
***Aula istana Kerajaan Dong Wang***
Perhatian Putri Xing Xing yang semula menatap Zhong Min teralihkan oleh Zhong Li alias King yang sedang berjalan pelan sambil di tuntun oleh Hercules ke arahnya, lebih tepatnya ke arah Putri Jing Mi.
Putri Xing Xing langsung tidak memedulikan Zhong Min. Matanya menatap penuh kagum ke tubuh Zhong Li dari atas kepala hingga ujung kaki. Jubah perang Putri Jing Mi yang melekat di pakaian putih Zhong Li membuatnya terlihat semakin gagah dan macho.
Jika Zhong Li tidaklah buta, Putri Xing Xing bisa memastikan Zhong Li akan menjadi seorang jendral yang hebat dan kuat seperti ayahnya, Jendral Zhong Guo.
Putri Xing Xing merasa heran dengan perubahan fisik Zhong Li yang sangat kentara. Padahal hanya berselang sekitar hampir dua minggu dari waktu jamuan makan malam di istana. Sangat tidak masuk akal, fisik Zhong Li bisa berubah secepat itu dan malahan perubahan itu menuju ke arah yang lebih baik.
Bagaimana kalau berselang beberapa hari ataupun seminggu lagi, Zhong Li berubah menjadi semakin menarik?
"Zhong Li! Kamu harus buta seumur hidupmu!" Putri Xing Xing menyumpahi Zhong Li di dalam hatinya.
Putri Xing Xing yakin dirinya akan syok dan depresi jika mendadak mata Zhong Li bisa disembuhkan oleh orang lain. Putri Xing Xing tidak mau Zhong Li yang menjadi pria sempurna nantinya adalah suami Putri Jing Mi sehingga Putri Xing Xing menyumpahi Zhong Li di dalam hatinya.
King duduk di sebelah Putri Jing Mi dengan tenang dan pandangan mata kosong. King memantau sekilas pengaturan tempat duduk sekarang.
King menyadari barisan tempat duduknya berada di sebelah kanan dari singgasana Kaisar Wang. Yang duduk sebaris dengannya adalah kerabat kerajaan termasuk Putri Jing Mi dan Putri Xing Xing.
Sementara itu barisan tempat duduk yang berada dihadapannya masih banyak yang kosong. Ada beberapa tulisan mandarin di atas meja yang berada diseberangnya, yang tentunya tidak dimengerti oleh King.
Ming Lan duduk di barisan seberang dengan tempat duduk yang masih kosong di sampingnya. King menduga itu adalah tempat duduk yang dipersiapkan untuk Jendral Zhong Guo, sedangkan tempat duduk kosong dengan tulisan mandarin di atas meja, King menebak pastinya adalah tempat duduk untuk utusan Kerajaan Xi Xia, Kerajaan Bei Ming, dan Kerajaan Nan Yun.
Setiap dua orang duduk di depan meja yang sama, baik itu berpasangan suami istri, berpasangan kekasih, dan yang tidak berpasangan ditempatkan di tempat duduk yang berdampingan.
Zhong Min sudah dijodohkan dengan Putri Xing Xing sehingga mereka duduk berdampingan, sedangkan King pastinya duduk berdampingan dengan Putri Jing Mi karena Zhong Li sudah dijodohkan dengan Putri Jing Mi.
Pangeran Xu Feng dan Bai Hu duduk berdampingan dan berada di tempat yang tidak jauh dari King.
King melirik sekilas ke arah Putri Jing Mi dengan pandangan mata kosongnya dan merasa heran. Putri Jing Mi masih mengenakan topeng besi untuk menutupi luka di wajahnya.
Padahal King pernah menanyakan kepada Xena mengenai kapan luka di wajah Putri Jing Mi sembuh. Xena memberi jawaban luka di wajah Putri Jing Mi akan hilang setelah memakai ramuan bunga teratai salju yang dibuatnya selama satu minggu. Jadi seharusnya luka di wajah Putri Jing Mi sudah sembuh sekarang.
King menduga Putri Jing Mi mempunyai alasan sendiri masih memakai topeng wajahnya sehingga King tidak mempermasalahkannya.
***
Putri Jing Mi melihat ke arah King yang berakting profesional dengan pandangan mata kosong sehingga menggunakan telepati untuk berbicara dengan King.
"Aku bisa merasa tenaga dalammu meningkat."
King mendengar jelas suara Putri Jing Mi melalui telepati yang dikirim oleh Putri Jing Mi.
"Semua karena ajaran Putri Jing Mi!" jawab King melalui telepati.
"Jendral Zhong Guo pasti bangga padamu," kata Putri Jing Mi melalui telepati.
"Terima kasih!"
Mereka berdua mengobrol menggunakan telepati tanpa ada satu orang pun yang menyadarinya.
***
Suara Bibi Wang yang keras mengema di dalam aula istana sehingga semua orang yang berada di dalam aula istana, segera berdiri untuk memberi hormat. Tentu saja Hercules membantu memapah King sari tempat duduknya.
Kaisar Wang berjalan masuk ke dalam aula istana di ikuti oleh Bibi Wang dan segera duduk di atas singgasana.
"Duduklah!" perintah Kaisar Wang.
Semua orang yang berdiri tegak di aula istana, duduk ke tempat duduk masing-masing. Hercules maju dan membantu King untuk duduk kembali.
Suasana aula istana menjadi tenang. Mereka sedang menunggu kabar dari pengawal istana tentang kedatangan Jendral Zhong Guo beserta utusan perdamaian dari Kerajaan Xi Xia, Kerajaan Bei Ming , dan Kerajaan Nan Yun.
Beberapa saat kemudian terdengar suara derap kuda dan derap kaki yang sangat keras dari luar aula istana. Indra pendengaran King yang kuat menduga ada ratusan kuda dan ribuan prajurit yang sudah tiba di luar aula istana.
Suara 'suona' yang keras dan panjang menggema dari luar aula istana. Kaisar Wang tersenyum lebar mendengar suara 'suona'. Bahkan Putri Jing Mi pun tersenyum tipis dan berbicara melalui telepati ke King.
#suona : alat musik tiup/terompet #
#gambar Suona#
"Ayahmu telah tiba!" kata Putri Jing Mi melalui telepati.
***
"Sambutan untuk Jendral Zhong Guo dan para utusan perdamaian dari Kerajaan Xi Xia, Kerajaan Bei Ming, dan Kerajaan Nan Yun." Sekali lagi suara Bibi Wang menggema di dalam aula istana.
King mengacungkan jempolnya di dalam hati terhadap suara besar dan khas milik Bibi Wang. King yakin jika Bibi Wang tinggal di dunia asli King, Bibi Wang bisa menjadi penyanyi opera yang sukses dan terkenal.
Seorang pria dewasa berjalan dengan tegap ke dalam aula istana. Pria itu mengenakan baju perang besi berwarna perak dengan pedang panjang di tangan kanannya. Mata pria itu sangat tajam dan warna kulitnya agak kecoklatan karena sering memimpin pasukan untuk bertarung di alam terbuka.
Pria itu berusia sekitar empat puluh tahun dengan tubuh yang tinggi dan besar. Pria itu adalah Jendral Zhong Guo, ayah dari Zhong Li dan Zhong Min.
"Ayah!" kata hati King.
King merasakan perasaan hatinya sangat tersentuh dengan kemunculan Jendral Zhong Guo di depan matanya. Mungkin karena Zhong Li yang asli sangat merindukan ayahnya yang sering berada di luar untuk berperang sehingga membuat King mempunyai perasaan sensitif dan bahkan hampir menitikkan air mata.
Potongan-potongan ingatan milik Zhong Li tentang Jendral Zhong Guo muncul di pikiran King. Di dalam potongan ingatan itu King bisa merasakan Jendral Zhong Guo sangat menyayangi Zhong Li dan menaruh harapan yang besar terhadap Zhong Li sebagai penerus kejayaannya.
Sosok Jendral Zhong Guo mengingatkan King akan Pak Jaka, pemilik Panti Asuhan Jaka, orang yang mengasuhnya sejak kecil. Pak Jaka yang meninggal muda karena sakit keras sebelum King sempat membalas budi kepadanya. King sudah menganggap Pak Jaka sebagai ayah kandungnya sehingga sekarang King bertekad kuat akan mewujudkan keinginan Jendral Zhong Guo dan Zhong Li sendiri yaitu menjadi jendral perang yang kuat.
Sementara itu di belakang Jendral Zhong Guo berbaris rapi utusan dari Kerajaan Xi Xia, Kerajaan Bei Ming, dan Kerajaan Nan Yun. Ketiga kerajaan itu mengirim dua orang utusan dari kerajaan masing-masing, yang mengenakan pakaian terbaik khas kerajaan mereka.
***
Halo Readers. Terima kasih sudah mendukung novel ini baik dalam bentuk vote, like, hadiah maupun komentar positif.
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE