
***KAMAR TIDUR ZHONG LI***
Zhong Min berjalan ke samping sehingga berdiri tepat di depan Zhong Li alias King, yang melihat ke arah samping dengan pandangan mata kosong.
"Kamu yang menyebabkan badanku bau busuk?" tanya Zhong Min sambil menunjuk wajah Zhong Li dengan jari telunjuknya.
"Zhong Min! Itu bau badanmu! Apa hubungannya denganku?" King bertanya balik ke Zhong Min.
Mata Zhong Min memerah menahan air matanya karena merasa dihina oleh Zhong Li. Tadi pagi tabib istana memang memvonis tubuhnya bau busuk karena bau badannya dan bukan karena diracuni atau apa pun. Zhong Min yakin gosip tentang bau badannya pasti akan menyebar ke mana-mana sehingga orang yang tidak menghadiri jamuan istana pun mengetahui hal itu.
"Sialan! " Zhong Min berteriak seperti orang kesurupan dan berjalan mondar mandir di dalam kamar tidur Zhong Li. Air mata sudah berlinang di kedua sudut matanya.
"Alamak! Dasar lembek! Baru aja digituin sudah nangis. Zhong Li aja ga pernah nangis ," kata hati King.
Zhong Min yang berjalan mondar-mandir, matanya tiba-tiba berbinar-binar melihat sebuah gunting berada di atas meja makan.
Gunting itu dipakai oleh Hercules untuk memotong-motong cakwe yang panjang menjadi potongan kecil supaya King bisa mencampurnya ke dalam bubur ikan.
Seketika Zhong Min teringat akan keinginannya yang tertunda seminggu yang lalu. Keinginan untuk memotong rambut panjang , halus, dan berkilau milik Zhong Li.
Zhong Min langsung menyambar gunting yang berada di atas meja dan mengarahkannya ke rambut King.
King duduk dengan tenang dan tidak menghindari serangan Zhong Min . Selain karena King harus berakting buta, juga karena King yakin Hercules dan Xena pasti akan melindunginya. Zhong Min yang lemah bukanlah lawan Hercules yang kuat maupun Xena yang pintar bertarung dan menggunakan pedang .
Seketika King merasakan tubuhnya terangkat dari tempat duduknya. Hercules mengangkat tubuh Zhong Li dengan kedua tangannya dan melompat ke arah lain menjauhi Zhong Min.
Sementara itu Xena memegang erat pergelangan tangan kanan Zhong Min yang masih memegang gunting sehingga gunting itu jatuh ke lantai dan menimbulkan suara yang nyaring.
Bagaimanapun juga Hercules dan Xena berstatus pelayan sehingga mereka tidak boleh bertindak sembarangan melukai Zhong Min . Mereka berdua hanya bisa melindungi Zhong Li dengan cara halus dan tidak membiarkan Zhong Min melukai Zhong Li satu helai rambut pun.
"Suara apa itu?" King berpura-pura tidak tahu benda apa yang jatuh ke lantai.
"Sial!" teriak Zhong Min.
Zhong Min mendengus kasar sambil menarik pergelangan tangannya dari tangan Xena. Kemudian Zhong Min berjalan ke arah King yang berdiri jauh darinya.
"Pasti kamu yang melakukannya!" teriak Zhong Min di hadapan King.
Zhong Min sadar dirinya tidak bisa melukai Zhong Li saat ini karena ada dua pelayan tangguh yang selalu menempel di sisi Zhong Li sehingga membuatnya semakin geram.
Sekarang Zhong Min tidak lagi berpura-pura bersikap sebagai adik yang baik dan perhatian di hadapan Zhong Li. Kemarahan, kebencian, dan kekesalannya sudah memuncak.
"Zhong Min mirip wanita yang sedang PMS,"kata hati King.
Emosi Zhong Min yang labil , dari menangis menjadi berteriak seperti orang gila membuat King ingin mengerjainya lagi.
"Ada bukti? Ga ada bukti jangan bicara seenak perutmu!" kata King dengan suara tegas.
"Kamu....."
Zhong Min tidak bisa melanjutkan perkataannya karena syok dan gentar dengan sikap Zhong Li. Zhong Min bisa merasakan aura dingin dari tubuh Zhong Li yang membuat nyalinya ciut.
Selama ini Zhong Li tidak pernah berkata kasar terhadapnya . Zhong Li yang sekarang sangat berbeda dengan Zhong Li yang dulu.
"Pergi dari kamarku! Aku masih mau makan!" kata King.
"Silahkan Tuan Zhong Min!" kata Xena sambil membuka pintu kamar lebar-lebar.
Sementara itu Hercules menuntun King kembali ke tempat duduknya. King meraba-raba sendok di dalam mangkuk dan melanjutkan makan paginya yang tertunda karena kemunculan Zhong Min.
"Awas kamu, Zhong Li!" kata Zhong Min dan berjalan keluar dari kamar tidur Zhong Li disertai menutup pintu kamar dengan keras.
King duduk santai menikmai bubur ikan dan cakwe. Bubur ikan buatan Hercules sangat lezat. Daging ikannya lembut dan tidak ada tulang ikan sama sekali.
Hercules memberikan satu cangkir air ke tangan King setelah King menghabiskan dua mangkuk bubur ikan.
"Hercules! Xena! Bawa semua uang perak dan emasku! Kita ke tempat perajin pandai besi sekarang!" kata King.
"Baik, tuan muda Zhong Li!" jawab Hercules dan King bersamaan.
Selamat malam readers.
Apa saja yang akan dibeli King di tempat perajin besi?
Apakah King berhasil ke Pegunungan Kunlun?
Semuanya ada di bab besok ya.
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE