One Night Stand With TUAN MUDA

One Night Stand With TUAN MUDA
Jian Kecewa


Jian mendorong tubuh Daven menjauh, wanita itu langsung bangkit dari duduknya.


"Kenapa kau melakukan itu padaku?" seru Jian pada Daven.


Pria itu ikut bangkit dan berdiri tepat di hadapan Jian. "Jian, maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk-"


"Temanku pasti akan marah padaku jika tahu hal ini!" pungkasnya, seraya menepis kedua tangan Daven yang hendak menyentuh bahunya.


Daven mengernyit bingung dengan ucapan Jian. "Temanmu akan marah, maksudmu?"


Jian mengatur napasnya yang sempat memburu akibat bicara dengan nada lumayan tinggi. Setelah napasnya mulai terkontrol, ia mencoba menceritakan pada Daven.


"Daven, kau tahu, mengapa aku selalu segan dengan segala kebaikanmu?"


"Kenapa?"


"Karena ternyata, kau adalah Daven yang sama dengan Daven yang di taksir oleh Alana, temanku di kantor. Dia wanita yang selalu memimpikanmu setiap malam, dan berharap jika kau hadir di kehidupan nyatanya, bukan hanya sekedar mimpi. Aku segan jika harus pulang dan pergi ke kantor bersama. Aku takut jika temanku sampai melihatku sedang bersamamu. Aku takut semuanya akan salah paham. Dan sebagai bentuk rasa bersalahku padanya, aku berniat mendekatkan dia denganmu. Tapi kenapa kau malah melakukan hal barusan padaku?"


Wanita itu di buat terheran oleh Daven yang menanggapi perkataannya dengan tawa kecil.


"Jian, Jian. Sebegitu besarnya rasa perdulimu pada temanmu, sampai kau lupa memperdulikan hatimu sendiri."


Jian senakin tidak paham akan maksud yng di katakan Daven. "Maksudmu?"


Daven menghentikan tawanya, lalu berganti menatap Jian dengan begitu lekat. "Jangan hanya karena kau segan dengan temanmu, kau sampai menyiksa hatimu sendiri! Aku yakin, kau memiliki sepercik perasaan untukku."


Jian terdiam mendengar ucapan Daven. Dalam hati, tidak bisa ia pungkiri, bahwa ia memang nyaman dengan semua perlakuan pria itu. Tapi di sisi lain, ia tidak boleh terlena dengan kebaikan Daven. Anggap saja, kebaikan Daven merupakan baiknya seorang teman. Dan jangan sampai ia mengubah pertemanan menjadi sebuah percintaan dalam waktu yang bersamaan.


"Aku harus segera kembali ke Unitku. Terima kasih banyak makanannya!" ucap Jian tergesa keluar dari Unit Daven.


Daven mengejar langkah Jian yang sudah berada di ambang pintu. Ia menarik lengan wanita yang langsung menepis tangannya.


"Aku harap kau tidak marah padaku soal tadi!"


Jian sama sekali tidak Menggubri perkataan Daven, ia langsung keluar dari Unit tersebut. Dan, baru saja 2 langkah dari sana, kedua bola matanya tertuju pada wanita cantik yang tengah berdiri di depan pintu Unit milik Ardy.


"Baby ... Buka pintunya! Ini aku Gea, by!" terik wanita tersebut seraya menggedor-gedor pintu.


Mendengar hal tersebut membuat Jian berpikir sesuatu.


Itu kan kekasih tuan Ardy? Jika tuan Ardy tidak sedang bersama wanita itu, lantas dia kemana? Batinnya dalam hati.


Lantaran wanita itu menyadari keberadaannya, Jian langsung bergegas pergi dari sana. Menghiraukan teriakan Daven yang meneriakinya untuk tetap berangkat kerja bersama esok hari.


Bersambung...


___


Author Note:


Visual Cast Jian akan segera rilis, jangan lupa untuk segera follow instagram @wind.rahma


Biar gak ketinggalan. Visual Daven juga pasti aku up di sana.


Jika aplikasinya sudah stabil, nanti aku pasti bakal up visualnya di sini juga. Terima kasih.


Jangan lupa like, komen, vote, dan beri aku hadiah, yaaaa! Karena dukungan kalian sangat berarti dan menambah semangatku dalam menulis.