Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Kupu kupu surgawi Ziguang


Setelah bermalam semalam di Tepi sungai itu, mereka kini melanjutkan perjalanan yang tertunda.


Kali ini Liena Sue lebih memilih diam selama perjalanan, begitupun Rong Bai.


"Liena, kita pergi ke arah mana? apa kau tahu arah lihatlah di depan ada jalan bercabang". Tanya Liu Zhang.


"Sebentar, dilihat dari peta kita harus mengambil jalur kanan jika ingin lebih cepat tetapi kita harus melewati Rawa tengkorak. Jika kita melewati jalur kiri kita harus melewati Seratus jembatan Gantung yang banyak merenggut nyawa". Jelas Liena sambil membaca peta.


"Astaga kenapa tidak ada jalur yang tidak ekstrim". Ucap Liu Zhang.


"Kau ini hanya bisa menggerutu saja, Kalau saranku lebih baik kita ambil jalur kanan saja Liena". Ucap Silas.


"Ya benar, resikonya tidak separah Jembatan itu. Dengar dengar jembatannya sudah sangat tua". Sambung Yu Yin.


"Kalau begitu ambil jalur kanan". Jawab Liena Kemudian.


Mereka akhirnya mengambil jalur kanan, Liena Sue memimpin karena memegang peta. Dibelakangnya adalah Rong Bai yang selalu memperhatikan gerak gerik Liena Sue.


Setelah perjalanan kurang lebih setengah jam mereka merasakan suasana di hutan itu semakin dingin dan semakin menakutkan.


Bulu kuduk mereka berdiri karena suasana semakin mencekam. Rong Bai merapatkan diri dengan Liena takutnya ia merasa takut. Sedangkan Silas kini tengah menjejeri Yu Yin agar gadis itu lebih aman, karena sedari tadi Silas melihat Yu Yin bergidig ketakutan.


"Sepertinya kita sudah dekat dengan Rawa tengkorak itu". Ucap Liena Sue memberitahu.


"Pantas saja mencekam". Sahut Liu Zhang.


"Na'er hati hati". Ucap Rong Bai.


Mereka memacu kuda perlahan karena suasana yang semakin dingin , lembab dan mencekam. Liena Sue turun dari kuda untuk memeriksa sesuatu berwarna Ungu di depannya.


"Kau mau kemana Na'er?". Tanya Rong Bai.


"Kalian tunggu disini, ada sesuatu yang aneh di depan".


"Aku akan mengikutimu, yang lain tetap tinggal. Jika kami tidak kunjung kembali kalian bisa menyusul". Ucap Rong Bai.


"Baik". Jawab Mereka bertiga.


Rong Bai dan Liena Sue pun berjalan mengendap endap ke arah cahaya ungu dari balik pepohonan. Mereka mengintip perlahan dari balik semak, betapa terkejutnya saat mereka menemukan cahaya ungu yang ternyata seekor kupu kupu besar sebesar gajah berwarna ungu dan bersinar tengah hinggap di batang pohon besar.


"Itu, Kupu Kupu Surgawi kan". Ucap Liena Sue.


"Yah benar, tapi kenapa ada yang sebesar itu". Jawab Rong Bai.


"Mungkin itu berusia jutaan tahun jadi menjadi besar". Jawab Liena Sue asal


"Kupu kupu surgawi memang sulit di temukan, Konon jika ia menampakkan diri pada seseorang berarti dia memilih orang itu menjadi Tuannya". Terang Rong Bai.


"Benarkah? Kalau begitu aku akan perlahan lahan mendekati kupu itu".


Liena Sue bangkit dari persembunyiannya kemudian berjalan perlahan mendekati kupu kupi bercahaya ungu tersebut.


"Hati hati Na 'er".


"Iya kau tenang saja".


Liena semakin mendekat dengan kupu kupu itu, Ia begitu terpesona dengan kupu kupu terindah itu, dengan warna ungu bercahaya dan badan yang hampir transparan itu.


Perlahan Liena Sue mengulurkan tangannya ke sayap kupu kupu itu, sehingga membuat kupu kupu itu waspada dan berbalik ingin menyerang.


Akan tetapi ketika mendapati Liena Sue di depannya, Kupu kupu itu perlahan tertunduk di depan Liena seakan memberi penghormatan.


Liena terkejut , sehingga tanpa sengaja melukai jari telunjuknya dari duri yang tiba tiba ada di belakngnya.


Darah itu perlahan menetes tepat mengenai kepala kupu kupu. Tanpa disadari Liena, darah itu tiba tiba meresap di kepala kupu kupu surgawi.


"Aku tidak apa apa Ah Rong". Jawab Liena Sue.


Tiba tiba tubuh Liena dan Kupu kupu bersinar dengan sinar ungu yang pekat, sehingga Rong Bai menutupi matanya karena silau.


Rong Bai mendekat untuk melihat Keadaan Liena Sue, Dari balik cahaya terlihat puluhan kupu kupu Ungu menyelimuti Liena Sue hingga cahaya perlahan meredup.


Di dalam cahaya, Liena Sue seperti berada di dalam kepompong yang hangat. Kekuatan batin dan internalnya semakin kuat dengan cahaya ungu yang meresap ke dalam dirinya.


Kepompong yang lembut seperti sutra itu perlahan memudar dan menampilkan Sosok Liena Sue yang berbeda.


Pakaian yang ia kenakan berubah menjadi gaun ungu yang indah dengan kupu kupu ungu yang mengelilinginya.


"Ah Rong". Panggil Liena Sue kepada Rong Bai setelah cahaya meredup.


"Apa kau baik baik saja Na'er?". Tanya Rong Bai.


"Aku baik baik saja, dan aku sudah mengikat Kontrak dengan Kupu kupu Surgawi ini". Jawab Liena Sue.


"Jika kau berpakaian seperti ini bukankah akan banyak orang yang mengetahui jika kau sudah mengikat Kontrak dengan Kupu kupu surgawi?".


"Kau benar, Ah Rong". Ucap Liena Sue yang ingin mengganti pakaiannya , akan tetapi Gaun itu tidak bisa di lepas sama sekali sehingga membuat Liena Sue cukup Gusar.


"Nona, pusatkan Kekuatan batinmu maka pakaian yang kau kenakan akan berganti pada pakaianmu sebelumnya. Pakaian itu bukan pakaian biasa melainkan Armor Surgawi dari Kupu Kupu Surgawi".


Terdengar suara kecil dari batin Liena , sehingga ia terlihat kebingungan dengannya.


"Siapa kau, dan apa maksudmu?". Tanya Liena Sue dengan telepati.


"Aku Kupu Kupu Surgawi mu Nona, Ziguang namaku Nona".


"Benarkah? Lalu bagaimana kau membuktikan kalau kau tidak berbohong?". Tanya Liena Sue dengan Ragu.


"Coba kau lihat di sebelah kananmu, aku diantara mereka yang terbang. Warnaku lebih tua dari yang lainnya". Jawab Ziguang.


"Baiklah, aku percaya. Aku akan mencoba saranmu tadi".


Setelah memusatkan Kekuatan Batinnya tiba tiba penampilan Liena Sue berubah menjadi sebelumnya.


Liena Sue dan Rong Bai memutuskan untuk kembali ke Rombongan, akan tetapi Ketiga orang itu lebih dulu menyusul Liena Sue dan Rong Bai karena merasa khawatir.


"Kenapa kalian Lama sekali?". Tanya Yu Yin.


"Maaf, cahaya itu baru saja menghilang dan kami harus memastikan". Jawab Liena.


"Huh, kau ini padahal ada kami tapi kalian hanya pergi berdua". Ucap Yu Yin menggerutu.


Liena Sue terkikik geli melihat Yu Yin merajuk, sedangkan Rong Bai terlihat datar tanpa ekspresi kemudian berjalan menuju Kudanya yang di bawakan oleh Silas.


"Ada apa? Apa kalian baik baik saja?". Tanya Silas .


"Cukup Baik". Singkat Rong Bai.


"Huh dasar, Si wajah datar.. Saudaramu mengkhawatirkan mu, jawabanmu malah begitu datar". Ucap Liu Zhang dan berhasil mendapat tatapan mematikan Rong Bai sehingga ia meneguk Salivanya.


"Sudahlah kami baik baik saja, ayo kita lanjutkan perjalanannya". Ucap Liena Sue memecahkan kecanggungannya.


"Tentu, ini kudamu Nona". Kata Liu Zhang sembari memberikan Kuda Liena yang ia bawa.


Mereka pun akhirnya memutuskan kembali mengambil perjalanan yang sempat tertunda itu.


Semenjak terikat kontrak dengan Kupu Kupu Surgawi, Tubuh Liena Semakin ringan dan wajahnya semakin cerah di tambah lagi kekuatannya semakin kuat.