
Rong Bai terlihat menatap dalam Mata Liena Sue , Mereka berdua saling menatap semakin intim.
Rong Bai perlahan mendekati wajah Liena Sue ia berniat untuk mencium bibir merah ceri itu, Wajah dan bibirnya semakin dekat dan dekat. Liena Sue pun terdiam seakan terhipnotis, Matanya terpejam seakan siap menerima ciuman dari Rong Bai.
Namun, Ketika bibir mereka baru saja bersentuhan tiba tiba Terdengar suara yang tak asing mengagetkan mereka.
"Lihat aku bawakan Bebek panggang kesukaanmu Na'er". Ucap Bian Sue dari kejauhan.
Otomatis mereka berdua terkejut dan sedikit berjauhan serta menata ekspresi , untung saja Bian Sue tidak melihat apa yang telah terjadi , sehingga mereka berdua berhasil menutupinya walaupun sedikit kikuk.
"Kenapa wajah kalian terlihat memerah, apa kalian sedang marah?". Tanya Bian Sue dengan bodohnya.
"Ehh ,, tidak kak.. Huhh panas.. heheh iya panas.. ya kan Rong Bai".
"Ya kak, udara di sini panas sekali". Sahut Rong Bai .
"Benarkah, bukankah di sini udaranya sangat segar? Hmm ini kan sore hari, angin pun bertiup seharusnya sejuk. Lalu kenapa kalian kepanasan?...". Ucap Bian Sue sambil memandangi pasangan kekasih itu secara bergantian.
"Itu kan ... Tadi kak... yaa.. tadii.. sekarang memang sejukk kan Ah Rong?". Sahut Liena Sue sambil mengkode Rong Bai.
"Ooo aku tahuu... Kalian pasti ... Akan melakukan sesuatu sebelum kalian menikah kannn?? Ya kan?? Katakan katakan". Ucap Bian Sue sambil berkacak pinggang dengan gaya memarahi Liena Sue.
"Ti.. tidakk.. Sungguh kami hanya kepanasann... Hufhhh ". Sahut Liena Sue yang berusaha menutupinya.
"Yahh terserah kalian, aku disini untuk mengantar Bebek panggang Buatan Ji Hua.. Kalau begitu aku pergi dulu, Rong Bai jaga Liena ku.. Dann.... Teruskan kegiatan kalian tadi yang tertunda karena ku, tenang saja para pelayan dan penjaga akan ku tugaskan di luar saja". Ucap Bian Sue sambil meninggalkan Sepasang kekasih dan bebek panggang di atas meja.
Sedangkan Liena Sue dan Rong Bai terlihat merona kembali dan saling memandang sebentar namun segera mengalihkan wajah masing masing.
Tapi tak lama kemudian Liena Sue menoleh ke arah Rong Bai yang masih membuang muka, Ia Dengan Cepat memegang Wajah Rong Bai kemudian mengecup cepat bibir Rong Bai.
Setelah mengecup singkat bibir Rong Bai Liena pun memalingkan wajahnya kembali dengan merona. Namun Merasa mendapat Kode dari Liena, Rong Bai pun menarik kembali wajah Liena Sue dan mulai mencium perlahan membuat Liena Sue terkejut bukan main sehingga ia mendorong tubuh Rong Bai sedikit menjauh.
"Ah Rong....". Ucap Liena Lirih sambil tertunduk malu.
Namun Rong Bai mengabaikannya kemudian menarik kembali tengkuk Liena Sue dan mencoba menciumnya lagi, Kali ini Liena Sue terdiam tidak melawan. Hingga akhirnya ia pun terbawa Suasana.
.....
Malam harinya, Liena Sue terlihat duduk di dekat jendela sambil memandangi langit berbintang di temani buah Apel merah di tangan kanannya.
Ia masih terbayang bayang apa yang ia lakukan siang tadi, meski bukan yang pertama kalinya namun wajahnya masih saja merona merah.
Sambil memakan Apel, Sesekali Liena bermain jarinya mencoba menggambarkan sesuatu di udara. Ia tersenyum bahkan menghela nafas panjang.
"Sepertinya Ada yang hatinya berbunga bunga". Ucap Bian Sue yang tiba tiba muncul di belakang Liena Sue.
"Ishh kakak, kau mengagetkanku saja".
"Kau saja yang tidak mengetahui kedatanganku, o o o... mungkin Siang tadi benar benar terjadi sesuatu diantara kalian ya, huhh pantas saja kau terlihat senyum senyum sendiri, ditambah wajah merah itu.. Hahahah". Ejek Bian Sue berhasil membuat Liena Sue merona kembali.
"Lihatlah, wajahmu semakin merona Adik". Ejek Bian Sue lagi.
"Ahh ya hampir lupa, aku kemari untuk memberikanmu gaun buatan Ji Hua. Cobalah , dia yang menyulamnya sendiri". Ucap Bian Sue sambil memberikan Kotak kayu berisi Gaun berwarna Biru muda yang indah dengan Aksen bunga lili.
"Wahh kakak iparku baik sekali, Aku akan mencobanya. Yuri , bantu aku mencoba Gaunnya".
"Baik Yang Mulia". Jawab Yuri.
Liena Sue pun segera berganti pakaian di bantu Yuru, sedangkan Bian Sue kini duduk di dekat jendela tempat dimana Liena Sue tadi merenung.
tak Lama kemudian Liena Sue telah selesai berganti pakaian , kemudian ia keluar dibantu Oleh Yuri.
"Wahh memang sangat cocok dan cantik, Adikku.. Sudah dipastikan Rong Bai akan terkesima, bahkan para pangeran dari negara lain yang akan hadir nantinya". Goda Bian Sue.
"Kakak, bisa tidak kau tidak menggodaku sekali saja".
"Tidak.. Hahahahah". Sahut Bian Sue kemudian tertawa terbahak bahak.
"Kauu!!". Teriak Liena Sue kemudian memukuli bahu Bian Sue , namun bukannya meminta ampun tetapi malah semakin kencang tertawanya.
"Kakak, kau menyebalkan". ucap Liena Sue kemudian berhenti memukulinya dan kembali ke tempat ganti untuk melepas gaun.
"Na'er, Di bawah kotak ada beberapa perhiasan yang kubelikan untukmu. Jangan lupa di pakai oke". Teriak Bian Sue kemudian bergegas keluar dari Kamar Liena karena ia tidak mau di santap hidup hidup oleh adiknya itu ,, Atau lebih tepatnya di balas kembali.
Setelah selesai Berganti pakaian, Liena Sue sempat mencari sang kakak namun tidak ada. Sehingga ia memutuskan untuk tidur lebih awal, karena besok ia harus membantu Sang kakak untuk membuatkan kue dihari pernikahan yang akan di selenggarakan Lusa.
"Kau bisa beristirahat Yuri, aku juga akan tidur lebih awal"
"Baik Yang Mulia ,". Jawab Yuri kemudian mengundurkan diri menuju kamar pelayan pribadi yang dibuatkan Liena di samping kediamannya.
...
Di kamar Rong Bai, terlihat Sama dengan Liena Sue apa yang dilakukannya. Duduk di tepi jendela kamarnya memandangi langit malam.
Dia pun masih teringat kejadian siang tadi, sesekali ia pun tersenyum ketika mengingat adegan itu namun tak berlangsung lama Bian Sue memasuki kamarnya tanpa permisi.
Untung saja Rong Bai sudah siap sehingga ia sudah memposisikan diri dengan cepat di meja kerjanya yang tak jauh dari jendela itu.
"Kukira tadi kau sedang duduk di dekat jendela, menatap langit malam dan senyum senyum sendiri adik ipar". Ucap Bian Sue.
"Tidak, aku dari tadi duduk membaca dokumen yang kubawa dari negara Gu kakak ipar". Jawab Rong Bai sedikit lega, pasalnya Bian Sue senang sekali menggodanya dan juga Liena Sue.
"Baguslah, Oh ya aku membawakanmu pakaian yang harus kau kenakan saat pernikahanku Lusa. Jangan lupa di coba". Ucap Bian. Sue yang kemudian segera pergi tanpa berpamitan lagi setelah meletakkan kotak yang berisi pakaian.
"Untung dia kakak iparku, jika bukan.. Huhh sudahlah". Gumam Rong Bai yang kemudian segera bersiap untuk tidur.
Sedangkan Bian Sue terlihat begitu senang dan bersemangat pasalnya ia berhasil menggoda sepasang kekasih itu.
Memang setelah mengantar gaun Liena Sue , Bian Sue langsung menuju Kamar tamu yang di tempati Rong Bai yang tak jauh dari istana Liena Sue.
Setelah menyelesaikan misinya, Bian Sue kembali ke kamarnya untuk beristirahat juga.