
Rong Bai kini terlihat sedang duduk di tepi jendela sembari mengingat mimpi semalam. Rasa sakit masih terasa saat mengingat mimpi itu.
Namun ia masih bingung dengan nama nama Asing tetapi Familiar di telinganya, hanya Kai Yuwen yang tidak asing baginya di dalam Mimpi itu.
Perlahan ia teringat dengan Kondisi Liena Sue kemudian ia segera beranjak pergi menuju Istana Liena yang tak jauh dari tempatnya.
Sesampainya di depan Kamar Liena, Rong Bai langsung memasuki kamar tanpa mengetuk pintu.
"Na'er, Kau baik baik saja?". Tanya Rong Bai ketika melihat Liena Sue tengah duduk menyulam.
"Aku baik Ah Rong, Bagaimana denganmu?".
"Aku cukup baik, Na'er ada yang ingin ku bicarakan padamu".
"Apa cukup serius? Kalau begitu kita mengobrol di sana saja sambil meminum teh". Ucap Liena Sue sambil menunjuk tempat duduk di dekat jendela yang sudah ada teko teh di tengah meja.
"Ling, bawakan teh baru dan beberapa camilan". Ucap Liena Sue kepada Ling pelayan barunya, karena Yuri masih di liburkan untuk pemulihan.
"Baik Yang Mulia Putri,". Ucap Ling.
"Kalau begitu kau bisa memulai bercerita Ah Rong". Ucap Liena Sue sambil menyangga kepalanya bersiap mendengar cerita Rong Bai.
"Na'er, aku bermimpi aneh semalam".
"Benarkah, mimpi apa? mimpi buruk? atau mimpi menikah dengan orang aneh?...". Tanya Liena Sue penasaran.
"Bukan, Mendekatlah aku akan menceritakan detailnya". Jawab Rong Bai.
Setelah Liena Sue mendekat, Rong Bai menceritakan semua yang ia ingat tentang mimpinya. Ia juga bilang bahwa ia tidak bisa mengingat wajah wajah orang orang di mimpi itu, Hanya saja ia masih bisa mengingat nama nama mereka.
Liena Sue yang mendengar cerita Rong Bai kini meneteskan Air matanya. Pasalnya orang yang selalu ia rindukan dan selalu ia cari ternyata sudah menemaninya selama ini. Hanya Saja Rong Bai belum mengingatnya jadi dia masih merasa bingung dengan mimpi itu.
"Apa kau tidak mengingat wajah mereka?". Tanya Liena Sue.
"Tidak, aku hanya mengingat nama mereka. Semakin aku mengingat wajah wajah itu rasanya sakit sekalu kepalaku Na'er". Jawab Rong Bai.
"Lalu , Apa kau ingat nama yang mirip kau itu?".
"Aku ingat, namanya Bai Rong. Namanya hampir sama denganku, namun dia seorang Dewa Perang dan aku hanyalah seorang Pangeran dari Negara Gu". Jawab Rong Bai.
Liena Sue terdiam, hanya kecewa sedih yang ia rasakan. Walaupun Rong Bai mendapatkan Mimpi yang sama namun ia belum juga mengingatnya.
"Apa Maksud mimpi itu? Apa Kau tahu Na'er?". tanya Rong Bai.
"Entahlah, mungkin kau bisa bertanya pada Kai Yuwen?". Jawab Liena Sue.
"Yahh nanti aku akan bertanya". Ucap Rong Bai sambil memakan kue di depannya.
Liena Sue terlihat terdiam sehingga membuat Rong Bai Penasaran, Rong Bai kini mendekatkan wajahnya ke wajah Liena yang tengah melamun dan terdiam.
"Ah Rong.... ". Teriak Liena Sue sambil mendorong Rong Bai dengan malu malu .
"Kau terlihat manis saat marah". Goda Rong Bai.
Liena Sue tidak menjawab, Hanya saja ia yang gemas mencubit keras pinggang Rong Bai.
"Aa.. aaaa.. sakittt Na'er". Ucap Rong Bai kesakitan.
"Salah sendiri". Singkat Liena Sue.
"Wah wah, kalian sedang apa kenapa teriak teriak?". Tanya Bian Sue yang tiba tiba datang bersama Kai Yuwen.
"Tidak, kami hanya saling melampiaskan amarah". Jawab Liena Sue.
"Benarkah?? ". Tanya Bian Sue tidak percaya.
"Ehh kenapa kalian kesini?". Tanya Liena sue mengalihkan topik pembicaraan.
"Tidak tidak, kalian duduklah. Ling ambilkan dua cangkir lagi dan beberapa camilan tambahan".
"Baik Yang Mulia". Jawab Ling dari balik pintu.
"Kakak, kenapa kalian kemari?". Tanya Liena lagi.
"Kami hanya kebetulan lewat, dan mendengar Rong Bai berteriak jadi kami kemari". Jawab Kai Yuwen.
"Begitu ya". Ucap Liena Sue sedikit curiga.
"Oh ya, aku dengar Rong Bai semalam mimpi aneh. Bisakah kau menceritakannya Pangeran Rong?". Tanya Kai Yuwen.
"Kebetulan kau di sini, Baiklah aku akan menceritakannya". Jawab Rong Bai kemudian mengambil posisi duduk yang nyaman dan memulai bercerita.
Bian Sue dan Kai Yuwen mendengar cerita dengan seksama tanpa menyela sedikitpun, sedangkan Liena terlihat semakin sedih dan tanpa ia sadari air matanya menetes .
"Jadi kau hanya mengingat nama saja tanpa mengingat wajah salah satu dari mereka?". Tanya Bian Sue dan Kai Yuwen hampir bersamaan.
Rong Bai pun hanya menggeleng pelan menjawab pertanyaan mereka berdua. Kai Yuwen pun dengan otomatis menoleh kearah Liena Sue sehingga ia paham mengapa adik yang baru ia temukan itu merasa Sedih.
"Namun kenapa di mimpiku ada namamu Kai? hanya saja di mimpi kau adalah seorang Dewa". Tanya Rong Bai.
"Aku akan menceritakan sebenarnya kepadamu, Kuharap kau bisa mengingatku dan nama nama orang di mimpimu itu". Jawab Kai Yuwen kemudian ia pun menceritakan masa lalu mereka.
Rong Bai terlihat begitu Familiar dengan cerita Kai Yuwen namun ia tidak mengingat semua itu, Hingga rasa sayang dan rasa sakit yang nyata saat ia mendengar cerita Kai Yuwen.
Namun , semakin Rong Bai mencoba mengingat semakin sakit kepala sebelah kirinya.
Melihat Rong Bai memegangi kepala sebelah kiri, Kai Yuwen dengan sigap menghampirinya . Hingga ia menemukan Simbol aneh di sebalik telinga Kirinya.
"Ini Segel Ingatan". Ucap Kai Yuwen.
"Segel ingatan itu apa?". Tanya Bian Sue.
"Segel ingatan itu untuk menyegel ingatan kehidupan masa lalunya, Hanya saja kenapa dia mendapat Segel ini. Bukankah Hanya Dewa Takdir yang bisa membuat Segel ini?".
"Apakah Segel itu bisa di hilangkan?". Tanya Liena Sue .
"Entahlah, kita harus mencari Buku kuno Surgawi untuk mencari cara pembukaan segel. Tapi, bukankah buku itu hanya berada di perpustakaan Dewa Takdir". Jawab Kai Yuwen .
Liena Sue menghela nafas berat setelah mendengar Kai Yuwen,Sedangkan Rong Bai terlihat kebingungan dengan apa yang mereka bicarakan.
"Nona, Sepertinya buku itu berada di Dunia Giok surgawi. Aku pernah melihat di Perpustakaan Dunia ini". Ucap Baihu menggunakan Telepati.
"Benarkah? apa kau tida berbohong?". Tanya Liena Sue dengan wajah sedikit cerah.
"Tentu Nona, kemarilah".
"Bagaimana kalau aku mengajak mereka?".
"Tidak bisa Nona, ini adalah milikmu jadi mereka tidak di ijinkan memasukinya ".
"Hufh baiklah, tunggu aku di perpustakaan".
"Aku akan mencarinya, Kalian tunggu disini". Ucap Liena Sue.
"Ehh tunggu kemana.... kau mencarinya?". Tanya Kai Yuwen namun Liena Sue tiba tiba menghilang.
"Bisakah kau menceritakan sedikit lagi Kai?". Tanya Rong Bai.
"Baiklah, Sambil kita menunggu Liena. Aku akan menceritakan masa lalumu dengan Liena yang dulu bernama Li Na".
"Jadi Rengkarnasi Li Na adalah Liena?". Tanya Rong Bai.
"Benar, ". Singkat Kai Yuwen