
***KAMAR TIDUR ZHONG LI***
Putri Jing Mi menarik napas lega setelah mendengar jawaban Zhong Li alias King yang berjanji akan bersikap hati-hati menjaga dirinya sendiri dari godaan Putri Bei Chen Hsuang di jamuan istana besok malam.
"Kamu ingin menyelamatkan Putri Xing Xing?" tanya King secara terus terang tanpa basa-basi.
King berfirasat Putri Jing Mi memberi pesan kepadanya supaya lebih waspada terhadap Putri Bei Chen Hsuang karena Putri Jing Mi tidak.bisa melindunginya besok malam melainkan akan melindungi Putri Xing Xing.
"Iya, benar! Xing Xing adalah putri kandung ibunda. Walaupun selama ini aku dan Xing Xing tidak akur, aku tidak ingin Xing Xing terjebak dengan ulat santet pemikat," jawab Putri Jing Mi dengan jujur.
"Baiklah! Aku mendukung keputusanmu! Aku ada ide untuk membalikkan keadaan," kata King sambil tersenyum samar.
"Benarkah? Apa itu?" tanya Putri Jing Mi dengan antusias.
King berbisik di telinga Putri Jing Mi untuk memberitahukan rencananya. Wajah Putri Jing Mi merona merah sedikit setelah selesai mendengarkan rencana King. Walaupun ide dari King bisa membahayakan nyawa Putri Xing Xing , Putri Jing Mi yakin dirinya bisa melindungi Putri Xing Xing nantinya.
"Baiklah! Aku setuju dengan idemu! Besok serahkan obat itu padaku jika Xena sudah selesai meramunya," kata Putri Jing Mi.
King menganggukkan kepalanya . Putri Jing Mi keluar dari jendela kamar tidur Zhong Li dengan cepat.
Beberapa saat kemudian King memanggil Xena masuk ke dalam kamar tidur.
"Ada apa tuan muda Zhong Li?" tanya Xena.
"Ambilkan semua racun Kerajaan Bei Ming yang ditemukan di kamar tidur Ming Lan. Aku ingin mencium aromanya," kata King dengan pandangan mata kosong.
"Baik, tuan muda Zhong Li!" jawab Xena.
Beberapa saat kemudian di atas meja sudah tersusun botol-botol kecil yang berjumlah lebih dari sepuluh botol.
Tangan King meraba-raba botol kecil di atas meja , mengambil satu botol , memegangnya, dan membuka tutup botol secara perlahan.
King menghirup sedikit aroma dari botol kecil itu. "Ini racun apa?" tanya King.
"Racun untuk membunuh seseorang secara perlahan. Orang itu akan terlihat sakit keras sebelum meninggal," jawab Xena.
"Ini racun untuk membunuh Ming Yue , ibu kandung Zhong Li!" kata hati King.
"Kalau ini?" tanya King.
"Itu adalah racun yang membunuh orang dalam sekejap mata. Orang itu akan terlihat seperti terkena serangan jantung mendadak dan mati," jawab Xena.
"Ternyata racun ini yang digunakan oleh Ming Lan untuk membunuh pelayan kediaman Jendral Zhong Guo," kata hati King.
Bibi A Mei yang di interogasi di penjara oleh A Chen, mengaku di kamar tidur Ming Lan ada tempat rahasia yang digunakan Ming Lan untuk menyimpan mayat para pelayan kediaman Jendral Zhong Guo yang telah dibunuhnya. Mereka di bunuh karena secara tidak sengaja melihat Ming Lan memasukkan racun buta ke makananan yang akan diberikan kepada Zhong Li. Ada juga yang dibunuh karena tanpa sengaja mengetahui rahasia besar Ming Lan yang berhubungan dengan Kerajaan Bei Ming.
A Chen yang mendengarkan hal itu , segera bergegas ke kediaman Jendral Zhong Guo dan mencari tempat rahasia itu. Ada puluhan jasad pelayan kediaman Jendral Zhong Guo yang ditemukan di dalam tempat rahasia itu. Bahkan A Tu pingsan karena mengenali jasad beberapa pelayan itu adalah temannya yang pernah menemani Zhong Li makan sewaktu A Tu melakukan tugas yang lain.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tiga puluh menit berlalu. Semua racun Kerajaan Bei Ming yang ditemukan di laci rahasia kamar tidur Ming Lan , sudah dihafal aromanya oleh indra penciuman Zhong Li yang tajam. King yakin Putri Bei Chen Hsuang akan menggunakan salah satu racun itu untuk mendekatinya besok malam.
"Xena! Aku ingin kamu membuat satu ramuan pil obat . Pil obat untuk menahan ulat santet masuk ke dalam tubuh seseorang," kata King.
"Tuan muda Zhong Li! Ulat santet sangatlah agresif. Xena hanya bisa membuat ramuan pil obat untuk menahannya selama tiga puluh menit saja," kata Xena.
"Tidak masalah! Buatlah dua botol ramuan pil obat itu beserta semua obat penawar untuk racun dari Kerajaan Bei Ming yang berada di atas meja ini .Aku mau semuanya sudah tersedia besok pagi
Bisa ?" tanya King.
"Bisa , tuan muda Zhong Li! Xena akan meraciknya sekarang!" kata Xena dan berpamitan keluar dari kamar tidur Zhong Li.
"Putri Xing Xing! Aku memaafkan senua perbuatan jahatmu terhadap Zhong Li karena Putri Jing Mi menganggapmu sebagai adiknya. Berhasil atau tidaknya kamu menghindari ulat santet pemikat , semuanya tergantung kepada takdir baik atau buruk yang menimpamu besok malam," kata hati King.
King ingin menjadikan kejadian ulat santet pemikat sebagai pelajaran untuk Putri Xing Xing yang sombong . Jika Putri Xing Xing masih juga tidak mau insaf, King tidak akan segan untuk memusnahkan Putri Xing Xing karena dirinya sudah memberikan satu kesempatan terakhir untuk Putri Xing Xing.
Selamat malam readers. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. King in action 🥳🥳🥳
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE