Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Berlatih sihir


Akademi Langit Suang terbagi menjadi dua yakni Akademi dalam dan Akademi Luar.


Sedangkan di Akademi luar terbagi lagi menjadi beberapa :


Akademi perang yang mempelajari tahtik , tehnik dan Trik tetapi tetap saja harus berkultivasi dan bisa menggunakan senjata selain pedang.


akademi penyembuhan yang mempelajari Alkemis, dari obat , racun maupun tehnik akupuntur dan membuat pil.


Akademi pedang mempelajari banyak tehnik dan jurus jurus pedang .


Akademi sihir mempelajari menggunakan sihir.


Sedangkan di Akademi dalam semuanya harus bisa mempelajari..


Liena Sue dan keduanya kini sudah berada di Akademi dalam, mereka di kenalkan oleh beberapa Tutor dan guru khusus. Tetua Pertama pun juga berada di sana untuk menyambut dua murid baru .


Bian Sue kini duduk diantara para senior yang sudah disiapkan sesuai urutan.


Terlihat di sebelah Bian Sue sosok Pria Tampan yang saat Liena di panggil tetua Pertama dia tidak ada.


"Kali ini Tutor kalian berdua adalah Guru Dao, dia akan mengajari kalian berdua semua bidang". Ucap Tetua pertama.


"Terimakasih Tetua". Ucap Liena Sue dan Rong Bai bersamaan.


"Dan ini kalian perkenalkan Namanya Kai Yuwen, Dia Senior kedua kalian".


"Salam Kenal Kakak Senior Kedua". Ucap Liena Sue.


"Karena kalian sudah saling mengenal, dan sudah mempunyai Tutor masing masing. Silahkan memulai pengajaran masing masing".


Tetua Pertama Segera pergi meninggalkan Akademi dalam, dan semua murid kini kembali ke Tutor masing masing. Setiap Tutor mempunyai dua murid, mereka pergi menuju tempat yang sudah di siapkan para Tutor masing masing.


"Nah ini tempat kita belajar, ". Ucap Tutor Dao menunjukkan sebuah bangunan mirip gazebo tetapi terlihat lebih besar .


"Baik Tutor Dao".


"Kalian panggil saja Guru Dao atau tetua Dao, tidak perlu sungkan atau terlalu sopan seperti itu".


"Terimakasih Guru Dao".


"Kemarilah, hari ini kita belajar dari buku kuno di meja ini dahulu. Setelah kalian memahaminya kita bisa memulai mempraktikkan yang ada di Buku itu". Jelas Guru Dao.


"Baik Guru". Ucap Mereka berdua.


Mereka memulai membuka Buku Kuno yang di berikan Guru Du, Membaca perlahan untuk lebih memahami isi inti dari buku.


"Guru bukankah ini beberapa Tehnik Sihir dan Formasi Yang langka?". Tanya Rong Bai.


"Ya benar, dan itu hanya aku ajarkan kepada Kalian. Karena Kalian sangat istimewa". Ucap Guru Dao .


"Guru apa ada Sihir untuk memperbaiki Ingatan?". Tanya Rong Bai.


"Ada, apa Kalian ingin mempelajarinya?".


Mereka berdua mengangguk dengan penuh antusias .


"Kalau begitu kalian pahami isi buku itu dulu baru aku akan mengajarkan kepada kalian". Ucap Guru Dao Kemudian.


.....


Di Gunung Kematian...


Para Kultivator jahat tengah mengadakan pertemuan di Istana Gelap istana para Kultivator jahat.


Istana yang berada di Pulau terpencil di selatan Negara Gu.


"Ketua, bagaimana dengan rencana kita?".


"Kalian tenang saja, aku sudah mempunyai Rencana lain. Untuk waktu dekat ini biarkan orang orang itu bernafas dengan tenang. Setelah kita mempunyai Darah Murni itu, kita bisa menyerang mereka kembali". Ucap Ketua Kultivator Jahat.


"Shili, apa Rencanamu?". Tanya Seorang wanita yang tiba tiba datang dan bergelayut manja kepada Shili Sang Ketua .


"Kau tenang saja Sayang, Teman Lamaku akan membantuku mengambil Darah Murni itu".


"Benarkah, apa dia tampan?".


"Apa aku kurang tampan , sehingga kau bertanya seberapa Tampan dirinya?". Ucap Shili yang kemudian mencekik Gadis itu hingga sulit bernafas.


"Ti tidak seperti itu Sayang, Jika Dia tampan aku bisa mengambil Auranya untuk kecantikanku ataupun membuatkanmu obat umur panjang". Ucap Gadis itu.


"Kau benar, Kau bisa membuatkan ku Ramuan Panjang umur Sayang". Ucap Shili sembari meminum Anggur yang telah di tuangkan oleh Gadis lain.


"Kau kemarilah". Panggil Shili kepada Bawahannya.


"Ya Ketua".


"Kau awasi Gadis itu, ketika ada waktu cobalah ambil darahnya sebanyak mungkin. Aku takut temanku menghianatiku".


"Baikm Ketua".


...


Sore hari di Akademi Langit Suang....


Karena sudah cukup waktu pembelajaran, Guru Dao mempersilahkan dua muridnya untuk pulang. Guru Dao juga berpesan jika ingin mempraktikannya sendiri harus bisa formasi pelindung terlebih dahulu.


"Guru Dao, apa kami boleh membawa buku ini untuk di pelajari?". Tanya Liena Sue.


"Tentu, tapi jangan lupa besok kalian harus menunjukkan hasilnya di depanku secara langsung".


"Mengerti guru". Ucap mereka berdua serentak.


"Kalau begitu berhati hatilah, Kakakmu pasti sudah menunggu di gerbang".


"Terimakasih Guru Dao, kami pamit dulu".


Liena Sue dan Rong Bai pun memberi hormat kepada Guru Dao sebelum meninggalkan kelas. Setelah memberi hormat mereka bergegas menuju Gerbang karena Bian Sue sudah menunggunya di sana.


"Huh, lama sekali kalian".Bian Sue menggerutu


"Maaf kak, kami ada urusan sedikit". Jawab Liena Sue.


"Kau ini banyak sekali alasan, Sudahlah ayo kita pulang".


Mereka bertiga segera bergegas untuk kembali ke Mansion, adapun Liena Sue yang sangat bersemangat ingin mempraktikkan Sihir yang ia pelajari dari buku Kuno tersebut.


Setelah selesai makan malam Liena Sue segera bergegas ke halaman belakang bersama Rong Bai karena Bian Sue ada kepentingan mendadak dan harus kembali ke Akademi.


Liena Sue memasang Arai pelindung agar tidak di ketahui oleh orang orang di sekitarnya.


Mereka berdua secara bergantian mempraktikkan Sihir satu persatu , sesekali mereka bercanda dan tertawa karena keberhasilan Sihir yang mereka lakukan hingga akhirnya mereka merasa lelah dan merebahkan tubuh mereka di sekitar rerumputan Belakang Mansion.


"Na'er". Panggil Rong Bai .


"hemm, ". Jawab Liena Sue .


"Jika Suatu saat nanti aku menghianatimu, apa yang akan kau lakukan ?". Tanya Rong Bai .


"Tergantung kesalahanmu, Jika kau berkhianat karena suatu alasan atau karena perintah seseorang mungkin aku akan mempertimbangkannya". Jawab Liena Sue dengan pandangan datar.


"Apa kau begitu percaya padaku Liena?".


"Yah , aku sangat mempercayaimu. Jadi aku percaya kau tidak akan Mengkhianati aku". Ucap Liena Dengan tulus.


Rong Bai tersenyum kemudian mengubah posisi tidurnya menjadi tengkurap untuk melihat wajah cantik Liena Sue yang tengah menatap awan. Rong Bai menyangga kepalanya dan tersenyum , sesekali ia bermain rambut Liena yang tergerai.


"Ah Rong, sudah malam. Bagaimana kalau kita masuk dan istirahat".


"Dengan senang hati Putri". Ucap Rong Bai yang tiba tiba menggendong Liena Sue tanpa Aba aba , kemudian segera melesat menuju Kamar Liena Sue.


Rong Bai meletakkan perlahan tubuh Liena Sue di Ranjang kemudian ia jentikan jari lagi di dahi Liena, sehingga langsung tertidur seperti malam sebelumnya.


"Ck,, Romantis sekali ". Ucap Seseorang dari balik jendela.


"Untuk apa kau kemari Shili?". Tanya Rong Bai dengan datar.


"Untuk meminta darah Murni, apa kau sudah mendapatkannya?".


"Tidak, aku tidak akan memberikanmu walaupun setetes saja".


"Benarkahh, Hmmm... Baik kalau begitu, aku sendiri yang akan mengambilnya". Ucap Shili yang kemudian menyerang Liena Sue yang tengah tertidur.


Untung saja Rong Bai sudah dengan persiapan jadi kejadian mereka tidak bisa terdeteksi oleh siapapun.


Rong Bai menggunakan Sihir yang baru ia pelajari dengan Liena Sue dari Buku kuno, sehingga ia berhasil melukai telak dada Shili yang terkena Sihir Racun. Shili memuntahkan darah segar kemudian ia beringsut melarikan diri karena kekalahannya.


"Aku akan kembali Rong Bai, Lihat saja nanti". UCap Shili yang menghilang sekejap mata.