One Night Stand With TUAN MUDA

One Night Stand With TUAN MUDA
Ok, Goole. Apa itu Jengkol?


"Tu-tuan ... Kau bau-"


"Bau kan?" pungkas Ardy. "Ini semua karenamu! Kau sudah mempermalukan aku di depan orang-orang terpentingku!" sentaknya membuat Jian menunduk lantaran tidak tahan menahan baunya.


"Maksudmu apa?"


"Apa yang sudah kamu masak kemarin?"


Jian menegakkn wajahnya menatap wajah pria yang penuh amarah. "Te-tempe goreng dan se-sem.. Semur jengkol, tu-tuan." Jian menjawabnya sangat gugup.


Ardy mengernyit. "Semur jengkol?"


"I-iya, tuan."


"Makanan apa itu?" tanyanya lagi, baru kli ini ia mendengar nama masakan yang terdengar asing.


"Yang kau makan kemarin. Sebenarnya aku ingin mengatakan lebih dulu padamu, tapi kau sudah memakannya bahkan sampai habis."


Ardy melepaskan tangan yang menumpu di atas tangan Jian di tembok. Lalu ia merogoh ponselnya dari balik saku jas. Ia mendekatkan ponselnya ke dekat mulut.


"Ok google. Apa itu jengkol?"


Jian sampai terbelalak mendengar hal konyol yang di lakukan oleh Ardy. Ia berusaha menahan tawa dalam hati agar pria di hadapannya tidak semakin marah padanya.


Usai membaca sesuatu dari layar ponselnya, Ardy kembali melayangkan sorot mata tajam merah menyala pada Jian. Dengan cepat ia masukan ponsel ke saku jasnya dan kembali mengurung Jian dalam kungkungan tangannya.


"Rasakan ini!" Dalam sekejap Ardy melahap bibir mungil milik Jian. Baginya ini adalah hukuman untuk Jian agar dia bisa merasakan bau mulutnya.


"Mmph ... mmppphh ..." Jian berusaha memberontak, namun sayangnya Ardy cukup kuat menahannya.


Ardy menciumi bibir Jian dengan begitu agresif dan sangat kasar. Sedikitpun dia tidak memberi wanita itu ampun apalagi terepas dari hukumannya. Sampai akhirnya dia menggiring Jian menuju kamar tanpa melepaskan tautan bibir mereka.


🌷🌷🌷


Akhirnya Daven memutuskan untuk kembali ke Apartemen. Berlama-lama di kantor dalam keadaan tidak fokus membuatnya sedikit stress. Dan begitu ia melewati Unit Apartemen kamar Ardy, ia melihat temannya itu tengah bercumbu dengan seorang wanita yang ada di balik tubuh Ardy. Bahkan temannya itu sampai membawa wanita tersebut ke dalam kamar.


"Dasar gila! Asyik bercumbu sampai lupa menutup pintu," cecar Daven sambil membantu menutupkan pintu Unit kamar Ardy, lantaran takut ada orang lain yang melihat kelakuan gila temannya selain dirinya.


Setelah menutup pintu kamar Ardy, Daven masuk ke Unit kamarnya. Membaringkan tubuh dengan sedikit kasar, menatap langit-langit kosong di sana. Mengingat Ardy sedang bercumbu membuatnya kembali teringat Jian. Seandainya dia bisa seperti itu dengan Jian, dia pasti akan merasa dunia milik berdua.


"Suaranya saja terdengar begitu seksi, apalagi desahannya. Aahhh.." Daven tersenyum sendiri dan sepertinya dia mulai gila.


"Jiaaan ... Oohh, Jiaaan ... Kenapa kau begitu menggemaskan, sayaaaang ... " Sepanjang hari Daven menghabiskan waktunya hanya dengan membayangkan wanita tersebut.


Sampai-sampai handbody yang jadi sasaran pelariannya di balik selimut.


Bersambung...


___


Jangan lupa juga untuk:


👍Tinggalkan Like


📝Komentar


❤Masukan rak buku favorit


📦Beri Hadiah


Jangan lupa untuk follow akun media sosialku:


IG: wind.rahma