
Bian Sue mencoba mencarikan Jalan untuk Liena Sue dan Rong Bai untuk mengambil nomor urutan. Dia meninggalkan pasangan tersebut di antara para calon siswa untuk mengambil nomor.
"Salam Pangeran Bian". ucap senior yang bertugas membagi nomor antrian itu.
"Bangunlah, berikan aku dua nomor . Adikku ingin mendaftar di Akademi".
"Baik Pangeran, ini nomornya". Ucap orang itu memberikan dua nomor kepada Bian Sue.
Setelah mendapatkan nomor, Bian Sue pun kembali menghampiri Liena dan Rong Bai.
"Ini nomor kalian, kalau begitu mari masuk ke dalam untuk menunggu giliran".
"Ke dalam mana Kak?". Tanya Liena.
"Ke depan bangunan bertingkat tujuh itu Na'er". Jawab Bian Sue dengan gemas.
"Heheh maaf aku tidak tahu". Ucap Liena dengan polosnya membuat Bian Sue dan Rong Bai terlihat gemas dan tanpa aba aba mereka berdua sama sama mencubit pipi putih Liena Sue .
Liena pun terkejut saat merasakan dua tangan yang tengah mencubit pipinya, dengan reflek diapun menggenggam erat lengan kedua pria itu.
"Kalian menyebalkan,,". Ucap Liena sambil menghentakkan kedua tangan Pria itu dan berjalan menuju tempat seleksi meninggalkan dua orang yang telah berjalan di belakangnya.
"Dasar wanita". Gumam Bian Sue yang juga mengikuti Liena Sue dari belakang.
Terlihat sebuah altar di depan para peserta, di atas altar terdapat sebuah bola kristal yang fungsinya untuk mengetahui tingkat Kultivasi seseorang.
Liena Sue urutan nomor delapan puluh dan Rong Bai nomor Tujuh puluh sembilan, mereka tengah menunggu cukup lama karena nomor mereka masih begitu jauh.
"Nomor Empat puluh sembilan". Teriak Senior yang mengetes Kultivasi.
"Huh, lama sekali. Padahal tadi kita datang begitu pagi". Ucap Liena Menggerutu.,
"Ini baru seleksi awal kau sudah bosan Na'er?". Tanya Bian Sue .
"Memang ada berapa kali Seleksi?". Tanya Liena.
"Di awal ini akan ada seleksi tingkat kultivasi, setelah terpilih nanti akan ada seleksi lagi duel satu lawan satu yang akan dilaksanakan lusa. Dari ribuan orang nantinya akan di terima sebanyak Seratus orang terpilih". Jelas Bian Sue.
"Ternyata cukup sulit ya".
"Apa kau ingin menyerah Na'er?". Tanya Rong Bai.
"Tidak, dan tidak akan pernah". Jawab Liena Sue dengan tegas.
"Nomor Tujuh puluh Sembilan". Teriak Senior di atas altar.
"Ah Rong giliranmu". Ucap Liena Sue
"Iya, kalau begitu aku naik dulu". Rong Bai pun naik keatas Altar untuk tes tingkat kultivasinya.
Banyak sekali pasang mata yang mengagumi keindahan Rong Bai, yang pastinya kebanyakan perempuan. Apalagi Rong Bai yang berjalan dengan gagah serta berpakaian yang menurut mereka terlihat sangat tampan.
"Siapa Pria itu, tampan sekali".
"Semoga aku bisa lolos seleksi dan bisa melihat pria itu di akademi".
Terlihat para wanita sedang berbisik tentang Rong Bai yang terdengar jelas oleh Liena Sue , sehingga membuat wajah Putri Sue itu terlihat muram .
Rong Bai pun akhirnya sampai di depan bola kristal tersebut dan mulai mengulurkan tangannya untuk memulai pengecekkan.
Busshh....
Terdengar suara dari Bola kristal yang tengah di pegang oleh Rong Bai.
Tahap Roh Langit Puncak
Kemudian muncul beberapa cahaya berwarna perak yang menandakan bakat tertentu Rong Bai.
"Tahap Roh Langit Puncak, dengan kelebihan tambahan sebagai Ahli senjata karena tubuhnya mengandung Logam". Jelas Senior di atas altar.
Semua orang pun bertepuk tangan saat melihat Bakat langka dengan sosok yang begitu tampan.
"Tubuh logam, bukankah itu bakat langka ?". Tanya Liena.
"Kau benar, hanya Keturunan Dewa perang yang mempunyai Bakat seperti itu. Dan kau tahu, Bakatku hanyalah seorang pengendali. Dibandingkan dengan Rong Bai aku tidak ada apa apanya". Jawab Bian Sue .
"Kau benar Na'er, Mungkin kita beruntung".
"Selanjutnya, Nomor Delapan Puluh".
"Kakak, aku pergi dulu". Ucap Liena kemudian berjalan menuju Altar .
Tak hanya Rong Bai yang menjadi pusat perhatian, Liena Sue juga menjadi Pusat perhatian bagi para Pria dan tidak sedikit dari peserta Wanita. Sososk gadis cantik dengan pakaian Khas Negara Ba kini tengah berjalan menuju Altar.
"Apa dia pasangan pria tadi, begitu cantik".
"Yah kalau mereka berpasangan tentunya sangatlah cocok, bukankah begitu".
" Ya Kau benar".
Gumam para Calon murid yang saling menilai antara Liena Sue dan Rong Bai.
Kecantikan Liena kini tengah menarik perhatian Senior yang berada di atas pagoda , sosok Pria tampan yang kini memperhatikan Liena Sue yang akan mulai melihat tingkat Kultivasinya.
"Siapa Gadis itu, begitu cantik dan menarik". Gumam Pria itu.
"Kenapa kau memperhatikan gadis itu terus Yu Zhan? Apa kau tertarik padanya?". Tanya teman Pria yang ternyata bernama Yu Zhan.
"Yah, cukup menarik minat. Dia terlihat menonjol". Jawab Yu Zhan.
Yu Zhan pun memperhatikan Liena Sue tanpa melewatkan sedikitpun.
Di Altar Liena Sue bersiap mengulurkan tangannya untuk melihat tingkat Kultivasinya, kali ini dia tidak menyembunyikan kekuatannya karena saran dari Sang Putra Mahkota.
Setelah menyentuh bola Kristal...
Busshh...
Tahap Alam Roh Dewa Puncak
Semua murid tercengang melihat tingkat kultivasi Liena Sue, pasalnya mereka semua hanya mencapai di Alam Roh Bumi Puncak dan sejauh ini hanya Para Tetua yang mencapai Alam Roh Langit Puncak dan hanya tetua pertama yang mencapai Alam Roh Dewa Puncak.
"Ck, Kultivasi sudah tinggi lalu untuk apa memasuki akademi ini? Apa dia ingin mempermalukan kita dan ingin pamer?". Ucap Seseorang calon Murid dari balik kerumunan.
Semua calon murid kini tengah berbisik tentang kemampuan Liena, ada yang sangat antusias dan ada pula yang mencibirnya.
Sedangkan Yu Zhan terlihat tersenyum saat melihat Gadis incarannya mencapai Tahap Kultivasi cukup tinggi .
"Wahh, tinggi sekali Tingkat Kultivasinya. Ku kira hanya Bian Sue yang mempunyai Kultivasi tinggi". Gumam teman Yu Zhan yang begitu antusias.
"Yahh, mungkin mereka bersaudara. Ayo kita kebawah, mungkin para tetua sudah mengetahui bakat gadis dan Pria itu. Dan kita harus menyambut mereka" . Ajak Yu Zhan .
Setelah selesai pengecekan tiba tiba muncul cahaya warna warni dari Bola kristal tersebut, membuat semua orang semakin terkejut di buatnya .
"Tahap Roh Dewa Puncak, dengan Bakat lain sebagai Pengendali binatang, pengendali elemen, dan kebal terhadap semua jenis racun".
Semua orang terkejut bahkan tidak bisa berkata kata, begitu pula kepada para tetua
yang juga sangat terkejut dengan bakat langka ini.
Liena Sue kini kembali menemui Bian Sue dan Juga Sang kakak.
"Kau hebat Na'er, Aku jadi penasaran apakah ibu kita adalah seorang Dewi?". Gumam Bian Sue sedikit berkhayal.
"Kau bisa beetanya nanti jika kau pulang kakak". Jawab Liena Sue.
"Maaf Kalian tadi yang mempunyai bakat lain?". Tanya salah satu senior yamg menghampiri mereka.
"Benar Kakak senior". Jawab Liena Sue.
"Kalau begitu mari ikut saya ke tempat Tetua pertama".
"Apa Tetua pertama ingin menemui kedua Adikku Tao ?". Tanya Bian Sue yang berhas mengagetkan Senior bernama Tao itu.
"Bian Sue, pantas mereka berbakat. Ternyata Adikmu, kalau begitu kau ikut sekalian".
"Baiklah".