REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 40. Rencana yang berbau amis


***TEMPAT PERAJIN PANDAI BESI***


Hercules dan Xena berpencar mengelilingi tempat perajin pandai besi untuk memilih senjata kesukaan mereka. Sedangkan Zhong Li alias King duduk dengan tenang dan ditemani oleh perajin pandai besi.


Beberapa saat kemudian Hercules dan Xena sudah kembali ke sisi King sambil memegang benda pilihan mereka masing-masing.


"Tuan muda Zhong Li! Kita sudah selesai memilih," kata Hercules.


King menganggukkan kepalanya dengan pandangan mata kosong.


"Kamu milih apa,Xena?" tanya King.


"Aku pilih pedang!" jawab Xena . Xena mengeluarkan pedang baru dari sarungnya dan mengibaskannya beberapa kali di udara.


Indra pendengaran King yang tajam bisa mendengar dengan jelas sabetan pedang itu.


"Pedang yang bagus!" kata hati King.


"Kalau kamu, Hercules?" tanya King.


"Aku pilih kuali," jawab Hercules dengan polos.


Di tempat perajin pandai besi, selain ada beraneka ragam pisau dan pedang , juga ada perlengkapan dapur sehingga Hercules memilih kuali yang ringan dan bagus.


Pada awalnya King mengira Hercules bisa bertarung seperti Xena. Ternyata dugaannya salah. Keahlian utama Hercules adalah memasak . Hanya saja tubuh gendutnya membuat Hercules sangat kuat.


"Hercules! kamu ga milih senjata?" tanya King.


"Tuan muda Zhong Li! Aku tidak bisa bertarung. Jangan mengusirku. Aku akan memasak makanan yang enak setiap hari," kata Hercules dengan panik.


King hanya bisa memegang keningnya yang pusing dan berdenyut keras karena perkataan Hercules.


"Alamak! Kenapa Hercules di dunia ini cerewet sekali," keluh hati King.


"Auh...." Hercules meringis kesakitan sambil memegang kepalanya karena Xena mengetoknya dengan gagang pedang baru.


"Tuan muda Zhong Li tidak berniat mengusirmu. Jangan banyak bicara!" kata Xena .


"Syukurlah!" teriak Hercules kegirangan sambil melompat-lompat.


"Akhirnya kesalahpahaman ini bisa berakhir. Untung ada Xena," kata hati King.


King sangat yakin jika tidak ada Xena , mungkin dirinya sudah mendepak Hercules jauh-jauh karena tidak tahan dengan sifat sensitif dan gemulai Hercules.


"Baik, tuan muda Zhong Li!" jawab Hercules dan Xena.


Hercules menuntun King berjalan menuju tandu . Ke empat pelayan kediaman Zhong Guo mengangkat tandu menuju toko lain . Hampir seharian King berbelanja di luar dan merasa puas karena bisa mendapatkan semua benda yang diinginkannya.


***KEDIAMAN JENDRAL ZHONG GUO***


"Tuan muda Zhong Li! Nyonya menunggumu di ruang makan," kata A Tu yang menunggu King di depan pintu masuk kediaman Jendral Zhong Guo.


"Ming Lan pasti ada rencana busuk lagi, " kata hati King.


"Baiklah!" jawab King .


"Hercules! Xena! Bawa semua barang belanjaan hari ini ke ruang makan. A Tu yang akan menuntunku ke sana!" kata King.


"Baik, tuan muda Zhong Li!" jawab Hercules dan Xena.


***RUANG MAKAN***


Ming Lan dan Zhong Min sedang menikmati makan malam . Beraneka ragam masakan lezat ada di atas meja makan.


"Zhong Li! Kamu sudah pulang!" kata Ming Lan dengan suara yang riang. Padahal raut wajahnya sangat masam.


Zhong Li dituntun oleh A Tu ke ruang makan dan tidak kelihatan dua pelayan baru hadiah dari Putri Jing Mi sehingga Ming Lan merasa tidak perlu menampilkan wajah yang ramah karena Zhong Li buta.


"Ibu!" kata King dengan pandangan mata kosong ke arah lain setelah A Tu membantu mendudukkannya di atas kursi.


"Zhong Li! Mulai hari ini ibu ingin makan bersama dengammu," kata Ming Lan.


"Baik ,Ibu. Tidak masalah," jawab King dengan santai.


King tahu Ming Lan dan Zhong Min pasti berniat memata-matai segala gerak geriknya karena sudah mencurigai bau badan Zhong Min adalah andilnya.


Pandangan mata kosong King melihat sekilas hidangan lezat yang berada di atas meja makan. Semuanya adalah masakan daging yang bertulang maupun berduri.


"Rencana busuk yang sangat bau amis," kata hati King.


Selamat malam readers. Author up 2 bab ya hari ini.


Terima kasih dukungannya untuk novel ini baik berupa vote, hadiah, like dan komentar positif 🙏🙏🙏


AUTHOR : LYTIE