
"Ahhh Pohon Si*l*n!!! Kembalikan Ikanku!!". Teriak Liena Sue .
"Kita serang saja Liena, beri dia hukuman". Sahut Yu Yin.
Pohon itu yang merasa sedang dalam bahaya pun memunculkan akar akar dari balik batang yang besar untuk menyerang Kedua gadis di depannya.
Liena Sue dan Yu Yin pun tak segan mengambil pedang dan kemudian menyerang akar akar yang berusaha menjerat mereka berdua.
"Huhhh akarnya banyak sekali, Kita harus mencari titik lemah Pohon ini". Ucap Yu Yin.
"Kau benar, Aku akan menyerangnya dari belakang. Dan kau tetap di sini". Sahut Liena Sue.
"Baik.. Hati hati calon iparr".
"Tentu saja...".
Liena Sue pun segera terbang melewati pohon itu dan berdiri bersiap menyerang dari belakang pohon.
Yu Yin dan Liena Sue menyerang bersama sama sehingga membuat pohon itu terlihat kebingungan hingga memunculkan cahaya berwarna merah dari tengah tengah celah batang.
Liena yang mendapat celah dan kesempatan pun mendekati pohon itu kemudian mengulurkan tangannya untuk mengambil batu merah itu.
"Dapat". Ucap Liena Sue bersamaan dengan tumbangnya pohon itu yang hampir saja mengenai Yu Yin.
"Lihatlah kita dapat satu Batu spiritual merah". Ucap Liena Sue sambil berjalan mendekati Yu Yin.
"Huhh hanya lima poin, Tapi tidak apa apalah buat awalan ". Sahut Yu Yin.
Sebelum mereka beristirahat tiba tiba datanglah Pohon aneh lagi namun kali ini dua kali lebih besar dari yang tadi.
"Astaga datang lagi? Tadi pun sudah besar sekarang ada yang lebih". Gumam Yu Yin.
"Tidak apa apa , Hanya masalah ukuran. Mungkin Batu Spiritualnya akan lebih tinggi nilanya". Sahut Liena Sue.
"Kau benar , Ayo kita selesaikan secepatnya".
Mereka pun kembali berjibaku dengan Akar akar pohon yang tak ada habisnya dan datang tak tentu arah dengan aura membunuh yang kuat.
Satu demi satu pohon pohon itu berhasil di tumbangkan oleh dua orang gadis itu hingga mereka mengumpulkan banyak sekali Batu spiritual dari yang merah hingga yang ungu.
Setelah di rasa para pohon itu tidak menyerang lagi mereka pun segera duduk di bawah pohon yang paling besar yang telah tumbang untuk menghitung hasil mereka saat ini.
"Hasil yang cukup banyak ". Ucap Yu Yin.
"Kau benar, lihatlah ketiga pria itu yang hanya mendapat satu batu setelah lama bertarung". Sahut Liena Sue .
"Benar, Sstt jangan keras keras mereka akan mendengar kita berdua". Sahut Yu Yin.
Tak lama kemudian ketiga pria itu datang dengan pakaian basah kuyup menghampiri Liena dan Yu Yin yang sedang menghitung banyak sekali batu spiritual.
"Astaga... Hutan indah tadi berubah menjadi berantakan seperti ini karena kalian". Tanya Liu Zhang.
"Benar, Lihatlah hasil kami hari ini". Ucap Yu Yin bangga sembari menunjukkan kepada ketiga pria itu.
"Sungguh para wanita hebat". Gumam Shilin.
"Kami saja hanya mendapat satu batu berwarna biru dengan susah payah, Lah kalian mendapatkan sebanyak itu dengan mudahnya". ucap Liu Zhang masih terheran heran.
"Tidak perlu kecewa Na'er, aku bawa banyak ikan untuk kita semua". Sahut Rong Bai sambil menyodorkan ikan ikan yang sudah di bersihkan.
"Aku akan membuat bumbu dengan Yu Yin kalau begitu".
"Baiklah, Kami akan membuat api unggun". Jawab Rong Bai.
"Rong Bai, ternyata kau malah mencari ikan selagi kita bertarung". Ucap Liu Zhang.
" Lagian sayang kan ikan ikan segar mati sia sia lebih baik untuk makan". Sahut Rong Bai.
"Memang benar, Aku setuju denganmu Kakak". Sambung Shilin.
Mereka pun segera membuat api unggun selagi para perempuan membuat bumbu.
...Di tempat lainn...
"Ahh Tetua Bao itu sungguh pilih kasih, Kenapa kita di kirim di hutan yang terlihat sepi dan tenang seperti ini? Apa ada binatang spiritual di tempat seindah ini". Gumam seorang gadis yang tadinya memprotes kehadiran Liena dengan tetua Bao.
"Su Tao setidaknya kita bisa menikmati pemandangan indah ini". Sahut teman kelompoknya.
"Huhh, lalu bagaimana kita bisa mendapatkan Batu Batu spiritual itu?".
"Kenapa harus repot repot jika kita bisa mencuri dari tim lain". Sahut temannya yang lain.
"Maksudmu?". Tanya Gadis itu yang ternyata bernama Su Tao.
"Kita tinggal mencuri saja tanpa harus mengeluarkan tenaga yang banyak, Buang buang waktu". Jawab Temannya.
"Kau benar, Tapi peraturannya?".
"Tidak perlu memikirkan peraturan, Toh orang Tua itu tidak akan tahu. Tahu tahunya hanya kita yang mendapat banyak batu spiritual".
"Kalau begitu aku setuju, Ayo kita cari mangsa".
Mereka pun segera pergi meninggalkan tempat mereka datang, Tak lama berjalan mereka menemukan sekumpulan pohon tumbang seperti bekas pertarungan.
"Jangan jangan ada kelompok lain yang berada di sekitar sana, Jika benar mereka pasti sudah mendapatkan Batu spiritual". Ucap Su Tao.
"Kalau begitu kita ke sana saja, Pelan pelan jangan ada yang berisik". Sahut temannya.
Mereka pun mengendap endap , Dan benar adanya jika ada satu kelompok yang sudah mengalahkan satu ikan monster besar yang berada di tengah danau yang tidak terlalu dalam.
setelah mencari cari beberapa saat, Su Tao akhirnya menemukan Kelompok Liena Sue yang tengah makan ikan dan meninggalkan setumpuk Batu spiritual .
"Bodoh, Mereka masih asik makan tanpa menyembunyikan Batu spiritual itu". Gumam Su Tao.
Su Tao kemudian menceritakan semuanya kepada teman temannya sehingga mereka segera menyusun rencana.
Liena Sue yang sudah di beri tahu Baihu lewat telepati segera mengganti bati batu itu dengan bati batu yang sudah ia siapkan, Atau lebih tepatnya batu batu palsu yang sudah di rapal sihir.
Setelah di rasa aman, Kelompok Su Tao pun perlahan lahan mengambil semua tumpukan batu itu dan memasukannya ke dalam kantung spesial mereka.
Dirasa sudah semua mereka curi , Mereka kembali mengendap endap untuk segera pergi meninggalkan kelompok Liena yang masih makan ikan dengan lahapnya . Namun tanpa mereka sadari , Liena sebenarnya sudah tahu dari awal.