
Saat hendak melajukan mobil, Ardy di kejutkan oleh kekasihnya yang tiba-tiba muncul lalu masuk ke dalam mobilnya. Ia seketika panik, takut jika kekasihnya itu sampai melihat Jian baru saja turun dari mobilnya.
"Gey, kau-"
Cup!
Ardy langsung diam saat Gea menyosor mencium pipinya.
"By, aku ingin jalan-jalan lagi denganmu. Bisa kan?" Gea merajuk, ia bersandar di bahu Ardy serta bergelayut manja di lengan pria itu.
Ardy melepaskan tangan Gea di lengannya perlahan, lalu berganti menatap wajah di hadapannya.
"Tidak bisa, Gey! Aku harus meeting," tolak Ardy halus.
Gea mendengus. "Selalu saja sibu dan meeting. Lantas kenapa kau berhenti di sini, kantormu kan masih beberapa puluh meter lagi, by?"
Ardy menggaruk tengkuknya yng tidak gatal, berusaha mencari alasan. "Mm .. itu, aku-"
"By, ini kotak makan siapa?" tanya Gea lagi, saat pandangannya baru menemukan sebuah kotak makan di depannya.
Ardy semakin gelagapan. "Itu ... ya, itu aku bawa bekal sarapan tadi, makanya aku berhenti sebentar di sini untuk memakan sarapannya."
Mata Gea memicing menyelidik, sepertinya ia mencium kebohongan dari pria itu.
"Sejak kapan kau suka bawa bekal sarapan? Dan, ini sungguh milikmu, warna pink, by?"
Gea benar-benar curiga jika ada wanita lain yang naik mobil bersama Ardy sebelumnya.
"By, jawab! Ini bukan milikmu, kan? Katakan, by, kau mempunyai wanita lain selain aku?" desak Gea.
"STOP MENUDUHKU SEPERTI ITU!!" sentak Ardy.
Tubuh Gea tersentak, ia terkejut mendengar pria itu bicara kasar padanya. Selama menjalin hubungan, ia adalah pertama kalinya Ardy membentak, sebelumnya tidak pernah seperti ini. Dia semakin yakin, jika pria itu pasti sudah menemukan kenyamanan baru dari wanita lain, sehingga dengan berani bersikp seperti itu padanya. Tapi siapa wanita yang sudah berhasil merebut hati Ardy darinya?
"Kau jahat, by!" ucap Gea sambil beranjak keluar dari mobil.
Ardy sama sekali tidak ada niatan untuk mengejar ataupun meminta maaf pada Gea. Lantaran ia merasa, ia sudah tidak begitu tertarik pada wanita tersebut. Pesona Gea mulai luntur dan rasanya sudah tidak lagi menarik untuknya. Sikapnya yang terlalu manja membuatnya sangat bosan.
🌷🌷🌷
Tapi sayangnya, begitu pekerjaannya seesai, jam makan siangnya pun hanya tersisa tinggal beberapa menit lagi saja. Dan ia tidak mungkin bisa makan siang di tempat biasa.
Tok tok tok
Seseorang mwngetuk pintu ruangannya, dan masuk begitu ia sudah memberikan izin. Seorang office girl masuk dengan membawa sebuah box di dalam kantong plastik putih transparan.
"Permisi, nona. Saya di beri perintah untuk mengantar ini padamu," wanita tersebut memberikan box itu pada Jian.
"Maaf, atas perintah siapa?"
"Tuan ardy, nona," jawabnya.
Jian pun menerima box tersebut dan membukanya begitu si office girl sudah pamit pergi keluar dari ruangannya. Ada sepercik kertas dan tulisan di sana, Jian langsung mengambil dan membaca tulisan tersebut.
Sebagai gantinya karena kau sudah memberiku sarapan tadi.
Usai membaca tulisan tersebut, sudut bibir Jian sedikit terangkat membentuk sebuah senyuman. Ia tidak menyangka jika pria mengerikan itu bisa berubah bersikap seperti ini.
"Apa benar tuan Ardy yabg mengirim semua ini?" gumamnya, rasanya masih tidak mungkin saja.
Suara notifikasi pesan masuk membelah pikirannya. Jian langsung meraih ponsel yang tergeletak di atas meja di hadapannya.
Makanannya di habiskan, ya! Biar tambah besar.
Pesan tersebut di kirim oleh Ardy, sekarang Jian baru yakin jika peria itu yang mengiriminya makanan ini. Tapi yng membuatnya terheran sekarang, apa maksud kalimat terakhirnya itu. Dengan spontan Jian memegang bagian dadanya yang menonjol ke depan.
Bersambung..
___
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen, vote, ataupun beri hadiah melalui POIN maupun KOIN.
Karena dukungan kalian sangat berarti untuk saya serta memberi semangat lebih dalam menulis. 😊😊😊
Follow juga Ig @wind.rahma