
***Kamar tamu Kuil Tao***
A Jun berjalan menghampiri Zhong Li alias King, sedangkan A Bai mengikuti A Jun dengan tenang.
"Kak Zhong Li!" sapa A Jun sambil memegang tangan King.
King berpura-pura menoleh ke arah depan dengan pandangan mata kosong.
"Ada apa A Jun? Kenapa Hercules, Xena, dan A Tu tidak ada di sini?" tanya King.
King menduga pasti terjadi sesuatu yang menyebabkan Hercules, Xena, dan A Tu tidak berada di dekatnya seperti biasanya. Sekarang malahan A Jun yang datang mencarinya.
"Mereka semua sedang berada di ruang depan Kuil Tao. Ibu dan adik Kak Zhong Li datang," jawab A Jun dengan polos.
"Ibu dan adikku?" tanya King.
"Iya. Nyonya Ming Lan dan tuan muda Zhong Min. Mereka datang bersama beberapa prajurit untuk mencari Kak Zhong Li di Kuil Tao," jawab A Jun.
"Prajurit?" tanya King dengan nada heran.
Sebelum berangkat ke Kuil Tao, King sudah memberitahukan kepada Ming Lan dan Zhong Min tentang perjalanannya ke Kuil Tao dan akan menginap di sana. Ming Lan dan Zhong Min menggunakan kesempatan itu untuk mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh Zhong Li dan gagal.
King sudah berencana pulang ke kediaman Jendral Zhong Guo besok pagi untuk melihat ekspresi wajah terkejut dari Ming Lan dan Zhong Min, yang pastinya mengira Zhong Li sudah mati di tangan pembunuh bayaran.
Sekarang Ming Lan dan Zhong Min datang mencarinya bersama beberapa prajurit sehingga membuat King mencurigai pasti telah terjadi sesuatu hal yang tidak diketahui olehnya.
"Untuk apa prajurit itu datang?" tanya King.
"Ada rakyat Kerajaan Dong Wang yang menemukan kereta kuda kediaman Jendral Zhong Guo dengan kusir kuda yang mati mengenaskan. Kepalanya terpenggal dari tubuhnya sehingga prajurit kerajaan Dong Wang mengusutnya. Nyonya Ming Lan memberitahukan ke prajurit bahwa kereta kuda itu dipakai oleh Kak Zhong Li ke Kuil Tao sehingga prajurit kerajaan Dong Wang datang untuk menanyakan tentang hal itu. Ibu dan adik Kak Zhong Li juga ikut datang. Kak Jing Mi yang memintaku untuk memanggil Kak Zhong Li ke sana." A Jun menjelaskan panjang lebar kejadian yang diketahui olehnya.
King merasa lega setelah mendengar nama Putri Jing Mi di sebut oleh A Jun. King yakin dengan adanya Putri Jing Mi di sini, Ming Lan dan Zhong Min tidak akan bisa bertindak macam-macam.
"Ayo! Aku bantu tuntun Kak Zhong Li ke sana," ajak A Jun.
"Tunggu sebentar, A Jun!' kata King. King ingin memastikan terlebih dahulu dugaan yang muncul secara tiba-tiba di pikirannya sekarang.
King memejamkan rapat kedua matanya dan berkonsentrasi penuh ke pikirannya. King mempraktekkan ilmu telepati yang dipelajarinya semalam dari Putri Jing Mi.
Langkah pertama adalah King harus membayangkan wajah Putri Jing Mi kemudian mencari frekuensi yang sama untuk mengirimkan sinyal dari otaknya yang sudah terfokus ke Putri Jing Mi.
"Putri Jing Mi!" panggil hati King setelah berhasil menemukan frekuensi yang sama dengan Putri Jing Mi untuk mengirimkan sinyal.
"Iya. Kamu berhasil menggunakan telepati dengan baik." Terdengar suara Putri Jing Mi di telinga King.
"Jasad kusir kuda bisa ditemukan oleh prajurit karena andil Putri Jing Mi? " tanya King tanpa basa-basi melalui telepati.
"Iya!" Terdengar jawaban Putri Jing Mi dengan singkat melalui telepati.
"Baiklah. Aku ke sana sekarang," ucap King melalui telepati.
King tersenyum samar dan bersiap berjalan ke ruang depan Kuil Tao untuk melihat drama yang di sponsori oleh Ming Lan dan Zhong Min.
" A Jun!" King memanggil A Jun untuk menuntunnya ke ruang depan Kuil Tao.
Tiba-tiba King merasakan kakinya di tabrak oleh A Bai. A Bai menggosok-gosokkan kepalanya ke kaki King sehingga King membungkukkan badannya dan berpura-pura mencoba mencari tubuh A Bai dengan pandangan mata kosong.
"Kak Zhong Li! A Bai menyukaimu," kata A Jun.
A Jun mengangkat tubuh A Bai dan meletakkan di tangan King dengan perlahan. King membelai bulu A Bai yang putih dan lembut.
King mempunyai firasat serigala putih di pelukannya mempunyai ikatan yang dalam dengannya. Mungkin dalam waktu dekat A Bai akan ikut bersamanya.
A Bai melolong pendek sambil menjilat tangan King.
King terkejut dengan reaksi A Bai, seolah-olah A Bai bisa mendengar kata hati King sehingga King mencoba membuktikan dugaannya apakah benar atau tidak.
"Turun dari pangkuanku!" perintah King di dalam hati.
A Bai melompat turun dari tangan King dan melihat ke arah King sambil menggoyangkan ekornya.
"Serigala yang pintar!" kata hati King.
A Bai mendekati kaki King dan menggosok-gosokkan kepalanya ke kaki King lagi.
"A Bai! Ayo kita antar Kak Zhong Li ke ruang depan," kata A Jun.
A Bai melolong pendek sebagai jawab 'ya' atas perkataan A Jun.
A Jun menuntun King menuju ruang depan di ikuti oleh A Bai.
***Ruang depan Kuil Tao***
Ming Lan dan Zhong Min duduk di ruang depan sambil tersenyum lebar ke arah Putri Jing Mi yang duduk dengan wajah tanpa ekspresi. Putri Jing Mi menikmati teh yang dihidangkan oleh Hercules tadi.
Putri Jing Mi sama sekali tidak memedulikan Ming Lan dan Zhong Min karena sudah mengetahui hati mereka berdua yang busuk dan jahat terhadap Zhong Li.
Sementara itu Hercules, Xena, dan A Tu sedang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh prajurit Kerajaan Dong Wang.
Beberapa saat kemudian King tiba di ruang depan Kuil Tao. Hercules yang sudah selesai di interogasi oleh prajurit, segera menggantikan A Jun menuntun King untuk duduk di samping Putri Jing Mi.
"Zhong Li! Kenapa wajahmu memar? Apa yang terjadi?" kata Ming Lan sambil menangis, sedangkan Zhong Min berdiri di samping Ming Lan menatap King dengan raut wajah khawatir.
"Drama keluarga!" kata hati King sambil melihat ke arah lain dengan pandangan mata kosong.
King tahu Ming Lan dan Zhong Min bersikap baik kepadanya karena sedang berakting di depan Putri Jing Mi.
Pemimpin prajurit yang bernama A Chen menghampiri King dengan wajah semringah.
"Tuan muda Zhong Li! Aku A Chen, pemimpin prajurit penyelidikan, akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai kejadian dua hari yang lalu," kata A Chen dengan ramah.
King menganggukkan kepalanya pertanda mengerti akan perkataan A Chen.
"Apa yang terjadi setelah tuan muda Zhong Li keluar dari kediaman Jendral Zhong Guo?" tanya A Chen.
King terdiam sebentar sambil berpura-pura memikirkan kejadian beberapa hari yang lalu, sedangkan Ming Lan dan Zhong Min melihat King dengan perasaan tidak tenang.
"Aku mendengar suara hujan deras. Kemudian kereta kuda berhenti secara tiba-tiba, A Tu berteriak histeris dan Hercules menunggangi kuda membawaku ke sini," jawab King.
Perkataan King sama dengan hasil interogasi yang dilakukan oleh A Chen terhadap Hercules, Xena, dan A Tu tadi.
Pendeta Tao muda, A Lao juga memberikan jawaban yang sama karena dia yang membukakan pintu Kuil Tao untuk King dan lainnya pada malam hari kejadian.
***
Selamat siang readers. Terima kasih dukungannya untuk novel ini ya.
Di tunggu kelanjutan ceritanya.
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE