Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Teman lama.


Rong Bai, Shilin , Dan Yu Yin saling berpandangan satu sama lain setelah melihat kepergian Selir Luo yang lupa keberadaan mereka terutama Sang Ayah. mereka pun tertawa pelan melihat tingkah Selir Luo , Apalagi saat kengalihkan pandangan mereka kepada Sang Ayah yang tengah menatap Bodoh kepergian Sang Selir.


"Ayah, Apa yang membuat kau jatuh cinta dengan Ibu Luo? Bahkan menjadi Selir Favoritmu ?". Tanya Shilin dengan polisnya.


Kaisar pun mulai menghela nafas panjang sebelum ia menjawab Pertanyaan Sang Putra .


"Mungkin karena kehebohannya dan kecerobohannya sehingga membuat Ayahmu ini tidak bosan dengannya". Jawab Kaisar Bai.


"Sudahlah, Ayah akan kembali bekerja. Dan Kau Shilin dan Calon Istri, Kalian jangan ganggu saudara kalian hari ini". Ucap Kaisar yang kemudian segera keluar kamar menuju Ruang Kerjanya.


Sedangkan Shilin dan Yu Yin pun segera berpamitan kepada Rong Bai.


...


Berita Kehamilan Putri Mahkota kini sudah tersebar luas di seluruh Negara Gu bahkan Di Negara Ba pun sama tersebarnya.


Kaisar Sue dan seluruh Keluarga sangat senang mendengar berita kehamilan Putri mereka lewat Surat yang di tulis oleh Liena Sue sendiri.


Kerajaan Negara Ba kini tengah membagikan sembako kepada masyarakat untuk merayakan jika Sang Putri Negara Ba tengah mendapatkan Kehamilan.


Tak hanya di Negara Ba maupun di Negara Gu, Di Alam Dewa pun berita sudah sampai di telinga Dewa Kai dan Dewi Yuna. Mereka tak kalah senangnya saat mendengar jika Liena kini tengah Hamil.


"Aku rindu Liena Kai". Ucap Yuna Yuwen.


"Nanti malam akan kuantar Bibi menemui Adik".


"Benarkah Kai?".


"Tentu saja Bibi.. Aku juga merindukan Adik"


"Tapi Istana Langit bagaimana?".


"Bibi tenang saja , Kan hanya satu malam tidak selamamnya". Jawab Kai Yuwen.


"Baiklah, Kalau begitu Bibi akan menyiapkan Hadiah untuk Liena dulu ya".


"Tentu saja Bibi".


Hari di mana Kerajaan Ba dan Kerajaan Gu mengadakan Pesta Rakyat bersama untuk merayakan Kehamilan Liena Sue, Pesta yang sangat ramai dan banyak turis dari negara lain yang juga hadir. Bahkan banyak Negara tetangga yang ingin bekerjasama dengan Negara Ba dan Gu dalam aspek perdagangan bahkan perjodohan.


Para pedagang terlihat sangat ceria, Pasalnya dagangannya habis dengan cepat bahkan ada yang sampai membuat stok sampai tiga kali .


Shilin dan Yu Yin terlihat sedang berjalan jalan di Pasar Kota , Yu Yin yang sedang memakan tanghulu di buat kaget orang yang tiba tiba menepuk pundaknya.


"Apa Kabar Nona Yin?".


"Liu Zhang? Benarkah kau?". Tanya Yu Yin yang membuat Shilin ikut menoleh.


"Heheh iya, Apa kabar kalian? Lama tidak bertemu". Ucap Liu Zhang.


"Baik, Kami baik". Jawab Shilin.


"Kami? Apa kalian sudah menikah? Wahh dulu saja kalian gengsi untuk mengatakannya, Ternyata Sekarang sudah menjadi sepasang kekasih. Padahal baru beberapa bulan kita tidak bertemu".


"Kau ini datang datang langsung mengomel". Ucap Shilin sambil menjitak dahi Liu Zhang.


"Aww sakit, Ehh kenapa hanya kalian berdua ? Di mana Rong Bai dan Liena?".


"Mereka ada di Istana". Jawab Shilin.


"Istana? Apa mereka anggota kerajaan?". Tanya Liu Zhang dengan polosnya.


"B*d*h... mereka itu Putra dan Putri Mahkota Negara Gu, Masa tidak tahu .. ". Jawab Yu Yin.


"Heheh aku kan bukan orang negara Gu, aku kan dari Negara Sheng Kebetulan saja lewat dan bertepatan ada pesta Rakyat di sini". Jawab Liu Zhang .


"Dengan siapa kau? Dan mau kemana Kau Liu Zhang?". Tanya Shilin.


"Ohh.. Ayo ikut aku, Jika kau ingin menemui Rong Bai dan Liena".


"Memang Boleh Silas?". Tanya Liu Zhang


"Tentu saja boleh, Dan ingat namaku sekarang Shilin bukan Silas". Jawab Shilin.


"Ehh sejak kapan kau berganti nama?".


"Sudahlah jangan banyak tanya, Ingat saja Namaku S H I L I N SHILIN.". Ucap Shilin.


"Baiklah baiklahh Shilinn". Jawab Liu Zhang pasrah.


Sebelum kembali ke Istana, Tak Lupa Yu Yin membawakan oleh oleh berupa camilan untuk Ibu hamil dan beberapa teh terbaik yang di jual di pasar.


Sesampainya di gerbang istana, Penjaga pun membuka gerbang sambil memberi salam kepada Shilin dan Yu Yin sehingga membuat Liu Zhang terlihat bingung kembali.


"Silas ma maksudku Shilin... Kau juga seorang Pangeran? Dan Yu Yin?". Tanya Liu Zhang .


"Aku anak walikota Yu , dan memang Shilin ini pangeran Negara Gu". Jelas Yu Yin.


"Kenapa aku saja yang tidak tahu semuanya".


"Itu karena kau B*d*h". Sahut Yu Yin dan Shilin bersamaan kemudian mereka pun tertawa terbahak bahak melihat kepolosan Liu Zhang.


"Sudahlah , Liena pasti sudah menunggu". Ucap Yu Yin Akhirnya , Diikuti oleh Shilin dan Liu Zhang di belakangnya.


Sesampainya di Istana Bulan milik Liena Sue, Yu Yin langsung menyelonong Masuk tanpa permisi terlebih dahulu.


"Liena ...... Apa kau di dalam?". Teriak Yu Yin.


"Hmmm.. Kemarilah aku ada di belakang Istana". Jawab Liena Sue.


"Mereka ada di belakang ". Ucap Yu Yin kepada Shilin dan Liu Zhang.


Sesampainya di belakang Istana Bulan, Tepatnya di sebuah Gazebo , Terlihatlah sosok cantik dan tampan yang tengah mengobrol Ria sembari menikmati Angin hangat siang hari .


"Liena, Coba tebak aku dengan siapa?". Tanya Yu Yin.


"Emmm siapa? Bukankah tadi kau keluar dengan Shilin?". jawab Liena .


"Benar, Tapi kami membawa teman lama yang pastinya kau dan Rong Bai pasti kenal".


"Benarkah? Dimana dia?". Tanya Liena Sue.


"Haii kalian apa kabar". Sapa Liu Zhang dari belakang .


"Liu Zhang... Astaga lama tidak bertemu dan kau semakin tua saja". Ucap Liena Sue malah mengundang gelak tawa yang lainnya.


"Huhh padahal sekian lama kita baru bisa berkumpul lagi tapi kau malah menganggap ku semakin tua". Rengek Liu Zhang.


"Mungkin karena belum ada Pendampingnya kali ya Na'er". Sahut Rong Bai.


"Hahah kau benar, Kemarilah kemarilah kita minum teh bersama". Jawab Liena Sue.


"Kebetulan tadi aku membawakan banyak camilan dan teh enak dari pasar, Gimana kalau kita mencobanya?". Sahut Yu Yin.


"Baiklah". Jawab Liena Sue kemudian memanggil pelayan untuk menyiapkan piring dan membuatkan teh baru dari Yu Yin.


Mereka pun saling berbincang satu sama lain, Bahkan saling mengejek bahkan Liu Zhang lah yang paling banyak terkena ejekan.


Mendapat kabar bahwa Akademi akan mengadakan Ujian Akhir, Liena pun terlihat tertarik dengan ujian itu. Ia mencoba berbincang dengan Rong Bai dan yang lainnya agar mereka mengijinkan Liena Sue ikut.


"Baiklah, Yang penting lulus ujian saja okey. Tidak perlu peringkat pertama". Ucap Rong Bai sehingga membuat Liena Sue sangat senang.


"Baiklahh... Kalian memang terbaik".3