
Zhong Li alias King yakin kemunculan Putri Jing Mi saat ini pastilah bukan kebetulan semata. Zhong Li berfirasat Putri Jing Mi ingin ke Puncak Pegunungan Kunlun.
"Putri Jing Mi!" kata Xena sambil memberi hormat kepada Putri Jing Mi yang sudah berada di hadapan mereka.
"Xena! Putri Jing Mi ada di sini?" King berpura-pura bertanya ke Xena dengan pandangan mata kosong.
"Iya ,tuan muda Zhong Li! Aku yang memberitahukan Putri Jing Mi tentang perjalanan kita sehingga Putri Jing Mi menunggu di Kuil Tao!" kata Xena.
Pada awalnya Putri Jing Mi sudah merencanakan segera berangkat ke puncak Pegunungan Kunlun untuk mengambil rumput abadi, yang dijanjikannya ke Zhong Li.
Tetapi Xena mengirimkan surat merpati ke Putri Jing Mi dan memberitahukannya tentang perjalanan Zhong Li ke Kuil Tao dalam waktu dekat sehingga Putri Jing Mi sengaja menunggu Zhong Li di Kuil Tao.
"Aku sudah berjanji akan mengambilkan rumput abadi untukmu. Tidak masalah jika kamu mau ikut , asalkan tubuhmu bisa tahan untuk mencapai puncak Pegunungan Kunlun," kata Putri Jing Mi ke King .
Semalam Putri Jing Mi sudah mengetahui Zhong Li di serang oleh pembunuh bayaran dari Xena.
King merasa tersinggung dengan perkataan Putri Jing Mi. Zhong Li yang asli pastilah tidak mungkin berani ke puncak Pegunungan Kunlun. Malahan Zhong Li tidak akan berani keluar dari kediaman Jendral Zhong Guo sama sekali.
Sekarang King yang macho terperangkap di dalam tubuh Zhong Li sehingga dirinya merasa tersinggung karena diremehkan oleh Putri Jing Mi.
"Aku pasti bisa mencapai puncak Pegunungan Kunlun," kata King dengan yakin.
Putri Jing Mi menatap intens King atas kepala sampai ujung kaki. Putri Jing Mi merasa aneh King membawa kantong goni di punggungnya.
"Kita berangkat sekarang!" kata Putri Jing Mi .
Putri Jing Mi berjalan di depan King.Sedangkan Xena menuntun King berjalan mengikuti Putri Jing Mi dari belakang.
King melihat jelas jenis pakaian yang dikenakan Putri Jing Mi sama dengan pakaian yang dikenakan olehnya dan juga Xena.
Pakaian mereka semuanya adalah pakaian dari Kuil Tao . Ada simbol Tao di pakaian itu yaitu simbol Yin dan Yang. Konsep Yin dan Yang dalam filosofi Cina mendeskripsikan bagaimana kekuatan yang kontra atau berlawanan saling terhubung dan bergantung satu sama lain, serta bagaimana mereka saling meningkatkan.
Simbol Yin dan Yang berbentuk lingkaran yang dibagi menjadi dua bagian oleh garis lengkung dengan dua warna yang berbeda yaitu warna hitam dan putih.
Lingkaran itu sendiri melambangkan keseluruhan, dan area hitam dan putih di dalamnya menyimbolkan kedua elemen yang berinteraksi. Area putih adalah elemen Yang, dan area hitam melambangkan Yin. Pada masing-masing area terdapat titik besar dengan warna berkebalikan yang menggambarkan bagaimana masing-masing elemen akan bertransformasi menjadi elemen lainnya.
Walaupun pakaian mereka mempunyai corak yang sama tetapi King merasa iri dengan pakaian yang dikenakan oleh Putri Jing Mi.
Pakaian Putri Jing Mi berwarna hitam sedangkan pakaian King , Xena dan lainnya berwarna biru. Sejak terperangkap di tubuh Zhong Li , King sama sekali belum pernah memakai pakaian berwarna hitam yang merupakan warna kesukaannya selama ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Awal perjalanan mereka melewati hutan pegunungan yang biasa dan jalan pegunungan yang berkelok-kelok. Lambat laun jalan pegunungan menjadi sempit dan menghilang tanpa jejak.
Di hadapan mereka terpampang hutan yang lebat dan ditumbuhi semak belukar dan ilalang yang hampir sama setinggi pinggang Zhong Li.
Hal itu dikarenakan sudah lama sekali tidak ada orang yang berani menuju Pegunungan Kunlun. King menduga Pegunungan Kunlun sudah dilupakan hingga puluhan tahun lamanya sehingga jalan menuju ke sana tertutup oleh semak belukar dan ilalang.
"Xena! Kenapa kita berhenti? " King berpura-pura bertanya kepada Xena.
Xena mengeluarkan pedangnya dan mulai menebas semak belukar dan ilalang yang menghalangi jalan mereka. Sedangkan Putri Jing Mi berdiri di samping King menunggu Xena selesai membuka jalan untuk mereka.
Putri Jing Mi dan King tidak menunggu dalam waktu yang lama. Semak belukar dan ilalang yang menghalang di hadapan mereka sudah tidak ada lagi,dan menyisakan satu jalan lurus yang bisa dilewati oleh mereka bertiga.
"Pelayan aja sudah gitu hebat. Aku yakin Putri Jing Mi lebih hebat," kata hati King.
Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan tanpa membuang waktu lagi. Akhirnya mereka tiba di hadapan Pegunungan Kunlun.
Mata King berbinar-binar mengamati jalur pendakian yang akan dilakukannya nanti yang merupakan tebing-tebing yang curam. Semangat darah mudanya berpacu dengan kuat. King sudah tidak sabaran untuk mencapai puncak Pegunungan Kunlun.
Mata berbinar King berubah menjadi tatapan mata kosong karena menyadari ada Putri Jing Mi di dekatnya. King tidak mau Putri Jing Mi menyadari kebohongannya saat ini.
"Tuan muda Zhong Li! Kita sudah tiba di depan Pegunungan Kunlun!" kata Xena.
King mengangguk dan melepaskan kantong goni dari punggungnya. Kemudian King meraba-raba isi kantong goni dan mengeluarkan sebuah gulungan tali . Tali itu adalah tali yang paling kuat dan harganya sangat mahal. King membelinya dengan tael emas hadiah dari Kaisar Wang.
"Xena! Ikat tali ini di pinggangku!" King.
"Baik, tuan muda Zhong Li!" kata Xena.
Zhong Li yang buta membuat King tidak bisa langsung memanjat Pegunungan Kunlun dengan kekuatan aslinya. King harus berpura-pura bergantung kepada Xena .
Putri Jing Mi sudah memanjat Pegunungan Kunlun terlebih dahulu. Sedangkan Xena dan King menyusul setelah tali mengikat erat di pinggang mereka masing-masing.
King memanjat duluan sambil meraba-raba dinding batu yang curam dengan tangan yang sudah memakai sarung tangan besi. King memanjat dengan lincah dan bersemangat. Xena menyusul memanjat di bawah King dan terkagum dengan kelincahan King.
"Sarung tangan besi itu sangat berguna.Aku akan membuat sepasang saat uangku cukup," kata hati Xena.
King yang berada di atas Xena bisa memanjat dengan normal tanpa perlu berpura-pura buta dan takut ketahuan orang siapapun karena Putri Jing Mi yang berada di atas King sudah tidak terlihat sosok tubuhnya sama sekali.
"Enak juga ya kalau aku bisa ilmu meringankan tubuh," kata hati King.
King berhasil mencapai puncak Pegunungan Kunlun setelah memanjat selama satu jam lebih. Hamparan salju yang tebal menyelimuti puncak Pegunungan Kunlun.
Dalam sekejap mata, King merasakan udara yang sangat dingin sekali, seolah-olah King sedang terkurung di dalam kulkas besar.
King memeluk erat tubuhnya sendiri dengan cara menyilangkan kedua lengannya di depan dada lalu memegang kedua bahunya secara spontan karena merasa kedinginan.
Putri Jing Mi menghampiri King dan menarik tangan kanan King serta menggenggam dengan erat. King bisa merasakan aliran hangat dari genggaman tangan Putri Jing Mi yang langsung menyebar ke sekujur tubuh King.
"Keren banget tenaga dalamnya! Aku tidak perlu mencari api unggun," kata hati King.
Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 22.00 WITA dan lebih panjang. Semoga cepat muncul di aplikasi ya.
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE