REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 73. Pemilik baru A Bai


***RUANG DEPAN KEDIAMAN JENDRAL ZHONG GUO***


Zhong Li alias King terkejut dengan perkataan A Jun. Walaupun sebelumnya King sudah mempunyai firasat A Bai berjodoh dengannya tetapi King tidak menyangka begitu cepat A Bai akan menjadi hewan peliharaannya saat ini.


"Kak Zhong Li! Bolehkah A Bai ikut Kak Zhong Li mulai saat ini?" tanya A Jun dengan mata berbinar-binar menatap ke arah King.


A Jun ingin memberikan  A Bai kepada Zhong Li karena melihat dengan matanya sendiri , A Bai  sangat patuh dan dekat  dengan  Zhong Li. Selain itu, Zhong Li juga terlihat sangat menyukai A Bai.


Selama tinggal di Kuil Tao, A Bai selalu bersikap dingin dan acuh tak acuh terhadap ketiga pendeta Tao lainnya yaitu A Tai, A Shang dan A Lao. Bahkan sewaktu A Jun membawa A Bai pulang pertama kalinya ke Kuil Tao, A Tai tidak setuju A Jun memelihara A Bai dengan alasan Kuil Tao hanya menyediakan makanan vegetarian saja. A Bai yang pintar bisa mencari makanannya sendiri di luar Kuil Tao sehingga A Tai menerima A Bai tinggal di Kuil Tao dengan terpaksa.


A Jun ingin menyerahkan A Bai ke orang yang benar-benar menyukai dan menyayangi A Bai sehingga A Bai bisa hidup dengan tenang dan tidak terlantar.


King membungkukkan badannya sambil membuka kedua tangannya  dan A Bai secara refleks langsung melompat ke dalam pelukan King.


King berdiri tegak dan membelai bulu A Bai yang lembut dan halus serta berwarna putih seperti warna salju.


"A Bai! Kamu mau ikut denganku?" kata hati King.


A Bai melolong panjang sambil menggerakkan ekornya dengan cepat sebagai jawaban dari pertanyaan King. King tersenyum tipis karena mengerti jawaban A Bai.


"A Jun! Aku akan membantumu menjaga A Bai. Kamu bisa mengunjunginya kapan pun!" kata King sambil berpura-pura melihat ke arah lain dengan pandangan mata kosong.


"Terima kasih Kak Zhong Li!" kata A Jun sambil menganggukkan kepalanya dengan keras.


A Chen ikut tersenyum senang setelah mendengar Zhong Li bersedia menerima A Bai.


"Tuan Zhong Li sangat baik hati," puji A Chen dengan tulus.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Beberapa saat kemudian tabib keluarga Jendral Zhong Guo datang yaitu Bibi Li. Pelayan kediaman Jendral Zhong Guo segera mengantar Bibi Li ke kamar Ming Lan untuk memeriksa keadaan Ming Lan dan Zhong Min.


***KAMAR TIDUR MING LAN***


Ming Lan dan Zhong Min duduk di kursi dalam keadaan terikat. Para pengawal Kerajaan Dong Wang tidak bisa mengendalikan Ming Lan dan Zhong Min yang menggila dan ingin menggigit siapa pun sehingga mereka dengan terpaksa mengikat tangan serta kaki  Ming Lan dan Zhong Min di kursi.


Bibi Li merasa takut untuk memeriksa Ming Lan dan Zhong Min yang berteriak-teriak seperti orang kesurupan. Xena maju ke depan dan mengambil sapu tangan pelayan untuk menyumpal mulut Ming Lan dan Zhong Min.


Bibi Li mendekati Ming Lan dan Zhong Min dengan ragu-ragu. Setelah memastikan kedua orang yang sedang terikat tangan dan kaki  tidak bisa menyerangnya, Bibi Li mulai memeriksa keadaan mereka berdua.


Beberapa saat kemudian Bibi Li berjalan menghampiri King untuk memberitahukan keadaan Ming Lan dan Zhong Min .


"Tuan muda Zhong Li! Nyonya Ming Lan dan tuan muda Zhong Min gila," kata Bibi Li dengan yakin.


"Apa?" kata King sambil memperlihatkan raut wajah terkejut.


Racun yang dibuat oleh Kerajaan Bei Ming memang tidak mudah dideteksi oleh tabib sehingga Ming Lan berani menggunakan racun itu dengan tenang.


Terbukti kematian Ming Yue, ibu kandung Zhong Li juga karena racun dari Kerajaan Bei Ming dan tabib hanya bisa memvonis Ming Yue meninggal karena sakit keras.


"Tuan muda Zhong Li! Ini adalah masalah besar. Aku akan ke istana Kaisar Wang untuk mencari Jendral Zhong Guo ," kata A Chen.


"Baiklah!" jawab King .


King ingin tahu bagaimana reaksi Jendral Zhong Guo nantinya.


Halo readers. Masih ada satu bab lagi nanti malam ya. Di tunggu


TERIMA KASIH


AUTHOR : LYTIE