
Sedangkan di Kamar tamu Walikota , Liena Kini yang tengah berbaring perlahan menunjukkan gerakan tangannya tanda ia akan membuka matanya.
Perlahan tapi pasti akhirnya dia membuka matanya kembali, saat menoleh kesamping ia melihat Rong Bai yang tertidur dengan posisi duduk menyangga kepalanya.
Tak lama kemudian Bian Sue dan Ji Hua datang tetapi Liena mengisyaratkan untuk tidak membuat suara karena Rong Bai sedang terlelap.
Bian Sue dan Ji Hua duduk di kursi dekat ranjang untuk melihat keadaan Liena Sue, Liena Sue menganggukkan kepalanya mengisyaratkan bahwa dia baik baik saja.
Tak lama kemudian Rong Bai yang merasakan ada pergerakan tangan yang mengusap lembut rambutnya kini membuka matanya.
"Na'er". Panggil Rong Bai dengan suara serak.
"Kau sudah bangun?". Sambungnya.
"Sudah dari tadi, tapi kau masih tertidur dan aku tidak ingin mengganggu mimpimu". Ucap Liena Sue.
"Maaf ya". Ucap Rong Bai memelas.
Liena Terkikik melihat ekspresi Rong Bai, tak lama kemudian Mark pun tiba ke tempat mereka membuat suasana menjadi serius kembali.
"Yang Mulia, aku sudah menyelidiki tentang Kultivator jahat itu. Dan Benar mereka menargetkan Pusat Hati kota Suwan, saat berada di tempat kejadian tadi ada satu kultivator jahat yang berhasil lolos dan saat ini Keselamatan Putri Liena dalam bahaya ". Jelas Mark.
"Semua yang kau katakan sama persis dengan Pak Tua Jun Li tadi, jadi kita harus melindungi Liena Apapun yang terjadi". Ucap Bian Sue.
"Tapi aku baik baik saja, aku bisa mengatasinya kak". Kata Liena Sue.
"Tidak, semua sudah menjadi keputusan Walikota dan kau harus menurutinya Liena. Paling tidak sebelum mengetahui motif tersembunyi Kultivator jahat itu". Protes Bian Sue.
"Huhh, baiklah.. ". Jawab Liena Sue pasrah.
"Sekarang kau boleh kembali Mark". Perintah Rong Bai.
"Baik Yang Mulia, mohon pamit".
Segelah Mark pergi kini Qiu Bin memasuki kamar sambil membawa semangkuk sup dan semangkuk bubur di nampan yang ia bawa.
"Aku mendengar kau sudah sadar Nona, dan ini aku membawakan Sup herbal dan Bubur untukmu". Ucap Qiu Bin sembari tersenyum nakal , tetapi langsung di beri tatapan dingin dari Rong Bai jadi dia memberikannya kepada Rong Bai karena takut membuat masalah.
"Heheh kau bisa menyuapinya Tuan, oh ya kita belum berkenalan. Namaku Qiu Bin". Ucap Qiu Bin sembari memberikan nampan kepada Rong Bai.
"Rong Bai". Singkatnya sembari menerima nampan itu.
"Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian . Bian Sue apa kau tidak ingin berjalan jalan di Kediaman Walikota dengan kekasihmu itu?".
"Baiklah, kau tunjukkan jalan". Jawab Bian Sue datar sambil meraih tangan Ji Hua.
Walaupun begitu jantung Bian Sue kini berdetak sangatlah kencang. Sedangkan Ji Hua terlihat merona dan terkejut melihat reaksi Bian Sue yang tanpa berfikir.
Saat mereka keluar dari kamar Liena Sue terkikik melihat Kakaknya Dan Guru Ji sedang diam diam saling memendam perasaan .
Rong Bai menowel hidung Liena karena ia begitu gemas di buatnya.
"Minum sup dan makan bubur dulu".
"Ihh Ah Rong, apa kau tidak lihat kalau aku senang melihat kakakku yang bagaikan es kini mencair dengan sosok cantik Guru Ji?".
"Senangnya di tunda , sekarang minum sup dan makan bubur dulu Madu". Ucap Rong Bai yang berhasil membuat Liena Merona dan salah tingkah.
"Lihatlah, kau pun sama dengan mereka. Kau ternyata juga suka dengan perlakuanku kan?". Sambung Rong Bai dengan nada menggoda.
"Kau yaa....". Liena Sue yang gemas memukuli pelan dada bidang Rong Bai hingga tanpa sengaja baju Rong Bai kini terbuka memperlihatkan Roti Sobeknya, sehingga Liena Sue begitu terkejut di buatnya.
"Apa kau sungguh tidak sabar Na'er?". Goda Rong Bai.
"ti. Tidak.. Tutup bajumu... Memalukan". Jawab Liena kemudian mengalihkan wajahnya yang merona.
Di Taman Mansion Walikota,...
Qiu Bin pun meninggalkan Bian Sue dan Guru Ji sendiri di kursi taman, ia kini kembali ke tempat Ayahnya.
Ji Hua dan Bian Sue kini saling berdiam diri, tidak ada yang mau memulai percakapan. Ji Hua yang begitu pemalu sebenarnya ingin berinisiatif memulai obrolan , tetapi karena Bian Sue membelakanginya jadi dia mengurungkan niatnya.
"Kemarilah ". UCap Bian Sue kemudian.
"Ehh, kenapa?". Tanya Ji Hua sedikit terkejut.
"Kemarilah, apa kau ingin terus berdiri di sana saja?".
Tidak ada jawaban dari Ji Hua, Bian Sue pun mengambil inisiatif menggandeng tangannya kemudian mengajaknya berkeliling taman kediaman Walikota itu.
Lagi lagi Ji Hua di buat tersipu malu, tapi kali ini ia benar benar merasakan senang dengan diam diam tersenyum .
Malam harinya setelah kondisi Liena Sue membaik, mereka pun berencana berpamitan kepada Walikota untuk kembali Ke Mansion Bian Sue.
"Karena Liena Sue sudah dalam kondisi baik, mohon Walikota mengijinkan kami kembali ke mansion". Ucap Bian Sue.
"Baiklah kalau kalian bersikeras, tetapi kesepakatan awal masih berlaku".
"Tentu Walikota".
"Kalau begitu berhati hatilah, Qiu Bin sudah menyiapkan Kereta untuk kalian"..
"Kami pamit dulu Walikota".
Setelah berpamitan Mereka berempat pun segera pergi menuju Kereta yang tengah disiapkan . Disana sudah ada Qiu Bin di samping kereta menunggu mereka.
"Akhirnya kalian datang juga, Mari aku antar secara Pribadi sebagai tanda terimakasih karena sudah menyelamatkan Kota Suwan".
"Kalau begitu kami tidak akan Sungkan". Jawab Rong Bai.
Mereka memasuki Kereta satu persatu , Liena kini duduk bersebelahan dengan Rong Bai sedangkan Bian Sue dengan Ji Hua.
"Kakak Ji, bagaimana kalau malam ini kau menginap di Mansion Kami?". Tanya Liena Sue .
"Ehh tidak tidak, aku akan kembali Ke Mansion saja". Tolak Ji Hua
"Tapi jarak dari Mansion kami ke tempat Kakak butuh waktu lima belas menit berjalan, dan pasti kita sampai akan terlalu larut. Jadi Kakak Ji menginaplah semalam, toh besok kami juga akan ke Akademi karena hari pertama Kami". Liena Sue bersikeras.
"Liena Benar, tinggalah semalam saja". Sambung Bian Sue dengan malu malu.
"Baiklah kalau begitu , semalam saja ya". Ucap Ji Hua akhirnya.
"Baikkk". Jawab Liena Sue antusias .
Tanpa Mereka sadari, ada sosok berjubah hitam yang mengintai perjalanan mereka. Dia mengikuti Kereta Liena Sue dari awal mereka keluar Kediaman Walikota hingga kini perjalanan pulang.
Sosok itu bersembunyi di balik Pohon besar, akan tetapi Mark Kini berhasil menemukan Sosok Hitam tersebut kemudian mengunci titik akupuntur nya dari belakang sehingga orang itu jatuh pingsan. Mark membawa Sosok itu menuju Mansion Bian Sue untuk melaporkan kepada Tuannya .
Liena Sue sebenarnya juga merasakan sosok berjubah itu, tetapi tiba tiba menghilang karena seseorang jadi dia berpura pura tidak mengetahuinya.
Semenjak Darah Murni lepas dari segel, Semua Indra Liena Sue berfungsi lebih dari manusia biasa. Bahkan ia bisa mengetahui musuh berkilo kilo meter jauhnya .
Rong Bai memperhatikan Mimik wajah yang begitu serius dari wajah Liena Sue , perlahan ia mengelus punggung tangan Liena Untuk memberi isyarat kepadanya.
"Aku tidak apa apa". Bisik Liena Sue.
"Jika kau lelah tidurlah di pundakku". Bisik Rong Bai kemudian.
"Baiklah". Liena Sue pun akhirnya memposisikan kepalanya untuk tudur di pundak Rong Bai seperti yang di perintahkan Fong Bai.