
***Di dalam gua tempat rumput abadi berada***
Putri Jing Mi membantu memapah tubuh Zhong Li alias King berdiri dari tanah tempat mereka bermeditasi tadi.
King menggigit bibir bawahnya dengan keras sambil menahan rasa terbakar dan sakit tulang di dalam tubuhnya akibat efek dari rumput abadi yang dimakannya.
King mencoba mengambil pisau kecil yang terselip di pinggangnya dengan tangan yang gemetaran.
"Simpan tenagamu untuk melawan reaksi rumput abadi," kata Putri Jing Mi dengan tegas.
Ular piton putih yang menghadang di depan gua, yang merupakan satu-satunya jalan keluar dari sini di tambah ratusan ular kecil mengelilingi mereka membuat situasi semakin tidak terkendali.
Putri Jing Mi dan King tidak mungkin bisa melawan semua ular itu dalam waktu singkat. Cara terbaik adalah melarikan diri dari tempat ini.
Putri Jing Mi bisa mudah meninggalkan tempat ini dengan ilmu meringankan tubuhnya, sedangkan King sama sekali tidak mempunyai tenaga untuk melarikan diri maupun bertarung saat ini.
"Aku akan membawamu keluar dengan selamat!" kata Putri Jing Mi.
Putri Jing Mi mengangkat tubuh King dan memanggulnya di pundak kiri, sedangkan tangan kanannya memegang erat pedang panjang yang digunakan untuk menusuk leher ular piton hitam tadi.
Satu kali hentakan kaki yang keras, Putri Jing Mi menggunakan ilmu meringankan tubuhnya terbang ke arah ular piton putih yang menghadang di depan satu-satunya jalan keluar.
Putri Jing Mi mengayunkan pedangnya ke arah ular piton putih tanpa ragu-ragu, tetapi ular piton putih itu dengan gesit berhasil menghindari sabetan pedang Putri Jing Mi.
Tujuan Putri Jing Mi bukanlah untuk bertarung melawan ular piton putih melainkan ingin mengusirnya menjauhi lubang gua sehingga mereka bisa segera pergi dari tempat ini. Kondisi King sangat memprihatinkan dan harus meneruskan meditasinya segera.
Mata ular piton putih berkilat penuh amarah karena bisa merasakan darah ular piton hitam melekat di pedang panjang Putri Jing Mi.
Ular piton putih mengeluarkan suara desisan yang sangat besar dan menghentakkan ekornya ke arah punggung Putri Jing Mi dengan keras.
King yang di panggul oleh Putri Jing Mi melihat jelas ekor ular piton putih yang sedang mengarah ke meraka, sedangkan Putri Jing Mi tidak menyadarinya karena fokus dengan jalan di hadapannya.
"Hati-hati!" teriak King dengan suara yang kecil dan terdengar oleh telinga Putri Jing Mi.
Pada saat itulah Putri Jing Mi mendengar hembusan angin yang kuat di belakang punggungnya yang merupakan kibasan ekor ular piton putih.
Putri Jing Mi secara refleks memiringkan tubuhnya sehingga King yang berada di pundaknya terlindungi. Ekor ular piton putih berhasil menghantam punggung Putri Jing Mi dengan keras.
Langkah kaki Putri Jing Mi sempoyongan ke depan dan bahkan jatuh ke tanah bersama dengan King.
Putri Jing Mi berdiri dengan cepat dan berusaha memanggul King ke atas pundaknya lagi. King melihat jelas darah segar memuncrat dari mulut Putri Jing Mi. King yakin hantaman ekor ular piton putih menyebabkan Putri Jing Mi luka dalam.
"Putri Jing Mi!" kata King.
"Aku akan menepati janjiku!" kata Putri Jing Mi dan melangkah cepat menyusuri labirin di dalam gua sambil mengikuti goresan pedang yang ditinggalkannya sebagai penunjuk jalan ketika mereka masuk ke gua tadi.
King menarik napas lega karena ular piton putih dan ratusan ular kecil lainnya tidak mengejar mereka. Mungkin mereka sedang meratapi kematian ular piton hitam ataupun para binatang melata itu belum pernah meninggalkan ruangan tempat rumput-rumput berharga itu berada.
Akhirnya Putri Jing Mi berhasil membawa King keluar dari gua yang panjang dan sempit itu. Mereka berdua kembali ke tempat semula, tempat berkumpul dengan Xena nantinya.
Xena masih belum berada di sana sehingga Putri Jing Mi membantu mendudukkan King secara perlahan. Putri Jing Mi juga duduk di samping King dengan posisi bersila.
King melanjutkan meditasinya. Kali ini King merasakan dengan jelas tulang-tulang di dalam tubuhnya remuk. Kemudian tulang-tulang itu menyatu kembali secara perlahan.
King berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa dan tidak memperlihatkannya ekspresi kesakitan di wajahnya. King tidak ingin Putri Jing Mi yang sudah mengalami luka dalam harus menyalurkan tenaga dalam untuk membantunya lagi.
Usaha dan tekad King yang kuat membuatnya bisa melewati tantangan kali ini. Setelah mengalami rasa sakit dan terbakar dalam waktu yang lama, secara perlahan King membuka kedua matanya.
Tatapan mata King yang tajam bagaikan cahaya yang memancar ke segala arah. Tubuh Zhong Li yang lemah sudah terlahir kembali menjadi tubuh yang kuat. King bisa merasakan adanya tenaga dalam yang kuat mengalir di dalam tubuhnya.
"Putri Jing Mi! Aku berhasil!" kata King sambil melihat ke arah samping tempat Putri Jing Mi berada.
Senyuman lebar di wajah King berubah menjadi raut wajah khawatir ketika melihat Putri Jing Mi terbaring di sampingnya dengan wajah yang pucat .
"Putri Jing Mi! Putri Jing Mi!" King berteriak memanggil PutriJing Mi tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari mulut Putri Jing Mi.
King mendekatkan telinganya ke wajah Putri Jing Mi dan mendengar suara napas yang lemah dari hidung Putri Jing Mi. King mengamati keadaan sekelilingnya untuk mencari sosok Xena yang sampai saat ini belum terlihat sama sekali.
"Xena belum kembali! Apa yang harus aku lakukan?" kata hati King.
King membuka kantong goni yang merupakan kantong doraemonnya untuk mencari-cari apakah ada sesuatu di dalam sana yang bisa membantu Putri Jing Mi saat ini.
Mata King berbinar-binar ketika melihat kantong kecil yang berisi empedu ular piton hitam.
King mengangkat tubuh Putri Jing Mi secara perlahan, mendudukkan, serta menyandarkan punggung Putri Jing Mi ke dadanya. King menopang tubuh Putri Jing Mi dengan tubuhnya.
"Empedu ini pasti bisa menolongnya!" kata King sambil mengeluarkan empedu itu dari kantong dan menggigitnya menjadi potongan kecil sebelum memasukkan ke dalam mulut Putri Jing Mi.
King menyuapi empedu ular piton hitam ke mulut Putri Jing Mi dengan sabar sambil menuangkan sedikit demi sedikit air putih dari kantong minum kulit.
Beberapa saat kemudian setelah Putri Jing Mi berhasil menelan semua empedu ular piton hitam, King memeriksa keadaan Putri Jing Mi.
Raut wajah Putri Jing Mi yang semula pucat, perlahan-lahan mulai hilang. Napas dari hidung Putri Jing Mi pun terdengar lebih kuat dibandingkan sebelumnya. King yakin untuk sementara waktu nyawa Putri Jing Mi bisa tertolong sambil menunggu Xena kembali.
Pada awalnya King ingin menyalurkan tenaga dalamnya ke Putri Jing Mi. Tetapi tenaga dalam yang melimpah di dalam tubuhnya baru saja diperolehnya dan dirinya sama sekali belum tahu bagaimana cara menggunakannya.
King menatap wajah Putri Jing Mi yang sebagian tertutup topeng dengan intens. King masih mengingat dengan jelas luka goresan panjang di wajah Putri Jing Mi sehingga membuat mata King memerah karena menahan amarah.
"Putri Jing Mi! Aku pasti akan membantumu balas dendam!" King berjanji di dalam hatinya.
Rasa kesetiakawanan yang ditunjukkan oleh Putri Jing Mi terhadapnya sewaktu berada dalam kepungan ular piton putih dan ratusan ular kecil membuat King tersentuh.
King menutup kedua matanya rapat dengan maksud untuk beristirahat sebentar. Lambat laun King tertidur pulas dengan posisi duduk.
***
Selamat malam readers.
Bab ini author up pukul 22.30 WITA.
Hari ini sudah crazy up 3 bab ya. Semoga readers menyukainya.
Sampai ketemu besok ya
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE