
Yu Yin yang sudah selesai makan segera beranjak pergi untuk menyimpan batu batu yang ia dapatkan, Namun alangkah terkejutnya setelah melihat semua batu itu tiba tiba menghilang.
"Liena , Apa kau Sudah menyimpan batu batu kita?". Tanya Yu Yin.
"Belum, Memang kenapa?". Jawab Liena Sue
"Serius belum? Hilang.. Batu kita hilang?".
"Benarkah?!! Bukankah tadi kita letakkan di sana?".
"Nanti kalian lupa meletakkannya?". Tanya Rong Bai.
"Tidak Ah Rong, Tadi kalian jelas jelas tahu setelah kalian tiba kami sibuk membuat bumbu". Jawab Liena Sue.
"Jangan jangan ada yang mencurinya?". Gumam Liu Zhang.
"Tapi apakah begitu, Bukankah di dalam peraturan tidak boleh?". Tanya Shilin.
"Bisa jadi, Karena pastinya ada beberapa kelompok yang tidak mau bekerja keras". Jawab Liu Zhang.
"Hmm masuk akal, Sudahlah nanti kita cari lagi saja. Biarlah di curi , Toh Tetua pasti tahu kan". Ucap Liena Sue.
"Benar, Kita lanjutkan perjalanan saja". Sahut Yu Yin.
... Di tempat lain..
"Hahah memang tidak perlu banyak tenaga, Lihatlah baru sebentar kita sudah mendapatkan sebanyak ini". Ucap Su Tao.
"Kau benar, Kalau begitu kita cari sasaran selanjutnya". Sahut teman temannya.
Kelompok Su Tao kini melancarkan aksi mencurinya dari kelompok satu dan kelompok lain , tanpa mereka sadari jika semua gerak gerik mereka sebenarnta terpantau langsung oleh Para tetua dan guru.
Banyak yang kecewa dengan Kelompok Su Tao, Bahkan ada yang menyumpahinya juga padahal tadi sebelum memasuki Dunia itu sudah jelas jelas di katakan semua peraturan dan larangannya.
Sedangkan Kelompok Liena Sue yang begitu tenang kini sudah mendapatkan cukup banyak Batu spiritual, Mereka memilih beristirahat di pinggir taman Bunga.
"Lelahnya". Ucap Liu Zhang.
"Yah benar, Jangan sampai di curi lagi batu kita Yinyin". Sahut Shilin.
"Tenang saja sudah ku masukkan kantong". Jawab Yinyin.
Liena Sue memandangi dengan seksama Taman bunga di depannya hingga mereka menemukan sebuah petunjuk yang tidak di ketahui semua orang.
"Teman teman, Apa kalian ingat Batu pelangi yang di bicarakan Tetua?". Tanya Liena Sue.
"Ingat, Bukankah itu batu langka yang mustahil untuk di temukan". Jawab Liu Zhang dan diangguki lainnya.
Namun Liena Sue berdiri dengan percaya diri, kemudian memberitahu mereka apa yang ia fikirkan.
"Kalian lihatlah bunga bunga di depan, Apakah kalian merasakan ada yang aneh?"Tanya Liena Sue.
"Tidak, Bukankah normal bunga bunga pada umumnya?". Jawab Liu Zhang.
"Benar, Bunga bunga itu seperti tidak ada yang aneh". Sambung Shilin.
"Apa kalian ingat batu pelangi yang katanya langka itu, Langka bukan berarti tidak ada kan? Hanya saja mereka yang tidak tahu tempatnya". Sahut Liena Sue.
Semuanya tampak berfikir sejenak namun di antara mereka hanya Yu Yin yang paham akan ucapan Liena Sue.
"Aku tahu, Maksudmu Batu pelangi itu sebenarnya ada di antara bunga bunga itu kan? Hanya saja petunjuknya yang di berikan Tetua Bao Hewan Spiritual dan Pohon, Jadi apa salahnya kita mencari di antara Bunga bunga itu". Jawab Yu Yin.
"Pintar sekali, Kalau begitu ayo kita cari di antara bunga bunga itu".
"Ehh tunggu, aku masih belum paham". Teriak Liu Zhang .
"Biarkan mereka dulu, Nanti kita menyusul". Sahut Shilin yang kemudian menyenderkan tubuhnya di pohon belakangnya.
"Ehh Rong Bai, Kau mau kemana?". Tanya Liu Zhang.
"Mengikuti Istriku, Kalian di sini saja dan pahami dulu". Jawab Rong Bai kemudian segera berlalu.
"Ehhh... Shilin apa kau ingin ikut?". Tanya Liu Zhang.
"Tentu, Masalah memahami nanti saja. Yang jelas calon istriku sudah di sana dan aku harus mendampinginya". Jawab Shilin kemudian berjalan mengikuti mereka bertiga.
"Astaga, Aku ikuttt... Masa bodoh lah mau paham atau tidak". Teriak Liu Zhang kemudian berlari mengikuti Shilin dan Rong Bai yang tak jauh darinya.
Tak lama kemudian Rong Bai menghentikan langkahnya , Tak lupa memberi peringatan kepada dua orang pria lainnya agar berhenti di dekatnya.
"aada apa Rong Bai?" . Tanya Liu Zhang.
" apa kalian tidak merasa ada yang aneh?". Sahut Rong Bai.
"Tidak, Memang ada apa?".
"Ssttt diamlah, Istriku dan Yu Yin sudah tidak terlihat padahal jarak kita tadi tidak terlalu jauh. Dan tiba tiba ada kabut di sekeliling kita, Aku curiga kabut ini adalah kabut Ilusi".Bisik Rong Bai membuat keduanya saling bergandengan.
"Kalau begitu, Jangan sampai kita terpisahkan. Genggam erat tanganku oke". Bisik Shilin.
"Tentu, Rong Bai jangan lepaskan kami". Sahut Liu Zhang.
"Kalau begitu tetap di dekatku, dan berhati hatilah".
Mereka pun segera berjalan membelah kabut yang semakin tebal, membuka jalan yang di tutupi banyak sekali bunga bunga. Semakin mereka memasuki taman bunga itu semakin besar pula bunga yang mereka temukan.
"Aneh, Kenapa bunganya semakin besar ya". Gumam Liu Zhang.
"Sst diamlah,, aku takut bunganya hidup". Bisik Shilin.
Mereka berjalan cukup lama hingga mereka menemukan sebuah suara perempuan minta tolong sehingga mereka memilih berhenti.
"Tunggu, Ada yang meminta tolong... Suaranya seperti Yu Yin ku". Ucap Shilin yang ingin bergegas mencari sumber suara namun di hentikan oleh Rong Bai dan Liu Zhang.
"Ingat ini sihir ilusi, Kau jangan terpengaruh". Ucap Rong Bai.
"Tapi mereka memasukinya juga, jangan jangan ini bukan ilusi. Jangan jangan mereka benar benar dalam bahaya". Ucap Shilin cemas.
"Kalau kau cemas, Kita ke sana bersama sama. Ingat jangan gegabah". Ucap Rong Bai.
"Baik, Aku paham".
Mereka bertiga pun saling bergandengan tangan untuk mencari sumber suara tersebut. Di tengah perjalanan terlihat bunga bunga besar banyak yang tumbang seperti bekas pertarungan, Tak lama kemudian samar samar terlihatlah tiga sosok diantaranya adalah Yu Yin dan Liena Sue.
Namun anehnya Sosok Yu Yin itu tengah di serang oleh Liena dan sosok monster mengerikan , Sehingga membuat Yu Yin di sana banyak luka gores pedang.
"Yinyin...!!!". Teriak Shilin.
"Shilin berhenti!! Itu adalah ilusi!!". Ucap Rong Bai memperingati.
"Tidak , itu bukan ilusi". Sangkal Shilin yang masih di pegang erat oleh Rong Bai Dan Liu Zhang.
"Silas, Tolong aku... Liena telah kerasukan.. Dan dia ingin membunuhku bersama monster itu". Teriak sosom Yu Yin Itu.
"Omong kosong!! Jangan berpura pura Monster jelek.. Kau malah memutar balikkan fakta". Sahut Monster di dekat Sosok Liena Itu.
Shilin terlihat bingung melihat percakapan mereka , Pasalnya yang di kata monster adalah sosok Yu Yin.
"Kau memang jahat Liena!! Bisa bisanya kau ingin membunuh sahabatmu sendiri!!". Teriak Shilin yang kemudian melepaskan pegangan dari Liu Zhang dan Rong Bai.
ia berlari sembari mengeluarkan pedangnya bersiap melawan Liena dan sosok monster di dekatnya.
"Shilin apa yang kau lakukan!!". Teriak Rong Bai dan Liu Zhang hampir bersamaan . Namun Shilin tidak menghiraukannya , Karena rasa sayangnya dengan Yu Yin ia rela melawan teman temannya sekarang.