Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Mengembalikan Aura Dewi


Setelah selesai menghukum keluarga Ling, Liena Sue kembali Ke istanannya. Tak lupa ia mampir untuk melihat Kondisi Rong Bai . Walaupun sudah membaik namun Rong Bai masih belum bisa menerima semua ingatan masa lalunya, sehingga ia mengunci diri terlebih dahulu untuk menenangkan Fikirannya.


"Mark, apakah Rong Bai ada di dalam?". Tanya Liena Sue


"Ada Yang Mulia, hanya saja Yang Mulia Pangeran sedang melakukan Kultivasi tertutup". Jawab Mark.


"Baiklah, jika sudah selesai berikan buah ini".


"Baik Yang Mulia Putri".


Liena Sue pun segera berlalu meninggalkan kamar Rong Bai dan segera menuju Istanannya sendiri.


"Su Ying, apa kau bisa seni beladiri?". Tanya Liena Sue


"Sedikit Putri".


"Baguslah kalau ada dasar, di Istanaku semua pelayan di haruskan mempelajari Seni beladiri dan kau bisa mengikuti latihan mereka".


"Tentu saja Putri". Jawab Su Ying.


"Yuri, antarkan Su Ying ke kamarnya, dan ajak ia berganti pakaian". perintah liena Sue.


"Baik Yang Mulia Putri".


Liena Sue segera merebahkan dirinya di ranjang untuk tidur siang, rasanya sangat lelah sekali hari ini. Tak butuh waktu lama, ia pun sudah terlelap dengan nyenyaknya.


Sedangkan Rong Bai kini sudah menyelesaikan Kultivasi tertutupnya yang singkat. Ia merasa lebih tenang dan nyaman, Mendengar pergerakan dari dalam Kamar. Mark segera memasuki kamar Rong Bai untuk menyampaikan pesan Liena Sue.


"Salam Yang Mulia".


"Berdirilah, Aku baru saja selesai ada apa kau terburu buru memasuki kamarku?".


"Yang Mulia, Anda mendapat titipan Buah dari Yang Mulia Putri. Dia bilang untuk segera memakannya setelah selesai berkultivasi". Ucap Mark sembari memberikan Buah Spiritual kepada Rong Bai.


"Baik, kau boleh pergi". Sahut Rong Bai sambil menerima Buah dari tangan Mark.


"Baik Yang Mulia".


Ia memandangi sejenak Buah Spiritual itu kemudian tersenyum manis dan memakannya.


"Kau memang tidak berubah dari dulu Li Na". Gumam Rong Bai.


Rong Bai berjalan menuju halaman depan untuk menikmati udara sore hari.


"Li Na ataupun Liena, Kau tetap Kau. Ternyata Dewa takdir memang menepati janjinya". Gumam Rong Bai sembari memandangi langit sore.


....


"Yuri, Siapkan air. Aku ingin berendam dengan air Obat". Ucap Liena Sue.


"Baik Yang Mulia".


"Dann... Panggilkan Su Ying ".


"Baik, Yang Mulia. Tunggu sebentar". Sahut Yuri yang sudah sampai di luar pintu kamar.


Pintu pun terbuka Perlahan....


"YingYing, Cepat kemarilah. Ada yang ingin ku bicara kan denganmu".


Tanpa menjawab Liena, orang itu langsung duduk di depan Liena Sue sehingga pemilik kamar terlihat terkejut.


"Ah Rong? Kenapa kau tiba tiba datang?". Tanya Liena Sambil menutupi tubuh bagian depannya.


"Untuk melihat calon istriku,". Goda Rong Bai sambil mengambil cangkir teh yang berada di tangan Liena Sue.


"Harusnya kau mengetuk pintu dulu Ah Rong". Rengek Liena Sue.


"ssttt, Kau kan calon Istriku jadi untuk apa mengetuk pintu?". Goda Rong Bai kembali sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Liena Sue.


Liena Sue tercengang dengan kelakuan calon suaminya itu, setelah ia tersadar dengan spontan pun mendorong dada Rong Bai bersamaan dengan Su ying yang memasuki kamar Liena.


"Yang..Yang Mulia.. Maaf sepertinya aku datang di waktu yang salah Yang Mulia". Ucap Su Ying kemudian segera keluar kamar secepatnya.


"Ehh, Su Ying". Teriak Liena Sue namun Su Ying sudah terlanjur pergi.


Rong Bai terkekeh saat melihat wajah Liena Sue yang memerah karena malu dan marah. Ia Pun segera berdiri dan memberikan Sebuah Bunga berwarna pelangi Di depan Liena Sue .


"Apa ini?". Tanya Liena Sue.


"Itu bunga Langka dengan warna berbeda di setiap kelopaknya dari pegunungan, gunanya untuk membentuk kembali Aura Dewimu Na'er". Jawab Rong Bai.


"Terimakasih, Apakah tidak terlalu berlebihan?".


"Tidak, Kau kehilangan Aura Dewimu saat di Kehidupan masa lalu. Jika kau ingin menjadi Makhluk abadi kau harus berendam dengan Bunga itu".


"Apa kau sudah menerima semua ingatanmu?". Tanya Liena Sue .


"Yah, aku sudah mengingat semua Na'er. Aku mengingat hari hari ku dulu saat kau masih Li Na, hanya saja aku ingin sedikit melupakan masa lalu yang menyakitkan itu. Aku akan melindungi mu walaupun aku harus mati kembali, dan pastinya Hanya kau yang selalu menemaniku walaupun harus beribu kali berengkarnasi". Jawab Rong Bai panjang lebar sehingga membuat Liena terharu.


Liena Sue memeluk Rong Bai sambil meneteskan air mata penuh harunya setelah mendengar ucapan calon Suaminya itu.


"Sudahlah, sepertinya air mandimu sudah siap. Kau harus berendam dahulu, aku ingin melihat Calon istriku secantik Dewi di hari pernikahan dan jangan lupa Bunga itu".


"Baiklah, Kau kembalilah. Terimakasih untuk bunganya".


Rong Bai mengedipkan matanya kemudian segera keluar kamar Liena Sue, Sedangkan Liena Sue kembali tersipu malu dan segera memasuki kamar mandi untuk berendam.


Tak lupa Liena Sue menaburkan Bunga berwarna Pelangi itu ke dalam Bak mandinya, setelah selesai ia perlahan melepas semua pakaiannya dan memasuki Bak mandi tersebut .


Aroma tanaman obat yang begitu menyengat membuat nafas menjadi lebih segar, tak hanya untuk nafas tetapi juga untuk tubuh , membuat semua pegal dan lelah menjadi hilang. Sedangkan Bunga Pelangi itu membuat kulit lebih cerah dan bercahaya apa lagi setelah mengenai wajah , sehingga membuat terlihat cantik bak seorang Dewi.


Rasa hangat menjalar ke seluruh tubuh Liena Sue, Tak terasa sebuah kekuatan muncul memasuki Tubuh Liena Sue hingga berhenti di dahi Liena Sue.


Simbol di dahi Liena Sue kini berubah warna menjadi putih , kekuatan Liena Pun kini berubah menjadi berwarna Putih bersih karena Aura Dewinya yang sudah kembali.


Setelah Selesai Berendam , Liena Sue pun segera berganti pakaian tidur dan segera pergi beristirahat .