakan jalur yang dilalui Putri Jing Mi adalah jalur bagian tepi. King yakin Putri Jing Mi ada tujuannya sendiri memilih rute jalan ini serta memberikan tanda goresan-goresan di hamparan salju.
Setelah berjalan mengelilingi tepian puncak Pegunungan Kunlun selama dua jam lebih, mereka bertiga kembali ke tempat semula.
"Aku sudah mengamati hamparan salju selama perjalanan tadi. Aku bisa pastinya hamparan salju ini terbagi dua bagian yaitu timur dan barat. Segala jenis rumput berada di bagian timur sedangkan bunga-bungaan di bagian barat," kata Putri Jing Mi dengan yakin.
Walaupun semua puncak Pegunungan Kunlun terlihat berwarna putih karena tertutup hamparan salju, tetapi sewaktu berjalan mengelilingi puncak Pegunungan Kunlun tadi, Putri Jing Mi bisa melihat jelas warna lain dalam jumlah sedikit yang menyatu dengan hamparan salju putih.
Samar-samar terlihat warna hijau yang menyatu dengan salju putih di bagian timur sedangkan warna merah menyatu dengan salju putih di bagian barat.
Sesuai legenda yang diketahui oleh rakyat 'Dong Wang' bahwa ada beraneka ragam bunga-bungaan dan rumput berkhasiat di puncak Pegunungan Kunlun. Sehingga Putri Jing Mi yakin warna hijau yang menyatu dengan salju putih di bagian timur pastilah tempat rumput abadi berada.
Selamat sore readers. Bab ini author up pukul 17.00 WITA. Satu bab lagi up malam ya karena masih on proses pengetikan naskah dan mencari ilham. Di tunggu ya readers 🙏🙏🤗
Apakah mereka bertiga akan menuju salju putih bagian timur untuk mencari rumput abadi? Atau menjelajahi kedua bagian salju putih yang menyelimuti puncak Pegunungan Kunlun?
Author LYTIE mau mengucapkan terima kasih untuk semua readers yang setia dan mendukung novel ini baik berupa vote, hadiah, like maupun komentar positif 🙏🙏🙏