Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Sumur Tua


Perjalanan menuju Negara Ba kali ini bisa menempuh sekitar dua minggu atau lebih, tergantung kendala di perjalanan nanti.


Andaikan mereka mempunyai Binatang Roh, maka akan lebih mudah melakukan perjalanan bahkan mempersingkat waktu.


Sudah hampir satu minggu mereka berdua melakukan perjalanan, hingga akhirnya mereka beristirahat di sebuah Hutan yang bernama Hutan Awan. Jika mereka ingin cepat sampai di Negara Ba maka mereka harus melewati Hutan Awan yang katanya banyak sekali binatang Roh tingkat tinggi didalam hutan tersebut.


"Kita istirahat disini saja paman , aku lapar ". Rengek Liena sue sembari mengelus perutnya yang sedari tadi bergemuruh.


"Baiklah, kita istirahat di sini. Tapi tetaplah waspada kita sedang berada di dalam Hutan Awan yang rumornya banyak binatang Buas". Kata Alix Sue memperingatkan.


"Tentu saja Paman".


Liena Sue pun segera mengeluarkan perbekalan mereka yang baru saja mereka beli di desa terdekat. Alix Sue segera bergabung dengan Keponakan untuk mengisi perutnya juga karena sedari pagi mereka belum memakan apapun .


Terlihat beberapa hidangan yang masih hangat, seperti ayam bakar sayuran dan beberapa buah .


"Kita makan ini dulu paman, sisanya untuk perjalanan selanjutnya".


"Tentu, selamat makan".


Bau Ayan bakar yang masih begitu wangi membuat sekelompok binatang buas yang berada di jarak lima kilo meter bisa menciumnya, Mereka berlomba lomba untuk segera sampai di tempat makanan berbau harum tersebut.


Alix Sue yang merasakan getaran seperti gempa bumi segera waspada dan bangkit dari duduknya, untungnya dia sudah selesai memakan makanannya.


"Ada apa Paman?". Tanya Liena Sue yang masih belum menyadari.


"Kemasi barang kita, dan pergi sekarang. Sepertinya ada sekelompok Hewan sedang berlari ke arah kita". Ucap Alix Sue yang kini bersiap menunggang kuda .


Liena yang masih memakan paha ayamnya pun segera memberesi semua sisa makanan dengan sekali lambaian, karena sudah tersimpan di dalam cincin spesialnya. Setelah selesai Dia pun menyusul sang paman untuk menaiki kuda dan memacunya dengan cepat.


Padahal mereka sudah memacu kuda dengan kecepatan tinggi, tetapi para binatang yang terlihat seperti serigala kelaparan kini dengan cepat menyusul mereka yang kini jaraknya sekitar lima puluh meter dari mereka.


"Paman, jika kita terus berlari mereka akan dengan mudah menangkap kita. Bagaimana kalau kita menyerang mereka saja". Teriak Liena Sue.


"Tidak bisa, jika kita berhenti dan menyerang maka akan mengundang banyak binatang buas yang ada di Hutan Awan ini". Teriak Alix Sue menolak rencana Liena.


"Lalu apa Rencanamu Paman?".


"Tetap memacu kudamu, jika kita menemui Gua atau tempat persembunyian lainnya kita masuk saja ke tempat itu".


Liena Sue yang paham segera menambah kecepatan Kudanya begitupun Alix Sue yang berada tepat di belakang Liena.


Tanpa mereka sadari karena terlalu fokus memacu kuda, tiba tiba mereka terperosok ke dalam Sumur Tua yang awalnya tertutup oleh dedaunan.


Awalnya Liena yang terjatuh, dan karena Alix Sue juga tidak siap akhirnya diapun ikut terjatuh ke dalam sumur.


"Aaaaaaaa". Teriakan Liena Sue dan Alix Sue secara bergantian.


Bruggg....


Kuda yang mereka tunggangi pingsan begitupun dengan mereka berdua .


Tak terasa Liena Sue dan Alix Sue pingsan lebih dari dua jam sedangkan kuda mereka mulai tersadar dan meringis kesakitan sehingga otomatis membuat mereka terbangun.


"Aaawww, sakit". Gumam Liena sambil mengusap punggungnya yang terasa nyeri.


"Ssshh, kau tidak apa apa Liena?". Tanya Alix Sue yang kondisinya tak jauh berbeda.


"Sakit paman, Huh kenapa ada sumur di sini sihh".


"Tapi berkat sumur ini kita bisa terhindar dari para binatang itu kan".


"Kau benar paman, tapi sakit". Ucap Liena dengan manjanya.


"Kita sembuhkan kuda kita dulu, setelah itu kau bantu aku memulihkan tubuhmu dan sebaliknya".


"Baik paman".


Mereka berdua pun segera menyalurkan kekuatan penyembuhan kepada kedua kuda, karena di sini tidak ada orang lain jadi mereka tidak menyembunyikan kekuatan mereka sebenarnya.


Setelah selesai menyembuhkan luka masing masing mereka bangkit untuk melihat kondisi di dalam sumur itu.


Liena mengusap batu itu hingga tak sengaja tertekan hingga muncullah lorong rahasia setelah batu bata tersebut terbuka.


"Paman, Lihatlah.. Mungkin ada jalan keluar di sini".


"Kalau begitu ambil kudamu dan kita akan masuk". Ucap Alix Sue.


"Baik".


Alix Sue pun segera menjentikkan jarinya sehingga keluarlah api kuning di tanganya .


Perlahan mereka memasuki Lorong rahasia tersebut, terlihat dinding lorong yang mempunyai ukiran ukiran aneh dengan huruf huruf yang aneh.


"Paman, apa kau bisa memahami ini?". Tanya Liena sembari menunjuk ukiran dan tulisan aneh itu.


"Tidak, mungkin ini dari ribuan tahun yang lalu". Jawab Alix Sue yang juga tidak paham.


Semakin mereka memasuki lorong, semakin lebar jalan lorong tersebut. Hingga mereka sampai di sebuah Ruangan yang kelihatannya adalah Gua.


Mereka memasukinya tanpa ragu,saat Liena mengedarkan pandangannya terlihat sebuah cahaya berwarna hijau di sebelah kirinya yang sepertinya terlihat seperti lorong lainnya .


Liena Sue berjalan kembali menuju arah cahaya hijau tersebut tanpa menunggu Alix Sue .


Setelah sampai , Liena seperti terhipnotis saat melihat cahaya hijau tersebut.


Tangannya perlahan ingin menyentuh cahaya hijau melayang di depannya.


Clinggh....


Cahaya itu semakin terang dan terang, kemudian...


Boommmm...


Meledak..


Alix Sue yang mendengar ledakan pun segera pergi ke arah suara.


Liena Sue kini tertegun saat melihat cahaya hijau di depannya berubah menjadi Rubah putih berekor sembilan yang sangat besar dengan rantai di leher dan kaki kakinya.


Aumann keras memenuhi isi lorong tersebut membuat Alix Sue yang baru saja sampai kini waspada dan mengeluarkan pedangnya.


"Liena Awass". teriak Alix Sue.


Alix Sue bersiap untuk menyerang Ribah putih berekor sembilan itu, akan tetapi tanpa di duga Rubah itu malah terduduk manja di depan Liena Sue.


"Tenang paman, dia tidak berbahaya". Ucap Liena sembari mengusap kepala besar Rubah itu.


"Tapi kau harus berhati hati".


"Tentu saja paman, paman lihatlah bukankah Rubah berekor sembilan itu sudah punah tapi kita menemukannya bahkan berwarna putih".


"Kau benar Liena,Rubah Putih ini pasti Rubah Surgawi dan adalah Binatang roh tertinggi setelah burung Phoenix yang sama juga sulit di temukan".


Rubah itupun terlihat bangga saat ia di puji oleh kedua orang di depannya, hingga akhirnya ia melukai jari liena.


"Awww..". Teriak Liena.


Rubah merasa bersalah kemudian iapun menundukkan kepalanya agar Liena mau mengikat kontrak dengannya.


"Kau ingin aku mengikat kontrak denganmu? Bagaimana paman?". Tanya Liena.


"Tentu tidak apa apa, toh kau belum mempunyai Binatang Roh Kontrak".


"Bagaimana jika paman saja?".


"Tidak, dia memilihmu. Dan aku sudah mempunyai Pegasus tingkat tinggi". Ucap Paman Alix Sue.


"Baiklah paman". Liena pun segera mengarahkan darahnya ke atas kepala Rubah.


Kemudian mereka berdua segera di selimuti cahaya Hijau pertanda jika kontrak mereka mulai berlaku.