Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Kultivator jahat Part 2


Liena mencoba mempertahankan formasi agar tidak pecah akibat pertarungan antara Kultivator jahat.


Sedangkan di luar Formasi, Bian Sue dan Guru Ji terlihat kuwalahan saat menghadapi Kultivator jahat.


"Ji Hua, lebih baik kau ikut adiku saja. Terlalu berbahaya melawan mereka". Ucap Bian Sue.


"Tidak, aku tidak akan pergi. Aku tidak akan membiarkanmu terluka Bian Sue". Tolak dari Guru Ji.


"Ck, kalian tidak perlu memamerkan keromantisan kalian. Aku akan membantu kalian menjadi pasangan di neraka". Ucap Kultivator jahat itu, kemudian memunculkan ratusan panah Hitam Yang Siap diluncurkan ke Bian Sue dan Guru Ji.


"Baihu, lindungi Kakakku dan Guru Ji". Perintah Liena Sue saat melihat sang kakak dan Guru Ji terpojok oleh ratusan panah Hitam dari Kultivator jahat.


Swushh.. Muncullah Rubah Putih berekor sembilan sebesar rumah yang keluar dari tubuh Liena, kemudian dengan kecepatan yang tak terlihat Baihu berhasil menyelamatkan Bian Sue dan Guru Ji tepat waktu.


"Rubah Berekor sembilan, bukankah itu binatang Roh langka?".


"Wahh Rubah berekor sembilan berwarna putih, itu adalah Binatang Roh mitologi Suci yang setara dengan naga Putih".


Para Warga terkesima melihat Rubah milik Liena Sue, pasalnya hanya ada tiga binatang Roh Suci di benua ini dan salah satunya berada tepat di depan mereka.


Bian Sue dan Guru Ji pun akhirnya dapat lolos dari ratusan anak panah itu.


kini tinggal Rong Bai yang masih bertarung dengan tiga Kultivator tersisa. Tidak seperti Rong Bai dan Guru Ji, Rong Bai terlihat lebih santai saat menghadapi Para Kultivator jahat itu.


Liena Sue kini yang banyak kehabisan energi, pelindung yang ia buat mulai terguncang membuat para warga merasa khawatir jika penghalang itu benar benar menghilang.


Di Mansion Pak Tua Jun Li...


Pak Tua Jun Li merasakan aura yang tidak biasa, ia mencoba keluar ruangan untuk melihat keadaan langit yang semakin gelap.


"Formasi Mayat". Gumam Pak Tua Jun Li.


Saat mendongakkan kepalanya, Pak Tua Jun Li segera mencari kuda untuk pergi ke tempat Formasi tersebut.


Dengan memacu kuda secepat mungkin, karena ia tahu dengan pasti jika yang bisa membuat Formasi Mayat adalah para Kultivator Jahat.


"Kenapa Kota Suwan bisa ada Kultivator jahat". Gumam Pak Tua Jun Li sembari memacu kuda dengan cepat.


Tak hanya Pak Tua Jun Li saja yang menuju tempat kejadian, tetapi juga para Tetua dan Guru akademi langit Suang yang juga berbondong bondong datang.


Pak Tua Jun Li datang dengan waktu singkat, ia melihat Beberapa Kultivator jahat yang masih bertarung dengan Rong Bai serta dua orang yang terluka cukup parah. Setelah itu ia juga melihat keadaan sekeliling sehingga menemukan sosok gadis yang sedang mempertahankan Formasi pelindungnya walaupun energinya sudah terkuras cukup banyak.


Pak Tua Jun Li lebih memilih menuju tempat Liena Sue berada, dia berniat untuk membantu Liena memperkuat Formasinya .


"Nona, aku akan membantumu". Ucap Pak Tua Jun Li


"Terimakasih Tetua, tapi Formasi Mayat itu masih menyala. Bahkan sangat kuat berbeda dengan yang pernah kutemui di medan perang".


"Ya, itu adalah Formasi Mayat terlarang. Jika cahaya terakhir berhasil terhubung takutnya ribuan orang mati akan di bangkitkan dan pastinya akan menjadi senjata para Kultivator jahat itu". Ucap Pak Tua Jun Li sambil berfikir jalan keluarnya.


"Lalu apa ada solusinya Tetua?". Tanya Liena.


"Hanya Yang mempunyai darah Dewa murni atau di namakan Darah dewa suci yang bisa menghilangkan Formasi". Jawab Pak Tua Jun Li.


"Kalau begitu aku akan mencobanya Tetua, mohon jaga Formasi ini". Ucap Liena yang kemudian bangkit dari duduknya .


"Apa kau berdarah Dewa murni Nona? ".


"Entahlah Tetua, tapi aku harus membantu mereka. Kumohon jaga para warga apapun tang terjadi".


"Hmm sudah kuduga, Putri Dari Negara Ba itu adalah gadis terpilih". Gumam Pak Tua Jun Li.


Liena Sue segera keluar dari formasi karena sudah di gantikan oleh Pak Tua Jun Li.


Om disimpan di tubuh Liena, setelah selesai Liena langsung melesat membantu Rong Bai.


"Apa kau baik baik saja?". Tanya Liena Sue sedikit berterika.


"Aku baik,". Jawab Singkat Rong Bai.


"Bagus, kalau begitu aku serahkan kultivator di bawah ini. Aku akan menggagalkan yang membuat Formasi mayat itu".


Liena kemudian mengeluarkan pedang dua matanya untuk bersiap menyerang pembuat formasi. Dia mengamati sejenak dimana celah yang ada karena si pembuat Formasi juga memasang formasi pelindung.


"Sial dia menggunakan Sihir formasi pelindung ". Gumam Liena Sue.


Dia mencoba menyerang dari luar pelindung tetapi tetap saja nihil di buatnya. Liena kini mencoba mengamati kembali dimana celah celah itu tapi tetap saja nihil.


Sedangkan para tetua dan guru akademi Langit Suang pun kini sudah datang di tempat tersebut.


Mereka terkejut dengan tempat yang sudah porak poranda akibat kultivator jahat


"Formasi mayat, kalian minumlah pil putih ini sebelum melawan mereka". Ucap tetua pertama memberikan dua botol porselen berisikan pil putih surgawi.


Semua tetua dan Guru Akademi tanpa bertanya segera meminum pil tersebut, setelah itu mereka bergerak membantu Rong Bai yang tengah melawan tiga kultivator .


Clang.....


Terdengar suara memekakan telinga di atas langit, Formasi Mayat akhirnya selesai. Suara gemuruh di tanah semakin kencang, terjadi gempa bumi yang membuat para warga ketakutan. Akan tetapi Pak Tua Jun Li memberi tahu mereka agar tetap tenang , selama mereka berada dalam Formasi pelindung semua akan baik baik saja.


"Ada apa ini Tetua ?". Tanya salah satu guru kepada Tetua pertama.


"Kalian bersiaplah, Formasi mayat sudah selesai itu berarti kita harus bersiap melawan para mayat hidup yang kini akan berjalan ke lokasi ini". Jawab Tetua Pertama.


"Baik Tetua". Ucap mereka serempat.


Liena Sue yang melihat Formasi mayat di atas sana sudah sepenuhnya terbentuk, mau tidak mau ia harus memberantas mayat mayat hidup yang kini sudah terlihat dari segala arah.


"Siall, mereka terlalu banyak".Gumam Liena Sue.


"Apa Kau butuh bantuan nona ".


"Tuan Muda Qiu Bin". Ucap Liena Sue.


"Jangan panggil aku se formal itu, panggil saja namaku".


"Baiklah Qiu Bin". ucap liena dengan canggung.


Qiu Bin pun tersenyum kemudian mengeluarkan pedangnya untuk bersiap melawan.


"Kau tenang saja Nona , bantuan sudah tiba". Ucap Qiu Bin sembari memperlihatkan rombongan orang yang sudah lengkap dengan armor dan senjata.


"Aku percaya padamu , kalau begitu mohon kerjasamanya". Ucap Liena Sue yang kemudian segera melesat ke arah para mayat hidup .


Para Kultivator jahat yang tersisa kini memilih mundur dan ikut memasuki Formasi Pelindung pembuat Formasi mayat.


Para Tetua Akademi Langit Suan dan para guru segera berpencar ke penjuru arah untuk menghadapi ribuan Mayat hidup yang berjalan penuh aura membunuh yang mencekam.