Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Mulai memberontak


Masuklah Walikota Yu bersama Kedua Putra dan satu Putri di belakangnya, Mereka berjalan menuju depan Kaisar dan kemudian memberi salam penghormatan.


"Bangkitlah, Ada Apa Walikota Yu datang kemari? apa ada keluhan atau semacamnya?". Tanya Kaisar.


Sedangkan Pangeran Silas terlihat terkejut saat Melihat bahwa Yu Yin berada Di belakang Walikota Yu. Yah bisa di bilang Jodoh tak mengenal waktu, dan ini waktu yang tepat.


tak hanya Silas , Yu Yin pun juga terlihat terkejut saat melihat Silas duduk di jajaran para Pangeran .


"Maaf Yang Mulia, Hamba kemari karena ingin menyerahkan beberapa bukti pemberontakan dari Kota Han. Semua pemberontak kini sudah di tangkap, hanya saja menunggu perintah Kaisar". Ucap Walikota Yu yang ternyata Walikota Kota Han.


"Bagus kalau begitu, Aku serahkan keputusannya kepadamu Walikota Yu. Dan di belakangmu apakah Putra putrimu?". Tanya Kaisar Bai.


"Benar Yang Mulia mereka Putra Putri saya". Jawab Walikota Yu.


Silas yang mendengar bahwa Yu Yin adalah termasuk Anak Walikota Yu kini ia memberanikan diri menghadap kaisar dan bersujud di depannya.


"Ayah, bukankah ayah tadi ingin aku menunjukkan siapa Gadis itu. Dia adalah Yu Yin anak dari Walikota Yu". Ucap Silas membuat semua orang terkejut termasuk Walikota Yu.


"Maaf Yang Mulia Pangeran Silas, Apa Maksud yang mulia?". Tanya Walikota Yu.


"Walikota Yu, Aku Pangeran Silas menyukai Putri anda yang bernama Yu Yin. Izinkan Saya menikahi Putri anda sebagai Permaisuri ".Ucap Silas bersimpuh dan memohon di kepada Walikota.


"Ini..Terlalu berlebihan Yang Mulia. Tolong bangunlah". Ucap walikota kebingungan kemudian membantu Silas bangun.


"Hahahah, Bagus bagus Silas. Walikota apa kau mengabulkan permintaan Putraku untuk menikahi Putrimu". Ucap Kaisar yang tertawa senang.


"Itu tergantung bagaimana Putri saya Yang Mulia, Saya akan menyetujui semua keputusannya".


"Kalau begitu Tolong Nona Yu untuk maju kedepan". Perintah kaisar kepada Yu Yin yang sedari tadi wajahnya sudah sangat merona .


"Salam Yang Mulia". Ucap Yu Yin.


"Bangunlah, Seperti Yang dikatakan Silas tadi. Apakah kau Nona muda Yu mau menerima Silas sebagai Suamimu di masa depan?". Tanya Kaisar tanpa berbasa basi.


Yu Yin kini semakin memerah dan semakin kebingungan ingin menjawab bagaimana, Hingga Silas berdiri sejajar dengan Yu Yin kemudian menggenggam erat tangan Yu Yin untuk menguatkan.


"Saya menerima lamarannya Yang Mulia". Hawab Yu Yin malu malu tapi berhasil membuat seisi Istana bertepuk tangan kecuali Permaisuri yang sangat tidak setuju akan tetapi ia tidak berani melawan.


Disaat mereka tengah merayakan sedikit kebahagiaan, tiba tiba terdengar ledakan dari Gerbang istana sebelah barat. Para penjaga Dan Prajurit terlihat tengah berlarian menuju Istana Utama untuk berbicara dengan Kaisar .


"Kaisar, ada pemberontakan dari sebelah barat dan timur". Ucap salah satu jenderal.


"Siapkan baju besiku, kita hadapi bersama. Walikota Yu apa kau juga siap?". Ucap Kaisar.


"Aku selalu siap mendukungmu Yang Mulia". Jawab Walikota Yu kemudian mengeluarkan Armornya dari dalam cincin.


Permaisuri tak kalah siap, ia juga mengambil pedang miliknya tetapi bukan untuk membantu Kaisar melainkan untuk membunuhnya dari belakang. Untung saja Silas yang mengetahui niat sang ibu kini menghentikan pedang ibunya sehingga membuat Kaisar menoleh kearah Permaisuri .


"Apa yang kau lakukan Silas?!!". Tanya Permaisuri tetapi Silas tidak menjawab sama sekali.


Para selir berlari dan berkumpul jadi satu yang di pimpin oleh Yu Yin, sedangkan Selir Ketiga kini malah membantu Permaisuri menyerang kembali Kaisar.


"Sudah kuduga, kalian akan segera memberontak". Ucap Kaisar Bai sembari menangkis pedang Selir ketiga .


"Bagus Silas anakku, cepat lakukan dan bunuh tua Bangka itu.. Kemudian kau bisa menduduki tahta sebagai Kaisar". Teriak Permaisuri Kegirangan.


"Apa Maksudmu Silas?".Tanya Kaisar sambil menangkis pedang Pangeran Silas.


"Mohon kerjasamanya Ayahanda". Jawab Silas dengan mata seperti mengkode sesuatu.


"Baiklah kalau itu maumu nak".


"Silas... Kenapa kau malah menyerang Ayahmu? Bukankah kau berjanji akan menikahi ku? Kenapa kau ikut memberontak?". Teriak Yu Yin tak percaya.


"Kau tetap di sana, aku hanya memperebutkan yang seharusnya menjadi Hakku". Jawab Silas dengan dingin.


Yu Yin tidak percaya dengan perkataan Silas, ia merasa marah dan kecewa berkecamuk hingga menimbulkan desiran di dada. Tapi tugasnya adalah memberantas pemberontak jadi ia mencoba fokus dengan prajurit pemberontak dan membunuhnya satu persatu.


Permaisuri dan Selir ketiga bekerja sama menjatuhkan bawahan Kaisar begitupun ingin membunuh para selir Kaisar yang tidak mendukungnya, Untung saja mereka berdua bukan tandingan Yu Yin sehingga dengan mudah di kalahkan.


Permaisuri mendapat luka di lengannya, sedangkan Selir ketiga tertusuk di bagian perut kanannya sehingga pangeran Kelima tidak terima dan menyerang Yu Yin .


Perbedaan kekuatan yang begitu besar membuat Pangeran Kelima dengan mudah di tumbangkan oleh Yu Yin, ia memukul telak dada pangeran Kelima sehingga terpental jauh menabrak pilar hingga memuntahkan berteguk teguk darah sebelum pingsan.


"Yuan Bai!!". Teriak Selir Ketiga yang juga sudah tidak berdaya.


Di tempat Lain Liena dan Rong Bai ternyata sudah menempati posisi masing masing .


Liena mengawasi gerbang utama dan Rong Bai mengawasi dari dalam Istana.


Peperangan berkecamuk di luar benteng, tepatnya dengan pasukan terbilang banyak di sebelah Selatan Gerbang utama. Terlihat pasukan musuh yang terdiri dari para Kultivator jahat dan Para Siluman hitam dengan binatang Roh berupa Kuda hitam bermata merah dengan armor hitam serta aura hitam yang menyelimuti seluruh tubuh kuda yang di tungganginya .


Pasukan Lawan terbilang cukup banyak , seperti perang antar negara . Bahkan ini lebih banyak dari perang antar negara.


Para kultivator jahat menyerang membabi buta bahkan menyerap kekuatan internal musuhnya hingga kering, sehingga membuat mereka bertambah Kuat dan kuat.


Merasakan Pasukan Musuh bertambah kuat, Liena terlihat khawatir kemudian ia segera menulis surat kepada Sang Kakak dan juga menulis surat kepada Kaisar Siluman Gong Fai.


Setelah selesai menulis surat, dipanggil lah burung penghantar pesan. Setelah pesan sudah dikirim Liena Sue pun menggigit tangannya hingga berdarah kemudian segera membuat sebuah Formasi.


"Tarik pasukan kalian agar aku bisa membuat arai pelindung !!! ". Teriak Liena Sue kemudian di laksanakan oleh jenderal jenderal di bawah sana.


Setelah dirasa semua sudah menepi Liena Sue merapalkan Mantra untuk membuat Arai Pelindung Tingkat Lima yang pernah ia praktikkan .


Krakkk...


Suara retakan tanah dari luar Istana sehingga membuat retakan semakin besar sehingga seperti sebuah Sungai, tetapi itu hanyalah efek bahwa Formasi pelindung tingkat tinggi berhasil di buat.


Liena Sue sedikit Limbung setelah menyelesaikan mantra , untung saja Yuri berada di belakangnya sehingga dapat menangkap dengan tepat.


"Putri kau tidak apa apa?" . Tanya Yuri.


"Aku baik baik saja. Kau lindungi aku, aku akan mengisi ulang kekuatanku. Arai ini bisa bertahan selama dua hari dua malam. Kita harus menghabisi penghianat di dalam istana dulu sebelum melawan mereka yang berada di luar Istana. Sampaikan pesanku di kertas ini kepada Rong Bai".Ucap Liena Sue panjang lebar.