
***ISTANA KAISAR WANG***
Pangeran Xu Feng mencoba mengendus-endus udara di sekelilingnya.
Setelah Zhong Mi dibawa pergi oleh pengawal,bau busuk yang sudah terlanjur menyebar itu masih tertinggal di dalam aula istana.
Para pelayan istana sedang sibuk berjalan mengelilingi aula istana sambil membawa beraneka ragam bunga dan dupa yang wangi .
Hidangan mewah di atas meja panjang yang diukir dari kayu cendana berwarna merah sudah diangkat semua karena selera makan para tamu undangan sudah hilang total.
Hanya beberapa orang yang menguasai tenaga dalam yang besar, bisa menahan bau busuk yang menyebar itu termasuk Putri Jing Mi.
Pangeran Xu Feng pun merasa pusing dan mual karena bau busuk itu. Sifat cuek membuatnya masa bodoh dengan bau busuk itu dan lebih memilih untuk mencicipi arak yang bagus sambil memencet hidungnya .
Pangeran Xu Feng merasa kasihan dengan Zhong Li alias King yang memang sudah terkenal lemah dan pastinya tidak akan tahan dengan bau busuk itu.
Mungkin saja Zhong Li akan muntah dalam waktu dekat sehingga Pangeran Xu Feng memberikan xiang nang miliknya untuk Zhong Li.
Toh dia sendiri tidak menggunakan xiang nang itu sekarang.
Dan dirinya tidak menyangka manisan buah kering yang ditawarkan oleh Zhong Li kepadanya sangat mukjizat , bagaikan obat penawar untuk bau busuk dari tubuh Zhong Min.
"Zhong Li! Manisan buahmu sangat mantap. Aku tidak merasa mual dan pusing lagi. Bahkan bau busuknya menghilang sekejap dari indra penciumanku," kata Pangeran Xu Feng.
"Manisan buahnya buatan pelayan baruku. Aku sering pusing setelah kejadian tenggelam di sungai ," kata King dengan suara kecil.
King mempunyai firasat bahwa Pangeran Xu Feng yang ceplas-ceplos bisa kelepasan ngomong tentang manisan buahnya yang mujarab sehingga membuat alasan terlebih dahulu.
King tidak mau orang lain mencurigainya sebagai penyebab bau busuk dari tubuh Zhong Min. Padahal memang dialah biang keroknya. 😅
"Oh ternyata begitu. Memang pelayan Kak Jing Mi rata-rata luar biasa," kata Pangeran Xu Feng.
Pangeran Xu Feng sama sekali tidak mencurigai perkataan King dan melanjutkan minum arak dari cawannya.
Sementara itu Kaisar Wang memberikan isyarat mata ke Bibi Wang setelah melihat keadaan di dalam aula istana yang tidak nyaman lagi karena kejadian tadi.
"Acara jamuan istana telah selesai. Kaisar Wang akan beristirahat!" Terdengar suara Bibi Wang menggema di dalam aula istana.
Para tamu undangan serentak berdiri dari alas duduk mereka dan memberi sikap hormat ke Kaisar Wang.
Kaisar Wang berjalan dengan anggun menyusuri karpet merah yang menghampar di lantai dengan didampingi oleh Bibi Wang menuju pintu gerbang aula istana.
Para pengawal istana mengikuti Kaisar Wang dari belakang. Putri Xing Xing pun ikut meninggalkan aula istana di ikuti oleh pelayan priadinya.
Setelah kepergian Kaisar Wang, tamu undangan pun meninggalkan aula istana menuju kediaman masing-masing.
King yakin Ming Lan pasti sedang sibuk mengurus Zhong Min yang pingsan dan melupakan Zhong Li si buta yang masih tertinggal di aula istana.
Untung saja saat ini di sisinya ada Hercules dan Xena sehingga King memutuskan untuk pulang ke kediaman Jendral Zhong Guo.
"Hercules! Xena! Ayo kita pergi!" kata King.
"Baik, Tuan muda Zhong Li!" kata Hercules dan Xena bersamaan.
+++++++++++++++++++
Sewaktu King sudah berada di dalam kereta kuda bersama Hercules dan Xena, Putri Xing Mi tiba-tiba ikut naik ke dalam kereta kuda.
King berusaha menguasai rasa keterkejutannya dan melihat ke arah lain dengan pandangan mata kosong.
"Putri Jing Mi!" Hercules dan Xena memberi hormat kepada Putri Xing Mi.
King terpaksa harus membuka mulutnya terhadap Putri Jing Mi karena tidak mungkin dirinya berpura-pura tidak mengetahui keberadaan Putri Jing Mi di dalam kereta kuda setelah mendengar perkataan Hercules dan Xena.
"Putri Jing Mi!" kata King dan tetap menghadap ke samping.
Halo readers. Hari ini author up 2 bab ya.
Kenapa Putri Jing Mi ikut naik ke kereta kuda King?
Jawabannya ada di bab berikutnya ya.
Terima kasih
Author : LYTIE