Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Membuat Rencana


Dua hari di istana, Liena Sue kini berbaur dengan para Pelayan dan menjadi Pelayan Pribadi Rong Bai. Walaupun sebenarnya ia adalah seorang Putri akan tetapi ia tidak mengeluh sekali dengan pekerjaan sebagai pelayan.


Rong Bai tidak memberikan pekerjaan berat kepada Liena Sue karena dia hanya menyamar untuk membantu Rong Bai.


Liena Sue yang awalnya Bening seperti Giok kini menyamar dengan Sihir penyamaran menjadi berkulit hitam dan tompel di pipinya sehingga tidak ada yang bisa mengenalinya kecuali Rong Bai dan Pangeran Silas.


Pangeran Silas pun juga melaksanakan tugasnya yang selalu memberi Informasi kepada Rong Bai dengan teratur, sehingga mereka akan lebih bersiap dari serangan tersembunyi yang dilakukan Permaisuri dan Selir Ketiga.


...


Hari ini pagi yang begitu cerah, Rong Bai berniat kembali Ke Kediaman Pangeran Bupati untuk mengerjakan pekerjaannya yang lama menumpuk . Akan Tetapi Kaisar membuat perencanaan yang berbeda, Semua dokumen dan pekerjaan milik Rong Bai kini di bawa masuk semua ke Istana Yang Rong Bai tempati saat ini sehingga ia tidak perlu pulang pergi ke Kediaman Pangeran Bupati.


"Ayahanda apakah ini tidak terlalu berlebihan?". Tanya Rong Bai yang tidak enak hati.


"Tidak, Kau akan ku nobatkan menjadi Putra Mahkota. Jadi kelak tugas Pangeran Bupati juga akan menjadi tugas Putra Mahkota".


"Tapi aku lebih nyaman dengan posisiku sekarang Ayahanda".


"Hmm Posisi pangeran Bupati memang cukup tinggi, bahkan bisa dibilang sebagai Wakil Kaisar. Tapi Ayahmu ini ingin kau menjadi Putra Mahkota yang kelak akan menjadi Sosok Kaisar itu sendiri". Terang Kaisar Bai.


"Aku mengerti Ayahanda, Tapi apakah Ayahanda tidak takut jika ada pemberontakan?". Tanya Rong Bai.


"Apa Yang perlu di takutkan? Ayahmu ini percaya padamu, Dan aku tahu keraguanmu itu. Kau tenang saja Rong Bai, Ayah akan mendukungmu jika mereka benar benar akan memberontak". Jawab Kaisar Bai.


"Apa Ayah mengetahui sesuatu?". Tanya Rong Bai lagi saat melihat ekspresi sang Ayah seperti menyembunyikan sesuatu.


"Ya, Apa yang ibumu bilang dulu aku sempat tidak percaya. Sekarang semuanya sudah terlihat siapa penghianat sebenarnya. Silas sudah memberitahuku sebelum dia ke Akademi Langit Suang, dan banyak Informasi yang kudapatkan dari anak itu. Kukira dia akan sejalan dengan Ibunya, nyatanya ia hanya ingin sebuah kebebasan . Tidak menjadi boneka Sang Ibu seperti dulu". Ucap Kaisar Bai panjang lebar


"Jadi ayah tahu apa yang akan terjadi dan rencana mereka?".


"Ya, lebih tepatnya aku juga yang merencanakan beberapa Rencana Silas yang dia informasikan kepadamu. Tapi ingat Rong Bai, berpura pura lah untuk tidak mengetahui semuanya agar mereka bergerak terlebih dahulu".


"Ayah tenang saja, aku akan berpura pura tidak tahu rencana mereka". Jawab Rong Bai dengan mantap.


"Bagus, kita harus bersiap diam diam sebelum mereka turun tangan. Dan Ingat Lindungi wanitamu, kurasa kali ini sasaran mereka Putri Negara Ba itu". Ucap Kaisar Bai .


"Baik Ayah".


"Apa mereka tahu jika Liena mempunyai Darah Murni? Jika benar maka dia dalam bahaya. Penyamarannya jangan sampai terbongkar". Guman Rong Bai dalam hati .


...


Hari hari di istana semakin mecekam, banyak trik trik kecil yang bermunculan untuk menjatuhkan Rong Bai. Walaupun begitu Silas selalu saja memperingatkannya sehingga semua bisa di persiapkan dengan baik.


Permaisuri merasa gagal dengan beberapa rencanannya kini memanggil Pangeran Sikas untuk berdiskusi bersama, Selama i i Permaisuri tidak tahu jika semua rencanannya gagal karena anaknya sendiri .


"Ada apa Ibu memanggil Pangeran Ini?". Tanya Pangeran Silas .


"Apa itu tentang Rong Bai Ibu? Jika tentang dia sebaiknya ibu menyudahi semua rencana ibu".


"Apa Maksudmu!! Ibu melakukan ini semua demi dirimu Silas!!". Ucap Permaisuri sedikit emosi.


"Aku tahu ibu, tapi semua rencana ibu gagal... Dan... Rong Bai mendapat dukungan penuh dari Ayah begitupun para Rakyat, jikapun aku menjadi Kaisar pasti banyak yang akan memberontak untuk menurunkan tahtaku".


"Cukup!!! Semuanya sudah setengah jalan, aku tidak akan menyerah sedikitpun!! Dan harus kau ingat baik baik Silas, hanya jika kau menjadi Kaisar kita tidak akan diinjak injak dan di pandang sebelah mata. Dan pastinya Ayahmu akan senang". Ucap Permaisuri sambil terduduk karena saking marahnya.


"Sudah lama ibu tidak pernah menyinggung Ayah, Ck... ternyata benar Aku bukan anak Ayahanda, pantas saja Margaku bukan Bai melainkan......". Ucap Silas namun segera di Potong oleh Sang Ibu.


"Cukup!!!! Tutup omong kosongmu Silas, Mau tidak mau kau harus menerima semua. Ibu akan mencari cara agar kau naik Tahta bagaimanapun caranya". Ucap Permaisuri sambil memegangi dadanya yang sakit.


"Sudahlah ibu, terserah kau saja". Ucap Silas kemudian keluar dari kamar sang ibu tanpa memberi salam terlebih dahulu.


Silas merasa bimbang di hatinya, di satu sisi ia ingin memperbaiki kesalahannya dengan Rong Bai dan disisi lain adalah Ibu kesayangannya.


Ia pun berjalan pergi meninggalkan Istana Sang ibu menuju Taman Istana yang tak jauh dari Istanannya sekarang. Ia merenung di atas jembatan diatas kolam untuk melihat ikan ikan cantik di dalam kolam serta sedikit merenung.


Pagi harinya, terlihat Permaisuri menyiapkan ratusan jarum beracun dan dimasukkan ke dalam kantong dan ia sembunyikan di Cincin spesialnya.


Tepat satu minggu Rong Bai dan Silas kembali, Dan hari ini pula Permaisuri akan bersiap melakukan pemberontakan bersama Kultivator jahat dan selir ketiga beserta keluarga Yun serta keluarga Qiu dari Selir ketiga.


Permaisuri berpura pura biasa saja kini menuju Istana utama untuk memberi salam kepada Kaisar. Di sana juga sudah datang beberapa Selir dan para Pangeran beserta Putri.


Mereka semua berkumpul untuk membahas perjodohan dari para Pangeran maupun Putri .


Di sana Kaisar sudah menentukan calon masing masing dari para Pangeran termasuk Silas , hanya Rong Bai yang tidak di sebutkan karena ia sudah mempunyai Liena Sue.


"Kau akan ku Nikahkan dengan Keluarga Shen , yaitu Putri pertama Keluarga Shen. Shen Yue". Ucap Kaisar.


"Maaf Ayahanda, bukan maksud anak ini tidak ingin berbakti, tapi Aku sudah mempunyai pilihan sendiri Ayah. Bisakah aku menikahinya sebagai Permaisuri Putri?". Tanya Silas yang kemudian membayangkan wajah Yu Yin yang cantik.


"Kau tunjukkan dulu Siapa Gadis itu, jika dia terlihat baik maka Ayahmu ini akan menyetujuinya". Jawab Kaisar Bai.


"Ahh sial, aku belum menanyakan darimana Asal Yu Yin dan dari Keluarga Mana dia". Batin Silas.


"Baik Ayah, aku akan membawanya kemari beberapa Hari mendatang". Jawab Pangeran Silas.


Kemudian ada seorang Kasim yang memasuki Istana utama untuk memberitahukan kedatangan seseorang.


"Maaf Yang Mulia, Walikota Yu ingin bertemu dengan anda". Ucap Kasim tersebut.


"Biarkan dia masuk". Jawab Kaisar Bai.


"Marga Yu, apakah dia keluarga Yu Yin". Gumam Silas.