
Pemberitahuan!
Visual Cast Jian Gabriella sudah di publish di akun Instagram @wind.rahma
Di Youtube belum tersedia, ya.
Buat yang masih nanya, kenapa gak di sini aja? Mohon maaf, Apk nya masih error, belum bisa juga. Jika sudah bisa pasti di pampang di sini.
🌷🌷🌷Happy Reading🌷🌷🌷
Kelopak mata indah Jian mulai bergerak-gerak. Perlahan mata itu terbuka. Kemudian ia mengedarkan pandangannya ke sekitar. Tidak ada siapapun di sana. Perasaan tadi ia tidur di bahu Ardy, tapi sekarang pria itu tidak ada.
Jian melirik jam tangan berukuran kecil yang melingkar di pergelangan mungilnya. Jarum jam sudah mengarah ke angka jam 2 dini hari. Ia bangkit dari duduknya dan berdiri di depan kaca besar ruang ICU dengan tirai yang sedikit terbuka.
Damar terbaring lemah di sana, beberaa alat medis terpasang di tubuh pria paruh baya itu. Setitik air mata Jian kembali jatuh dari matanya yang sedikit sembab. Ia tak kuasa menahan tangis melihat kondisi ayahnya seperti sekarang ini.
Sebelum tidur tadi, Dokter sempat mengatakan jika kondisi ayahnya kian memburuk. Hal tersebut di sebabkan oeh serang jantung yang berat. Tapi untungnya, nyawa pria itu masih tertolong.
Tiba-tiba saja Jian terkejut, saat seseorang melingkarkan tangan ke bagian perutnya dari belakang. Dan dagu orang tersebut menumpu di atas bahu sebelah kanannya.
"Maafkan aku, aku telah membuat kesalahan besar yang membuat kondisi ayahmu seperti ini!"
"Tidak, tuan. Jika saja saat itu aku teliti dan tidak ceroboh. Mungkin aku tidak akan di hadapkan pada sebuah pilihan yang akhirnya membuat ayahku seperti sekarang ini. Aku yang salah, tuan," ujarnya sembari terisak.
Ucapan Jian sedikit menyinggung pria itu, sebab dia lah yang memberi Jian pilihan tersebut.
"Aku hanya penasaran saja, siapa yang sudah tega memberi tahu hal ini pada ayah? Dan dari mana dia tahu rahasia antara kau dan aku?"
"Aku juga tidak tahu, Jian. Nanti aku pasti akan mencari siapa orangnya," jawab Ardy.
"Beri tahu aku jika kau sudah mengetahui siapa orangnya!"
Sebenarnya Ardy sudah tahu siapa orang tersebut, tapi ia memilih untuk menyembunyikannya terlebih dahulu dari Jian. Ia akan menunggu sampai keadaan kembali membaik. Sebab ia tahu, perasaan Jian pasti akan lebih kacau jika tahu siapa orang yang sebenarnya sudah membuat ayahnya terkena serangan jantung.
"Oh, ya, kau tadi darimana?"
Ardy sedikit gugup mendapat pertanyaan tersebut. Sebab tadi ia sempat pulang ke Apartemen.
"Aku .. aku tadi ke toilet sebentar," jawabnya asal.
"Oh."
"Kenapa, kau takut aku pergi meninggalkanmu?" godanya.
"Bu-bukan seperti itu, aku hanya-"
"Aku akan terus menemanimu, Jian. Jangan takut!" pungkasnya.
Jian langsung diam, menunduk malu. Entah kenapa akhir-akhir ini pria itu sering membuatnya gugup seperti sekarang ini. Dan ucapannya memberinya sedikit kekuatan, bahwa ia tidak sendiri menghadapi masalah ini.
Ardy semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Jian. Lalu menenggelamkan wajahnya di bahu wanita itu. Hidung mancungnya menghirup banyak-banyak aroma tubuh Jian. Sampai akhirnya, Jian merasakan sesuatu mengeras yang mengganjal di bagian buokongnya. Ah, apakah itu?
Bersambung...
___
Habis baca ini jangan lupa POIN nya beri ke aku, yah, dengan cara klik BERI HADIAH di bawah cover. Atau jika punya KOIN jangan sungkan-sungkan untuk di SODAKOHKAN agar rezekinya tambah banyak.
TAMBAHKAN KE RAK FAVORIT YAAA❤