REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 45. Melanjutkan perjalanan


***DI DALAM KERETA KUDA***


Zhong Li alias King terkagum melihat ilmu pedang Xena yang gesit dan cepat. Setiap sabetan dari pedang Xena yang mengenai tubuh pembunuh bayaran, darah segar mengucur dari luka itu berubah menjadi warna hitam.


Saat inilah King sadar Xena menaburkan racun di ujung pedangnya. Tidak mengherankan jika pembunuh bayaran lainnya sudah terkapar di luar kereta kuda karena reaksi racun.


King yakin keahlian racun Xena sangat luar biasa. King memutuskan akan meminta Xena mengajarinya meramu racun ataupun meminta Xena membuat beraneka macam racun untuk dijadikan stok melawan musuhnya.


Beberapa saat kemudian Xena sudah membunuh kedua pembunuh bayaran yang menjadi lawannya. Sedangkan Xiang Ke babak belur terkena pukulan kuali spesial dari Hercules.


Xena menghunuskan pedang beracunnya ke dada Xiang Ke. Kemudian Hercules mengangkat ketiga tubuh pembunuh bayaran sekaligus dan melemparkannya keluar dari kereta kuda.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Tuan muda Zhong Li! Kita melanjutkan perjalanan ke Pegunungan Kunlun atau pulang ke kediaman Jendral Zhong Guo?" tanya Xena.


Serangan mendadak dari para pembunuh bayaran membuat perjalanan mereka ke Pegunungan Kunlun akan semakin berbahaya sehingga Xena menanyakan keinginan King sekarang.


"Pegunungan Kunlun!" jawab King dengan tegas.


"Baik , tuan muda Zhong Li!" jawab Xena.


Pintu kereta kuda yang terbuka membuat suara hujan dari luar terdengar jelas. Hujan yang sangat deras dan pastinya tidak mungkin akan berhenti dalam waktu dekat.


King menyesali di dunia ini tidak ada channnel  televisi prakiraan cuaca ataupun  smartphone yang biasa digunakannya untuk mengetahui cuaca .


Kalau saja King tahu cuaca hari ini akan hujan deras, dirinya bisa menunda perjalanan ke Pegunungan Kunlun dan mengubahnya ke hari yang cerah.


Jika tidak ada gangguan dari para pembunuh bayaran dan cuaca yang jelek, mungkin saat ini mereka sudah tiba di Kuil Tao , yang berada di bawah kaki Pegunungan Kunlun.


"Pakai kuda lebih cepat!" kata King.


"Baik, tuan muda Zhong Li! kata Hercules dan Xena sambil menganggukkan kepala bersamaan.


Mereka berdua setuju dengan ucapan King. Kuda bisa melaju lebih cepat dibandingkan kereta kuda .


"Eh... A Tu kok tiduran di lantai kereta kuda?" kata Hercules.


"Bangunkan dia!" kata King.


"A Tu! A Tu! Ayo bangun! Kita harus melanjutkan perjalanan," kata Hercules.


A Tu membuka kedua matanya secara perlahan. Kemudian mengedarkan pandangannya ke wajah Hercules, Xena dan King yang masih duduk tenang. Saat pandangan mata A Tu ke bawah kaki King, A Tu berteriak histeris dan pingsan lagi.


King baru teringat kepala kusir kuda yang terpenggal masih berada di bawah kakinya sehingga A Tu pingsan lagi karena melihat kepala itu.


"Kenapa A Tu berteriak?" King berpura-pura bertanya kepada Hercules dan Xena.


"Karena..."  Xena membekap mulut Hercules sehingga Hercules tidak bisa melanjutkan ucapannya.


"A Tu trauma sama pembunuh bayaran dan pingsan lagi," kata Xena.


Xena tidak mau Zhong Li yang buta menjadi ketakutan jika mengetahui ada kepala kusir kuda yang terpenggal di bawah kaki Zhong Li sehingga membuat alasan .


King tahu pasti kebohongan yang dilakukan oleh Xena sangat benar karena  jika Zhong Li yang asli masih hidup , dia pasti akan pingsan seperti A Tu .


"Ayo berangkat!" kata King sambil mengaitkan tali kantong goni yang berada dipangkuannya ke belakang punggungnya seperti ransel.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hercules mengangkat tubuh King dan A Tu  dengan mudah serta  mendudukkan mereka di atas punggung kuda yang berbeda.


Kereta kuda itu ditarik oleh dua ekor kuda  sehingga Hercules dan Xena menunggangi kuda yang berbeda . King dan Hercules berada di kuda yang sama.


Xena menggunakan pedangnya memotong tali pengekang kuda yang terikat di kereta kuda . Setelah itu Hercules dan Xena menunggangi kuda yang sudah terlepas dengan cepat.


Terdengar suara derap kaki kuda yang kencang menembus hujan deras menuju Kuil Tao. Walaupun tubuh mereka basah oleh hujan, suara derap kaki kuda tidak berhenti satu detik pun.  Semakin cepat mereka tiba di Kuil Tao semakin baik.


Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 22.40 WITA.


Di tunggu lanjutan ceritanya besoj ya


TERIMA KASIH


AUTHOR : LYTIE