Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Mengganti nama


Tepat di Siang Hari Liena Sue baru membuka matanya, ia mendongak keatas menemukan Rong Bai tengah terlelap sambil memangku dirinya dengan tangan berada di puncak kepalanya .


Ia Perlahan terbangun tanpa membangunkan Rong Bai, Namun ketika ia mencoba bangun dari pangkuan sang Suami , si Suami oun ikut terbangun karena merasakan Pergerakan.


"Kau Sudah Bangun Na'er". Ucap Rong Bai sambil mengucek matanya.


"Baru saja, Kau tidurlah lagi Ah Rong. Kau terlihat lelah".


"Tidak aku sudah cukup tidur, dan kita sudah akan beristirahat untuk makan Siang ".


"Sudah siang ya? Pantas panas sekali". Ucap Liena Sue sambil mengipas ngipaskan tangannya .


Perjalanan Mereka pun berlanjut tanpa Istirahat karena Kaisar Bai tidak ingin terlalu lama sampai di Negara Gu. Jadi mereka hanya beristirahat untuk makan saja tanpa bermalam.


Satu minggu perjalanan sudah di lalui tanpa beristirahat bermalam, Hingga Kaisar merasa kasian dengan para Bawahan dan para Pelayan yang terlihat sangat lelah . Kaisar memutuskan untuk bermalam Di desa yang tak jauh dari hutan yang mereka lalui.


"Kita akan bermalam di Desa itu, Kau persiapkan penginapan untuk kita semua. Ingat Bayar Dengan Benar". Perintah Kaisar Bai kepada Bawahannya.


"Baik Yang Mulia, Mohon untuk menunggu. Saya akan masuk terlebih sahulu untuk mencari penginapan". Ucap Bawahan itu.


"Tentu, Pergilah".


Bawahan dengan cepat menghilang dan segera mencari penginapan untuk Rombongan Kekaisaran. Walaupun mereka sudah berada di Wilayah Negara Gu namun masih di bilang mereka masih berada di Wilayah Perbatasan jadi butuh waktu sekitar Lima Hari lagi untuk sampai Di Ibukota.


"Yang Mulia, Penginapan Sudah Siap". Ucap Bawahan tadi yang telah kembali setelah mendapat penginapan.


"Beritahu Yang Lain setelah itu tunjukkan Jalannya".


"Baik Yang Mulia".


Mereka pun segera memasuki Desa yang Lumayan Ramai itu, Mungkin tidak cocok jika di sebut sebuah Desa. Lebih cocok jika di sebut sebuah Kota Kecil karena Ramainya orang yang saling berlalu lalang dengan dagangan yang sangat banyak serta bangunan yang lebih baik dari desa lainnya.


Bawahan Kaisar segera memberitahukan kepada Rombongan, Penginapan mana saja yang akan di tinggali mereka selama Dua hari atas perintah Kaisar.


"Dua Hari? Kenapa Ayah beristirahat di Desa ini selama itu?". Tanya Shilin.


"Yang Mulia Pangeran, Kaisar merasa curiga dengan kemajuan Desa yang seperti sebuah Kota Maju ini. Jadi berniat menyelidikinya terlebih dahulu". Jelas bawahan Kaisar itu.


"Baiklah aku paham". Ucap Shilin akhirnya.


....


Malah hari sudah tiba, Suasana di Desa masih sangat ramai Liena Sue tengah duduk di dekat jendela untuk menikmati suasana malam di penginapan. Tak lama kemudian datanglah Canglong bersama dengan Yuri.


"Salam Yang Mulia". Ucap Yuri dan Canglong.


"Bangunlah dan katakan apa yang kalian temukan". Ucap Rong Bai.


"Memang benar Yang Mulia, Walikota Tang mempunyai banyak kejahatan salah satunya merampok kereta kekaisaran yang akan mengirim uang dan pangan ke perbatasan". Ucap Yuri


"Apa Ayah sudah tahu?".


"Belum Yang Mulia, hanya saja kami berdua menemukan Buku keuangan dan beberapa catatan Pribadi". Jawab Yuri.


"Berikan padaku". Ucap Rong Bai.


Yuri pun memberikan beberapa buku yang ia temukan dari Kediaman Kepala Desa yang berisikan semua pelanggaran dan kejahatan yang di lakukan kepala desa setempat.


Rong Bai membaca Seksama isi semua buku tersebut satu persatu, Kemudian menutupnya secara bersamaan.


"Canglong, apa kau bisa membuat salinan buku buku ini? Sepertinya mereka mulai menyadari hilangnya Buku ini". Tanya Rong Bai.


"Baiklah ku serahkan ini padamu, setelah kau menyalinnya kau bisa memberikan bukti asli ke Kaisar".


"Baik Master". Ucap Canglong


"Yuri kau bisa kembali, dan Na'er apa kau mau melihat pertunjukkan?".


"Pertunjukkan apa Ah Rong?". Tanya Liena Sue .


"Sudahlah, kita ke Pasar di bawah sana ". Ucap Rong Bai sambil menarik tangan Liena Sue.


Sampai di depan penginapan ternyata Shilin dan Yu Yin sudah menunggu.


"Kalian sungguh lama". Ucap Silas menggerutu.


"Sudahlah mari pergi, Jika kita lama kita akan melewati semuanya" . Ucap Rong Bai sambil menggandeng sang istri yang kemudian mendahului Shilin dan Yu Yin.


"Sepertinya Kalian Berdua menyembunyikan sesuatu dari kami". Ucap Liena Sue sambil menyipitkan matanya memandangi sang suami.


"Sst, kau akan tahu nanti". Bisik Rong Bai.


Sesampainya di Pasar...


Liena dan Yu Yin tampak dimanjakan dengan begitu banyak pedagang makanan yang menggiurkan, seperti Permen Gulali dan Tanghulu yang sangat menggoda lidah para perempuan itu.


"A Lin bisakah kau membelikanku tanghulu itu?". Rengek Yu Yin.


Mendengar nama asing, Rong Bai dan Liena serempak menoleh kearah Yu Yin dan Silas menurut mereka.


"Siapa A Lin?". Tanya Liena Sue.


Yu Yin menunjukkan jarinya kepada Silas alias Shilin.


"Sejak kapan kau bernama A Lin?". Tanya Liena Sue lagi sambil memiringkan kepalanya , sedangkan Rong Bai menatap mereka berdua dengan penuh pertanyaan.


"Jadi Silas sudah berganti nama sekarang Menjadi Shilin Bai, itu semua di berikan langsung oleh Yang Mulia Kaisar". Jelas Yu Yin.


"Benarkah?". Tanya Liena Sue.


"Bagaimana ceritanya? bukankah dulu kau di minta ayah mengganti namamu dan kau menolak, bagaimana sekarang berbeda?". Tanya Rong Bai.


"Aku akan menceritakan semuanya, Kita cari tempat yang sepi dulu". Ucap Shilin.


Yu Yin dan Shilin pun menceritakan semuanya secara bergantian walaupun dengan wajah yang sangat merah sampai ke telinga.


"Astaga, ternyata demi seorang wanita kau bisa berubah seperti ini. Kalau begitu aku akan memanggilmu Shilin mulai sekarang". Ucap Rong Bai sambil menepuk pundak Silas alias Shilin Bai sekarang.


" Sangat manis, demi Cinta kepada seorang wanita Saudara ipar rela mengganti nama dengan menemui Kaisar secara Pribadi". Goda Liena Sue menambah sepasang kekasih itu memerah seperti kepiting rebus.


"Ahh Liena, bukankah kita tadi ingin membeli tanghulu. Ayo cepat nanti kehabisan". Ucap Yu Yin Mencari topik lain agar tidak diejek dan di Goda sepasang Suami istri itu.


"Kau benar, Ah Rong, Silas maksudku Shilin cepatlah kita jangan sia siakan kesempatan". Sahut Liena Sue yang langsung menggandeng Shilin dan Rong Bai sedangkan Shilin dengan cepat menggandeng Yu Yin.


Sesampainya di Pasar itu lagi, mereka segera membeli makanan yang mereka inginkan. Atau bisa di bilang hampir semua camilan mereka beli.


Di tengah perjalanan mereka, mereka melihat ada suara keributan dari sebuah Rumah Bordir yang berada di Pusat Pasar Desa itu. Karena tertarik apa yang terjadi mereka pun ikut berkerumun untuk melihat apa yang terjadi.


Karena banyak orang yang berkumpul mereka cukup kesulitan untuk melihat keadaan di depan sana.