
Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, akhirnya mereka sampai di Mansion Bian Sue
Qiu Bin pamit untuk kembali, dan keempat orang itu memasuki Mansion untuk beristirahat.
Sesampainya di halaman Mansion Mark kini tengah berjalan mondar mandir menunggu semuanya datang.
"Kenapa kau berjalan kesana kemari seperti itu?". Tanya Liena Sue.
"Salam Yang Mulia, Hamba menemukan seseorang berjubah hitam yang tadi mengintai perjalanan kalian. Dan sepertinya itu salah satu Kultivator Jahat ".
"Lalu dimana Sekarang?". Tanga Rong Bai dan Bian Sue hampir bersamaan.
"Di Penjara Bawah Tanah Mansion ini Yang Mulia". Jawab Mark.
"Ayo kita lihat". Ucap Bian Sue yang masih menggandeng Ji Hua.
"Kakak, memangnya ada Penjara di Mansion ini?". Tanya Liena Sue.
"Ada, penjara ini lebih ketat di bandingkan Penjara Istana". Jawab Bian Sue.
"Benarkah, kenapa kak.. Huh kau membuatku penasaran".
"Mansion ini sebenarnya untuk menutupi Penjara terkuat dan terketat di Kota Suwan, dan aku di tugaskan Tetua Pertama untuk menjaga Penjara para Kultivator ini bahkan Binatang Roh sekalipun. Penjara ini mempunyai sihir yang tinggi, jadi siapapun yang terkurung di dalamnya tidak akan bisa melawan karena kekuatan Internalnya di segel habis oleh sihir penjara". Jelas Bian Sue panjang Lebar.
"Ohh begitu, Tapi jika kau nanti menikah bagaimana Kak?". Tanya Liena Sue lagi.
"Itu , aku belum memikirkannya". Jawab Buan Sue Asal.
Mereka pun akhirnya sampai di Penjara Bawah tanah yang di maksud.
Penjara itu seperti bukan penjara seperti biasanya yang terlihat menakutkan dan gelap, melainkan seperti kamar penginapan jaman dahulu. Di sana terlihat beberapa Binatang Roh dan Kultivator yang tengah di penjara, mereka semua menggunakan gelang penjara sehingga tidak bisa menggunakan kekuatan mereka ataupun kabur dari sana. Walaupun orang luar memasuki untuk berkunjung tapi tahanan tidak akan bisa melukai atau kabur walaupun pintu terbuka lebar sekalipun.
"Ini lebih tepatnya adalah penginapan". Gumam Liena Sue.
"Dimana orang itu?". Tanya Bian Sue.
"Di dalam sini Yang Mulia". Jawab Mark.
Mereka pun akhirnya memasuki penjara yang seperti penginapan itu, Terlihat sosok pria muda yang menggunakan jubah hitam tengah di tali kedua tangan dan kakinya dengan badan berlumuran darah.
"Kenapa dia terluka?". Tanya Liena Sue.
"maaf Yang Mulia, tadi saya sudah menginterogasinya karena tidak mengakuinya kami menyiksa sedikit". Jawab Mark.
"Kenapa hanya sedikit?". Tanya Liena Sue ekspresinya tiba tiba berubah menjadi dingin .
"Itu.....". singkat Mark lalu di potong olwh Rong Bai.
" Sudahlah Na'er, kita perlu banyak Informasi dari orang ini. Mereka pasti mengincar kau saat ini".
"Rong Bai benar, kita masih butuh dirinya Liena". Timpal Bian Sue.
"Yah yah, terserah kalian. Aku akan duduk di sini bersama Kakak Ji, kalian saja Yang menginterogasinya".
"Baiklah, tunggu dan dengarkan". Jawab Bian Sue.
Pertama Bian Sue yang akan menginterogasi orang itu, dia membangunkannya dengan sedikit air dan sedikit membuka titik akupunturnya agar dia sadar .
Uhukk uhukkk..
"Ck, kalian sudah disini ternyata". Ucap Pria itu.
"Katakan siapa kau,siapa yang memerintahkan dan apa tujuanmu?" . Tanya Bian Sue.
"Sampai matipun aku tidak akan memberitahu kalian".
"Ck, kau sangat menyebalkan. Jika kau bersikeras ingin mati aku akan membantumu".
"Tunggu, jangan terburu buru. Biar aku saja yang menanyainya". Rong Bai pun maju ke tempat pria itu dan memberikan sebuah pil serta memaksanya untuk menelan.
"Pil Kejujuran". Jawab Rong Bai dengan santai .
Orang itupun berusaha memuntahkan pil tersebut tetapi tidak bisa, Tubuhnya tiba tiba menegang sesaat kemudian melemas kembali tanda pil tersebut sudah bekerja.
"Sekarang kau bisa bertanya padanya Kakak Ipar". Ucap Rong Bai.
Bian Sue pun kembali kedepan tahanan kemudian duduk di depannya untuk menanyainya kembali.
"Sekarang aku bertanya kembali,Siapa yang menyuruhmu dan apa tujuanmu?".
" Ketua kami yang bernama Shilin, dan tujuan kami ingin menaklukkan Kota Suwan lewat kedai terbesar kota. Di Bawah Kedai itu terdapat Pusaka Langit yang bisa menghancurkan Kota, kami berniat mengambilnya tapi kalian merusak rencana kami".
"Pusaka langit seperti apa yang kau maksud?". Tanya Liena Sue .
"Pusaka itu adalah panah tanpa batas, itu adalah salah satu pusaka tertinggi di Dunia Kultivasi". Jawab Orang itu.
"Lalu apakah benar kalian mengincar gadis berdarah Dewa Murni? Dan apa tujuannya?". Tanya Bian Sue.
"Benar, Gadis itu bisa membangkitkan Roh Murni yang bisa kami gunakan untuk berkultivasi dengan cepat. Tetapi dia juga bisa dengan mudah bisa menyingkirkan kami".
"Roh Murni, sepertinya aku tahu itu". Ucap Liena Sue.
"Kau tahu? darimana Kau tahu Na'er". Tanya Bian Sue.
"Saat aku pingsan terakhir kali, aku bertemu dengan Roh Murni yang dia maksud". Jawab Liena Sue.
"Lalu?". Tanya Bian Sue dengan penasaran.
Flasback On..
Saat Liena Sue pingsan ia kembali ke alam bawah sadarnya, akan tetapi kali ini tempat itu berbeda.
Hanya terdapat hamparan padang pasir yang terik .
"Astaga di mana lagi aku". Gumam Liena Sue.
Dia mengedarkan pandangannya ke sana kemari sembari menutupi atas matanya karena panas .
Dia berjalan tak tentu arah sehingga ia benar benar ke habisan tenaga, tidak ada air tidak ada pepohonan hanya ada panas dari sinar matahari dan pasir. Di tambah dia tidak beralaskan kaki sehingga kakinya sedikit melepuh.
Di saat ia sudah putus asa tiba tiba ia merasakan dingin di tubuhnya, hawa dingin semakin mendekat dari balik punggungnya. Liena Sue pun menoleh ke arah hawa dingin tersebut, sehingga ia menemukan sosok Pria tampan Bak dewa dengan bunga teratai emas di tangan kirinya dan sebuah tongkat cahaya di tangan kanannya. Kini ia terbang di atas awan yang begitu sejuk perlahan menghampiri Liena Sue yang tengah terduduk karena lelah.
"Apa Kau lelah?". Tanya Pria itu.
"Siapa kau?". Tanya balik Liena Sue .
"Ambillah buah ini, agar semua lelah dan rasa sakitmu menghilang". Ucap Pria itu.
Liena mengambil buah aneh berwarna biru tersebut dengan ragu ragu, buah yang berbentuk seperti strawbery tetapi berwarna biru dan rasanya seperti anggur.
Liena Sue perlahan memakannya , saat baru satu gigitan dia merasakan lelahnya tiba tiba menghilang dan setelah beberapa gigitan luka melepuh di kakinya kini menghilang tanpa bekas, dan saat buah itu benar benar habis tubuhnya seperti di aliri kekuatan yang Luar biasa. Tubuhnya penuh dengan Kekuatan Internal yang sangat kuat.
"Apa ini? dan kau belum menjawab pertanyaan ku tadi, siapa kau?".Tanya Liena Sue.
"Kau bisa memanggilku Yong, Itu adalah buah Dewa ".
"Buah Dewa? Lalu kau ini apa Yong?". Tanya Liena Sue.
"Ya, Buah itu bisa meningkatkan kultivasimu ke Tahap selanjutnya dengan cepat, hanya saja kau harus memicunya nanti saat kau sadar. Dan aku, aku adalah Roh Murni dari dalam tubuhmu yang bertugas membimbing mu ke tahap tertinggi Kultivasi". Jelas Yong.
" Roh Murni, jadi apakah kau Dewa Murni yang menurunkan darahnya ke padaku?".
"Ya, dan aku akan selalu ada jika kau membutuhkan bantuan. Cukup panggil namaku di dalam batinmu saja".
Flasback Off..