
**ISTANA KAISAR WANG***
Pangeran Bei Chen Yi terpaksa menghentikan langkah kakinya karena di hadang oleh Jendral Zhong Guo.
"Ada apa ,Jendral Zhong Guo?" tanya Pangeran Bei Chen Yi.
"Obat penawar untuk racun buta!" kata Jendral Zhong Guo sambil menyodorkan tangannya ke arah Pangeran Bei Chen Yi.
"Sial! Pasti identitas Ming Lan sudah ketahuan.Jika aku tidak memberikan obat penawar untuk racun buta , maka aku tidak bisa keluar dari sini!" kata hati Pangersn Bei Chen Yi.
Pangeran Bei Chen Yi memberikan obat penawar racun buta dengan terpaksa dan mendengus keras sebelum meninggalkan ruangan.
Xena memeriksa obat penawar racun buta itu terlebih dahulu sebelum memberikannya kepada King.
"Minumlah!" kata Jendral Zhong Guo dengan mata berkaca-kaca.
Zhong Li alias King meneguk habis obat penawar racun buta dalam sekali teguk. Beberapa saat kemudian King merasakan matanya panas dan perih sehingga King menutup kedua matanya dengan cepat.
"Zhong Li!" kata Jendral Zhong Guo dan Putri Jing Mi bersamaan.
Mereka berdua memegang tangan King di sisi yang berlainan sambil menatap King dengan raut wajah cemas.
Putri Jing Mi tahu reaksi King tadi bukanlah akting melainkan King benar-benar merasakan kesakitan sehingga Putri Jing Mi khawatir dengan keadaan King sekarang.
Beberapa saat kemudian King membuka kedua matanya dengan perlahan setelah rasa panas dan sakitnya menghilang.
"Ayah! Putri Jing Mi!" kata King.
"Zhong Li! Matamu sudah sembuh!" kata Jendral Zhong Guo kegirangan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Dia tidak buta! Dia pura-pura buta!" teriak Putri Bei Chen Hsuang sambil menunjuk King.
Tidak ada satu orang pun yang berada di ruangan ini percaya dengan perkataan Putri Bei Chen Hsuang.
"Pengawal! Tangkap dan penjarakan Putri Bei Chen Hsuang karena berani mencelakai Putri Xing Xing dengan ulat santet pemikat!" perintah Kaisar Wamg dengan tegas.
Para pengawal kerajaan Dong Wang ingin menyeret Putri Bei Chen Hsuang keluar dari ruangan. Tetapi Putri Bei Chen Hsuang tidak membiarkan dirinya diseret keluar dengan mudah. Segala macam sumpah serapah di ucapkan oleh Putri Bei Chen Hsuang. Bahkan Putri Bei Chen Hsuang berniat mempermalukan Putri Jing Mi.
"Zhong Li! Buta atau tidak , kamu bodoh dalam menilai wanita! Kamu menolakku yang cantik dan awet muda. Malahan memilih Putri Jing Mi yang berwajah jelek! Ha ha ha ha!Bodoh dan jelek memang pasangan serasi ," kata Putri Bei Chen Hsuang sambil melihat topeng di wajah Putri Jing Mi dengan tatapan menghina.
"Jelek? Dasar wanita tua ! Lihat baik-baik wajah Putri Jing Mi yang cantik bagaikan dewi yang turun ke dunia ," kata King sambil membuka topeng wajah Putri Jing Mi dengan cepat.
Terdengar suara berdecak kagum memenuhi seisi ruangan. Wajah Putri Jing Mi sangat bening dan cantik. Tidak ada bekas goresan panjang di pipi bagian kanan Putri Jing Mi. Kaisar Wang sangat terharu melihat wajah putri angkatnya sudah sembuh dari luka.
"Tidak! Tidak! Di mana bekas luka dari cambuk cemetiku? Di mana?" teriak Putri Bei Chen Hsuang histeris.
Hercules memasukkan satu buah mantau besar ke mulut Putri Bei Chen Hsuang karena tidak tahan mendengar suara teriakannya. Para pengawal kerajaan Dong Wang pun bergegas menyeret Putri Bei Chen Hsuang keluar dari kamar.
Kaisar Wang berjalam menghampiri Putri Jing Mi dan memegang tangannya.
"Jing Mi! Luka di wajahmu sudah sembuh. Kamu berhasil mendapatkan bunga teratai salju di puncak Pegunungan Kunlun? " tanya Kaisar Wang.
Sewaktu wajah Putri Jing Mi terluka parah, Kaisar Wang pernah mengutus pengawal kerajaan Dong Wang mencari bunga teratai salju di puncak Pegunungan Kunlun tetapi tidak ada pengawal yang selamat pulang ke kerajaan Dong Wang .
"Iya ,ibunda! "jawab Putri Jing Mi dengan jujur.
Putri Jing Mi melihat ke arah Putri Xing Xing yang lemas dan pucat . Putri Xing Xing sedang di papah oleh pengawal kerajaan Dong Wang.
"Ibunda! Ayo panggil tabib istana untuk memeriksa keadaan Xing Xing!" kata Putri Jing Mi.
Kaisar Wang menganggukkan kepala pertanda setuju dengan perkataan Putri Jing Mi.
"Pengawal! Antar Putri Xing Xing ke kamarnya dan panggil tabib istana!" kata Kaisar Wang .
Sepeninggal Kaisar Wang, orang-orang yang berada di dalam kamar pun membubarkan diri. King pulang ke kediaman Jendral Zhong Guo sedangkan utusan perdamaian dari Kerajaan Xi Xia dan Kerajaan Nan Yun pulang ke kediaman Bunga Persik.
Selamat malam readers. Di tunggu kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE