
**TEMPAT PERAJIN PANDAI BESI***
Wajah perajin pandai besi menjadi pucat seketika karena mengira tangannya akan di potong oleh Zhong Li alias King.
Perajin pandai besi memundurkan kakinya ke belakang secara perlahan dan bersiap-siap untuk melarikan diri.
"Xena!" kata King dengan suara tegas.
Xena mengerti keinginan King dan segera menarik tangan perajin pandai besi dan mengarahkannya ke King.
"Ini tangannya,Tuan Muda Zhong Li!" kata Xena sambil memegang erat pergelangan tangan perajin pandai besi supaya dia tidak melarikan diri.
"Jangan ,tuan muda Zhong Li! Aku minta maaf karena sudah berani berbohong waktu itu. Jangan potong tanganku! Ampun!" teriak perajin pandai besi sambil berlinangan air mata.
King merasakan sakit kepala mendengar rengekan dan sikap lembek perajin pandai besi.
"Diam!" teriak King.
Perajin pandai besi menutup rapat mulutnya dengan kedua tangannya. Tubuhnya bergetar disertai buliran air mata yang mengalir deras di wajahnya.
King tidak memedulikan rasa ketakutan dari perajin pandai besi , malahan dengan akting pandangan mata kosong, King mencoba meraba-raba telapak tangan perajin pandai besi .
Seketika mata Hercules, Xena dan perajin pandai besi membulat besar. Mereka bertiga merasa aneh dengan sikap King dan tidak berani bersuara sama sekali karena King meraba-raba telapak tangan perajin pandai besi dengan serius.
Padahal King bukan meraba-raba telapak tangan perajin pandai besi melainkan memegang sarung tangan yang sedang dipakai oleh perajin pandai besi.
"Ini apa?" tanya King.
"Ini sarung tangan kerjaku!" jawab perajin pandai besi dengan jujur sambil mengelap air mata dengan jari tangan kirinya yang kasar.
King melepaskan tangannya dari sarung tangan perajin pandai besi.
"Kamu yang membuatnya?" tanya King.
"Iya, tuan muda Zhong Li! Sarung tangan besi ini tahan panas sehingga aku bisa menempa pedang tanpa melukai tanganku," jawab perajin pandai besi.
"Bagus! Aku mau satu pasang sarung tangan ini," kata King.
"Baik, tuan muda Zhong Li! Aku akan membuat satu pasang sarung tangan yang baru untuk tuan muda Zhong Li," kata perajin pandai besi.
"Aku mau besok sudah selesai sarung tangannya," kata King.
"Pasti ,tuan muda Zhong Li!" kata perajin pandai besi dengan semangat.
Perajin pandai besi merasa lega dan bersyukur karena tangannya masih utuh sampai saat ini.
Kali ini perajin pandai besi langsung mendekatkan tubuhnya ke arah Zhong Li tanpa ragu-ragu.
Mata Hercules, Xena dan perajin pandai besi membulat besar lagi karena King meraba-raba pundak perajin pandai besi. Padahal sebenarnya King sedang memegang bahan pakaian yang dikenakan oleh perajin pandai besi.
Walaupun King menampilkan pandangan mata kosong, King bisa melihat dengan jelas ekspresi ketiga orang di hadapannya saat ini. Seolah-olah King adalah makhluk dari luar angkasa seperti alien.
King juga merutuki dirinya terperangkap di tubuh Zhong Li yang buta, sehingga setiap kali menginginkan sesuatu , dengan terpaksa harus memakai tangannya untuk meraba-raba supaya bisa menyampaikan keinginannya dengan jelas.
Padahal King juga merasa tidak nyaman harus menggunakan jurus meraba-raba.
"Aku harap di Pegunungan Kunlun ada rumput untuk menyembuhkan buta sehingga tidak perlu sengsara seperti ini," keluh hati King.
"Apa bahan pakaianmu? Kenapa kasar sekali?" King pura-pura bertanya kepada perajin pandai besi.
"Tuan Zhong Li! Pakaianku terbuat dari kain goni ," jawab perajin pandai besi.
Kain goni merupakan kain kasar yang digunakan untuk membuat karung atau kantong . Sejak pertama kali bertemu perajin pandai besi , King tahu bahan pakaian ini bisa digunakannya dalam menjelajahi Pegunungan Kunlun.
"Aku mau dibuatkan satu kantong dengan kain goni. Kamu bisa membuatnya?" tanya King.
"Bisa! Semua pakaianku adalah hasil jahitanku," jawab perajin pandai besi .
"Alamak! Aku hampir aja lupa di dunia ini pria yang melakukan pekerjaan wanita. Termasuk menjahit," kata hati King.
"Baguslah! Aku mau kantong sebesar ini dengan tali ," kata King sambil memperagakan seberapa besar kantong yang diinginkan dengan kedua tangannya.
"Baik ,tuan muda Zhong Li! Besok pagi sarung tangan dan kantongnya bisa di ambil di sini," kata perajin pandai besi.
"Aku mau yang terbaik! Harga bukan masalah!" kata King.
King yakin perajin pandai besi tidak akan memberikan harga yang tidak masuk akal lagi karena andil Putri Jing Mi waktu itu.
"Hercules! Xena! Kalian boleh pilih senjata yang kalian sukai. Aku yang bayar," kata King.
"Terima kasih tuan muda Zhong Li!" jawab Hercules dan Xena bersamaan.
Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 22.50 WITA. Selamat membaca.
SEE YOU TOMORROW😊
AUTHOR : LYTIE