
***ISTANA KAISAR WANG***
Hercules menuntun King ke tengah aula istana dengan perlahan . Sedangkan Xena mengangkat sebuah kursi kayu dan meletakkannya di tengah aula istana.
Hercules mendudukkan King di atas kursi kayu itu dan meletakkan 'di zi' ke dalam genggaman tangan Zhong Li.
King memejamkan rapat kedua matanya sambil mengingat kembali bagaimana Zhong Li memainkan 'di zi'.
Para tamu undangan lebih fokus menikmati hidangan makanan yang mewah dan arak yang bagus.
Mereka sangat yakin Zhong Li tidak akan bisa meniupkan satu bait lagu pun dengan seruling bambu di tangannya.
Walaupun Zhong Li berhasil meniup 'di zi' nya, alunan melodinya pasti tidak menarik dan biasa-biasa saja.
Mereka sudah terbiasa menganggap remeh Zhong Li yang buta dan lemah.
Sedangkan Zhong Min dan Bai Hu saling memberi isyarat mata sambil tersenyum lebar.
Zhong Min dan Bai Hu menatap tajam ke arah King yang masih belum meniup 'di zi' . Mereka berdua tidak ingin melewatkan kesempatan melihat Zhong Li gagal dan dipermalukan.
Putri Jing Mi menatap intens Zhong Li alias yang terlihat percaya diri dan tenang.
Putri Jing Mi menyadari Zhong Li yang berada di tengah aula istana sekarang sangatlah berbeda dengan Zhong Li yang dulu.
Zhong Li yang dulu pasti akan berusaha menolak permintaan Kaisar Wang tadi dan hanya duduk menunduk di tempat duduknya sampai jamuan makan malam selesai.
Tetapi Zhong Li yang sekarang sangat percaya diri dan tenang. Putri Jing Mi semakin penasaran dengan alunan melodi 'di zi' yang akan dimainkan oleh Zhong Li saat ini.
+++++++++++++++++++++++
King mengarahkan 'di zi' ke depan mulutnya dan mulai meniupnya.
Suara 'di zi' yang merdu mengalun di dalam aula istana. Perpaduan melodi yang lembut dan bersemangat sehingga membangkitkan gelora darah muda para kesatria, jendral, pengawal atau siapa pun yang pernah terjun ke dalam medan perang.
Semua mata tamu undangan memandang takjub ke arah Zhong Li.
Mereka bisa melihat bayangan-bayangan perjuangan di peperangan yang pernah mereka alami di sekeliling tubuh Zhong Li.
Sedangkan tamu undangan yang tidak pernah ikut terjun ke dalam medan peperangan ikut merasakan semangat juang dari melodi yang dimainkan oleh Zhong Li.
Seolah-olah melodi dari 'di zi' yang ditiup oleh Zhong Li bisa menghipnotis semua orang yang berada di dalam aula istana.
Putri Jing Mi mengepalkan kedua tangannya dengan erat karena mengingat kembali perjuangannya di dalam setiap peperangan dan juga hal yang membuat wajahnya terluka sehingga harus menggunakan topeng.
Bahkan mata Kaisar Wang pun berkaca-kaca karena mengingat begitu banyak nyawa rakyatnya yang sudah hilang untuk mempertahankan Kerajaan Wang sehingga menjadi 'Dong Wang' yang kuat seperti saat ini.
Sebenarnya keahlian Zhong Li dalam memainkan 'di zi' memang sudah sempurna. Tetapi karena kepribadian Zhong Li yang minder dan lemah membuat melodi yang dimainkannya selama ini terdengar biasa-biasa saja.
Tetapi sekarang roh King yang jantan dan macho berada di tubuh Zhong Li . King lah yang meniup 'di zi' itu sehingga alunan melodinya sangat kuat dan berhasil menghipnotis alam bawah sadar semua orang yang berada di dalam aula istana.
King sendiri juga merasakan gejolak darah mudanya bangkit. Lebih tepatnya gejolak darah muda Zhong Li.
Saat ini King baru menyadari ternyata keinginan paling dalam yang selalu ada di pikiran Zhong Li adalah maju ke medan perang dan berjuang bersama ayahnya, Jendral Zhong Guo melindungi kerajaan Wang.
King kagum dengan cita-cita luhur Zhong Li.
"Zhong Li! Ternyata kamu bukan pria yang lembek! Aku akan mewujudkan cita-citamu!" tekad hati King.
++++++++++++++++++++++
Alunan melodi 'di zi' yang dimainkan oleh King berhenti setelah lagu yang ditiupnya selesai.
King membuka kedua matanya yang tertutup rapat dan memberikan pandangan mata kosong ke arah depan. Tepatnya di hadapan Kaisar Wang.
Terdengar suara Putri Jing Mi menggema di dalam aula istana.
Putri Jing Mi berdiri dari alas bantal duduknya dan bertepuk tangan yang keras sambil tersenyum ke arah King yang duduk tenang di tengah aula istana dengan pandangan mata kosong.
Kaisar Wang juga bertepuk tangan sambil berdiri dari kursi emas singgasananya.
Semua tamu undangan secara spontan ikut bertepuk tangan dan berteriak memberikan pujian kepada King.
Hanya Zhong Min, Bai Hu dan Ming Lan yang memperlihatkan wajah cemberut.
Bahkan Putri Xing Xing menatap intens ke arah Zhong Li dengan mata berbinar-binar.
Tepuk tangan di dalam aula istana berlangsung sangat lama. Saat inilah mereka menyadari Zhong Li bukanlah pria yang bisa mereka remehkan seperti dulu lagi.
Bahkan mereka yakin jika Zhong Li tidak buta, dia pasti akan mengikuti jejak Jendral Zhong Guo dan pastinya akan menjadi seorang jendral yang kuat.
"Zhong Li! Kamu memang putra Jendral Zhong Guo!" puji Kaisar Wang.
"Terima kasih Yang Mulia Kaisar Wang!" jawab King dengan tenang.
King masih duduk di kursi kayu yang berada di tengah aula istana.Karena harus berakting buta, King tidak berjalan kembali ke alas bantal duduknya.
Hercules dan Xena berdiri di belakang King.
"Saya akan memberi hadiah seratus tael emas !" kata Kaisar Wang sambil ketawa senang.
Para tamu undangan berdecak kagum mendengarkan hadiah yang diberikan oleh Kaisar Wang ke Zhong Li.
"Aku juga akan memberikan hadiah seratus tael perak untukmu!" kata Putri Xing Xing.
Zhong Min mengepalkan kedua tangannya dengan erat setelah mendengar perkataan Kaisar Wang dan Putri Xing Xing yang secara terus terang menyatakan kekaguman mereka terhadap Zhong Li.
Zhong Min menjadi gelisah dan takut jika Putri Xing Xing akan menggantikannya dengan Zhong Li.
Karena kegelisahan dan rasa tidak tenangnya membuat Zhong Min berkeringat secara tidak sadar.
Bau badan Zhong Min secara perlahan menguap di udara dan menyebar.
Bai Hu , Pangeran Xu Feng dan beberapa pria yang duduk di dekat Zhong Min menutup hidung mereka dengan lengan baju. Tetapi mereka masih belum sadar aroma tidak sedap itu berasal dari mana.
Indra penciuman Zhong Li yang tajam membuat King menyadari aroma tubuh Zhong Min yang selama ini dikenalnya sudah berubah aroma .
Pil penawar Xena sangatlah ampuh sehingga King sama sekali tidak mencium bau busuk.
Hanya karena indra penciuman Zhong Li yang tajamlah membuat King sadar bau badan di tubuh Zhong Min mulai menyebar.
"It's show time!" kata hati King.
Selamat malam readers.
Apa yang akan King lakukan?Jawabannya ada di bab besok ya.
Novel ini akan author LYTIE usahakan up setiap up. Minimal satu bab.
Untuk waktu up nya tidak pasti ya readers karena author juga punya kesibukan di dunia nyata.
Semoga readers memakluminya 🙏🙏🙏
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE