REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 31. Tarian kupu-kupu


***ISTANA KAISAR WANG***


Bibi Wang memegang sebuah kotak yang berisi seratus tael emas . Sedangkan pelayan pribadi Putri Xing Xing memegang sebuah kotak yang berisi seratus tael perak.


Hercules dan Xena maju ke depan mewakili Zhong Li alias King untuk menerima hadiah dari Kaisar Wang dan Putri Xing Xing.


Kemudian mereka berdua berdiri di belakang King yang masih duduk tenang di kursi kayu yang berada di tengah aula istana.


Semua orang yang berada di dalam aula istana memberikan tatapan kagum dan iri dengan keberuntungan Zhong Li.


"Aku bisa membeli lebih banyak pisau kecil dengan uang yang melimpah ini," kata hati King.


King mulai melancarkan aksinya untuk mempermalukan Zhong Min saat ini.


"Zhong Li mengucapkan terima kasih untuk hadiah yang besar dari Yang Mulia Kaisar Wang dan Putri Xing Xing. Permainan 'di zi' Zhong Li masih kalah jauh dari penampilan tarian Zhong Min yang gemulai dan memesona," kata King.


"Iya benar sekali Yang Mulia Kaisar Wang ! Setiap tahun tarian Zhong Min sangat indah dan menawan. Kali ini aku yakin tarian Zhong Min lebih unggul dibandingkan permainan di zi Zhong Li," kata Bai Hu dengan antusias.


Rencana Bai Hu untuk mempermalukan Zhong Li sudah gagal malahan menjadikan Zhong Min pusat perhatian di dalam aula istana.


Sehingga Bai Hu ingin mengalihkan pusat perhatian dari Zhong Li ke Zhong Min.


Sebagai teman akrab Zhong Min, Bai Hu tahu Zhong Min sering berlatih tarian kupu-kupu yang sangat indah dan belum pernah dipertunjukkan oleh Zhong Min.


Malam ini Zhong Min memakai pakaian sulaman kupu-kupu sehingga membuat Bai Hu menduga Zhong Li ingin mempertunjukkan tarian kupu-kupu di jamuan istana ini.


Bai Hu yakin setelah semua tamu undangan melihat tarian baru Zhong Min yang dipadukan dengan pakaian sulaman kupu-kupu, mereka semua pasti akan melupakan tiupan 'di zi' Zhong Li tadi.


"Bai Hu...Bai Hu.....  sok tahu dan sok pintarmu menjadi bumerang bagi Zhong Min," kata hati King.


Wajah Zhong Min menjadi pucat seperti warna kertas setelah mendengar perkataan Bai Hu. Tubuhnya semakin berkeringat. Zhong Min hanya ingin segera meninggalkan aula istana dan kembali ke kediaman Jendral Zhong Guo.


Pandangan Kaisar Wang, Putri Xing Xing dan para tamu undangan ke arahnya membuat tubuh Zhong Min panas dingin dan dirinya mempunyai firasat yang tidak baik.


Sedangkan Ming Lan yang duduk di barisan seberang pun merasa gelisah cemas  dengan Zhong Min.


Ming Lan sedang memikirkan cara bagaimana membawa Zhong Min keluar dari aula istana  sebelum hal terburuk terjadi .


"Ketrampilan menari Zhong Min memang luar biasa. Jendral Zhong Guo pasti bangga mempunyai dua putra yang menonjol. Saya ingin melihat tarian Zhong Min dipadu tiupan di zi Zhong Li," kata Kaisar Wang.


"Baik Yang Mulia Kaisar Wang!" kata King dengan suara keras dan langsung meniup di zi yang berada di genggaman tangannya.


Kali ini melodi di zi sangat lembut dan merdu yang membuat suasana hati semua orang menjadi gembira.


Melodinya sangat cocok dengan tarian yang gemulai.


Semua mata memandang ke arah Zhong Min yang masih belum berdiri dari alas duduknya sedangkan alunan di zi sudah menggema dalam waktu yang lama.


Zhong Min terpaksa maju ke tengah aula dengan kepala yang berdenyut keras. Zhong Min hanya bisa berdoa dalam hatinya , semoga aroma bedak dan dupa wangi yang menempel di badannya bisa menutupi bau badan tubuhnya lebih lama.


Zhong Min menari dengan anggun. Pinggang kurusnya sangat lentur sehingga membuat tariannya terlihat sangat  luar biasa.


Sewaktu Zhong Min berputar seperti penari balet di dunia asli King ,  pakaian sulaman kupu-kupunya bagaikan  seratus kupu-kupu yang berterbangan dan terlihat sangat indah .


Tetapi.......


Bersamaan dengan tubuh Zhong Min yang berputar indah, bau busuk dari tubuhnya pun menyebar dengan sempurna di dalam aula istana.


Saat ini semua orang sadar bau tidak sedap yang tadi samar-samar tercium, ternyata berasal dari tubuh Zhong Min.


Tanpa perintah dari Kaisar Wang, Bibi Wang dan pengawal istana segera membuka jendela maupun pintu gerbang aula istana untuk mengalirkan udara segar dari luar.


Bahkan Bibi Wang memerintahkan para pelayan istana membawa beraneka ragam bunga yang wangi dan dupa wangi ke dalam aula istana.


Tetapi semua wewangian itu sama sekali tidak bisa menutupi bau busuk yang menyebar ke mana-mana.


Semua orang yang berada di dalam aula istana menutup hidung dengan lengan baju masing-masing.


Bahkan ada beberapa yang tidak kuat menahannya, langsung muntah-muntah di sana  termasuk Ming Lan dan Putri Xing Xing.


Selamat sore readers.


Hari ini author up 2 bab ya.


Selamat membaca


AUTHOR : LYTIE