
Suasana Rawa yang mencekam di tambah cacing besar di bawah sana berhasil membuat Liena dan yang lainnya bergidig ngeri.
Kini Liena Sue berdiam sejenak untuk menyusun rencana dadakan, dia mengamati dengan seksama gerak gerik cacing besar itu hingga terbesit sebuah ide .
"Aku tahu, cacing itu tidak mempunyai mata. Dia hanya menggunakan pendengarannya yang cukup tajam, Jadi lebih baik kita tidak perlu melawannya asalkan kita tidak membuat suara". Jelas Liena Sue.
"Hufh syukurlah, tapi jika kita turun bukankah akan menimbulkan suara?". Tanya Liu Zhang.
"Ya benar, aku hampir melupakan itu". Jawab Liena dengan singkat.
"Na'er, sepertinya cacing itu hanya berada di tanah bagian kiri. Jika kita menggunakan Jalur air dia tidak akan mengejar kita". Usul Rong Bai.
"Hmm masuk akal, tapi bagaimana kita menemukan benda mengapung secepatnya?".
"Tunggu sebentar". Singkat Rong Bai kemudian perlahan ia mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin spesialnya dan di arahkan ke arah air.
"Perahu, kau menyimpan perahu di cincin spesial Rong Bai?". Tanya Pangeran Silas.
"Ya, aku sudah menyiapkan semuanya sebelum perjalanan". Jawab Rong Bai dengan santai.
"Kapan kau menyiapkan barang sebesar itu? bagaimana kami tidak tahu". Sahut Silas.
"Itu tidak penting, yang terpenting kita harus mencari cara untuk bisa ke atas perahu itu". Sahut Yu Yin.
"Benar, jika kita menggunakan tehnik terbang. Pastinya harus memerlukan pijakan yang lain karena jarak kita dengan air cukup jauh". Ucap Liena Sue.
"Aku punya ide, bagaimana kita membuat dua tim. Yang satu berlari menuju perahu dan di sisi lain membuat suara untuk mengalihkan perhatiannya?". Usul Silas .
"Aku setuju, kita harus membiarkan para perempuan dulu yang berlari ke atas perahu dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh". Sahut Liu Zhang.
"Baiklah mari kita mulai". Ucap Liena Sue kemudian mendekati Yu Yin untuk bergandengan tangan.
Pertama Liu Zhang turun ke arah yang berbeda untuk mengalihkan perhatian cacing itu, setelah teralihkan Liena Sue menggandeng Yu Yin untuk segera menuju ke atas kapal. Dengan kecepatan melangkah dan meringankan tubuh Liena, dengan cepat mereka sampai di atas perahu.
Setelah dua wanita itu kini giliran Liu Zhang dan Silas, Rong Bai kini yang mengalihkan perhatian Cacing besar itu.
Setelah kedua pria itu aman, kini Giliran Rong Bai yang harus naik ke atas kapal. Dia menggunakan ilusi boneka untuk mengecoh Cacing itu.
Setelah semua berada di atas perahu, Liu Zhang dan Silas bertugas mengayuh perahu dengan kekuatan internal mereka sehingga perahu berhasil menuju ke tengah rawa.
Sedangkan Cacing itu kini terlihat marah, tanpa di duga Cacing itu ternyata bisa berenang memasuki rawa.
Kelimanya sempat tertegun melihat cacing besar itu ternyata bisa berenang karena tiba tiba di tubuh cacing itu muncul empat pasang kaki.
"Astaga.. Dia biasa berenang, kekuatan kita tidak bisa mendorong perahu dengan cepat". Ucap Silas dan Liu Zhang khawatir.
"Ya Dewa, selamatkan kami dari makhluk jelek itu". Ucap Yu Yin.
"Tunggu, kalian perhatikan di sana tapi jangan berhenti mendayung perahu". Ucap Liena Sue yang sedang memperhatikan Di bawah cacing besar itu.
"Lihat, ada pusaran air di sana. Kita harus cepat sampai ke daratan di sebelah sana". Ucap Yu Yin khawatir.
"Ah Rong sepertinya ada sesuatu yang besar di bawah sana, kita harus membawa Perahu ini menepi di daratan di ujung sana". Ucap Liena Sue kepada Rong Bai.
"Serahkan dayung itu padaku dan Liena Sue, Tugas kalian hanya berpegangan pada perahu agar tidak terjatuh". Perintah Rong Bai.
"Baik". Jawab mereka serentak.
Dayung sudah di ambil alih, Liena dan Rong Bai saling menatap kemudian mengangguk yakin.
Dengan tingkat kemampuan Liena Sue dan Rong Bai yang di atas mereka bertiga, kini berhasil menjalankan perahu dengan kekuatan internalnya masing masing.
Saat hampir sampai ke tepi tiba tiba di bawah air muncullah makhluk besar panjang yang tiba tiba menyerang Cacing besar itu, sehingga perahu yang mereka tumpangi terkena ombak dari makhluk itu dan terpental keluar rawa. Kelima orang di atas Perahu kini terpental tak tentu arah hingga ada yang menabrak pepohonan.
"Apa lagi itu, Sepertinya kita hari ini begitu sial". Ucap Liu Zhang dengan badan basah kuyup.
"Apa kalian baik baik saja?". Tanya Liena Sue.
"Yah paling tidak kita tidak terluka parah". Jawab Silas.
"Ah Rong apa kau baik?". Tanya Liena Sue
"Cukup baik, bagaimana denganmu?".
"Aku juga baik, Makhluk itu kenapa besar sekali. Malah lebih besar dari Cacing itu".
"Itu adalah kerangka Naga, sepertinya kita berada dalam masalah lebih besar".
"Benarkah, kalau begitu jangan buang waktu. Ayo kita pergi saja". Teriak Liena Sue dan berhasil membuat Kerangka Naga itu Menoleh ke arah mereka.
"Sial, Teman teman cepat kita pergi dari sini". Teriak Liena Sue kembali.
Kemudian Dengan cepat mereka pergi melalui dahan dahan pohon dengan ilmu meringankan tubuh.
"Bukankah itu Kerangka Naga Liena?". Tanya Liu Zhang.
"Ya, jadi kita harus menjauh secepatnya". Jawab Liena Sue.
"Asalkan kita menjauh dari air maka ular itu tidak akan menyakiti kita". Ucap Rong Bai.
"Kalau begitu kita turun di sana saja, sepertinya ular itu sudah tidak bisa mengejar".
Mereka memutuskan turun di tempat yang cukup lapang di tengah hutan, karena hari mulai malam mereka memutuskan bermalam di tempat itu.
Memang benar, Kerangka naga itu tidak bisa mengejar mereka jika berada di daratan jadi untuk saat ini mereka aman.
"Untung saja kita tidak meladeni Monster Monster tadi. Kalai tidak kita tidak akan sampai di Desa Fu tepat pada waktunya". Ucap Yu Yin.
"Ya benar, setidaknya kita bisa tidur malam dengan nyenyak kali ini". Sahut Liu Zhang.
"Aku akan mengeluarkan kuda kuda kalian dulu, aku ingin pergi mencari beberapa tanaman obat langka yang berada di hutan ini". Ucap Liena Sue kemudian mengeluarkan empat kuda teman temannya.
"Aku akan ikut denganmu ". Kata Rong Bai.
"Tidak perlu, tidak jauh dari sini dan kalian bisa mengawasi ku dari sini". Ucap Liena Sue menolak.
"Baiklah kalau begitu berhati hatilah".
Liena Sue pun segera pergi dari tempat teman temannya, sebenarnya dia merasakan sesuatu yang mencurigakan ketika mereka sampai di tempat itu jadi dia memutuskan menyelidikinya sendiri.
"Nona, apakah kau merasakan sesuatu yang mencurigakan?". Tanya Ziguang menggunakan telepati.
"Ya, aku merasakan ada beberapa orang yang mengintai kita". Jawab Liena Sue .
*"Sepertinya itu bau orang orang bertopeng Nona mereka sangat jahat kau harus berhati hati nona". *
"Jika memang benar mereka, maukah kau mengantarkan pesan kepada Rong Bai? Aku punya sebuah rencana.
"Tentu Nona".
Liena Pun menuliskan beberapa kata di secarik kertas kemudian di berikan oleh Ziguang agar diantarkan kepada Rong Bai.
Tepat setelah memberikan secarik kertas tiba tiba asap tebal muncul di sekitar Liena Sue kemudian ia akhirnya jatuh pingsan.
"Cepat bawa gadis itu, Kita harus menjadikannya sandera agar mereka tidak meneruskan penyelidikan tentang kita". Ucap Salah satu Pria bertopeng itu.
"Baik Pemimpin". Jawab Bawahannya bersamaan.