Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Mengambil misi


Liena dan keduanya Pagi pagi sekali sudah berangkat ke Akademi, mereka berniat untuk berolahraga pagi untuk persiapan kelas masing masing hari ini.


Liena menggunakan Pakaian pendek dengan celana panjang serta rambut yang di kucir sederhana dengan sutra pilihan.


Mereka berpisah di gerbang masuk Akademi dalam karena Tutor yang berbeda, Liena Sue dan Rong Bai pun bersama sama menuju tempat Guru Dao yang tak jauh dari Gerbang Akademi Dalam.


Di perjalanan tanpa sengaja mereka bertemu Kakak senior kedua yang tengah berjalan dan tanpa sengaja menabrak Liena Sue yang tengah asik mengobrol dengan Rong Bai.


"Maaf Nona, apa kau tidak apa apa?". Tanya Kai Yuwen.


"Tidak apa apa senior Kedua, kalau begitu kami pergi dulu". Jawab Liena Sue.


"Tunggu!!! ". Ucap Kai Yuwen menghentikan Liena Sue dan Rong Bai yang akan beranjak pergi.


Liena Sue dan Rong Bai pun terpaksa berhenti dan menoleh ke arah Kai Yuwen.


"Ada apa Kakak Senior Kedua?". Tanya Liena Sue yang memaksakan tersenyum.


"Kau menjatuhkan ini". Ucap Kai Yuwen sembari memberikan gantungan Giok yang jatuh kepada Liena Sue.


"Terimakasih kakak, Kalau begitu kami pamit dulu".


"Ya hati hati". Ucap Kai Yuwen.


Liena Dan Rong Bai pun segera meninggalkan Kai Yuwen yang masih mematung di tempat itu melihat mereka pergi, Rong Bai sedikit heran dengan apa yang terjadi pasalnya Setahunya Liena Sue tidak menggunakan gantungan Giok sedari tadi ia keluar Mansion.


"Salam Guru". Ucap mereka berdua saat sudah sampai di tempat Tutor Dao.


"Duduklah, dan tunjukkan padaku apa yang kalian pelajari". Perintah Guru Dao.


"Baik Guru".


Mereka sengaja duduk sedikit berjauhan karena akan memamerkan kemampuan Sihir masing masih satu persatu.


Guru Dao tercengang melihat kedua murud Barunya yang ternyata sudah m3nguasai semua Sihir dari buku kuno tanpa ia turun tangan sendiri.


Guru Dao bertepuk tangan saat melihat kedua murid selesai mempraktikkan Sihir, tak lupa ia terkekeh karena senang.


"Bagus dan hebat, hanya butuh satu hari kalian sudah bisa menguasai seluruh sihir yang berada di buku kuno ini. Kalau begitu Buku buku ini akan kusimpan lagi".


"Guru apa ada banyak Sihir lagi yang hisa kami pelajari?". Tanya Liena Sue.


"Ada, kalian berangkatlah lebih pagi dan aku akan mengajari seluruh kemampuan sihir ku sebelum kelas lain di mulai. Tapi hari ini kita akan memulai kelas penyembuhan terlebih dahulu".


Mereka berdua dengan seksama memperhatikan Guru Dao yang tengah menerangkan ataupun mempraktikkan Alkemis. Karena Mereka berdua belum mempunyai Tungku pembuat Pil jadi mereka masih bergantian menggunakan Tunggu Guru Dao .


Waktu berlalu begitu cepat, tak di sangka sudah menginjak satu bulan mereka belajar di Akademi Langit Suang. Liena Sue dan Rong Bai yang selalu berangkat sebelum matahari menyapa karena ingin belajar sihir lebih dari Guru Dao kini membuat Para Tetua memperhatikan mereka diam diam.


Ada kebanggaan tersendiri dari Guru Dao yang sebagai tutor dari Liena Sue dan Rong Bai, pasalnya baru satu bulan mereka hampir menguasai semua tehnik sihir dan Alkemis. Jika itu murid lain mereka akan membutuhkan setidaknya enam bulan untuk beradaptasi pada satu bidang pengajaran.


"Kalian berdua memang hebat, Baru satu bulan Ilmu sihir kalian meningkat pesat. Apa lagi Alkemis kalian sungguh membuatku bangga, Pil tingkat empat selalu saja muncul di tunggu kalian. Tapi ingat, semua ini menjadi rahasia kita bertiga. Karena Di Akademi ini siapa yang lebih kuat maka dia harus di singkirkan". Terang Guru Dao.


"Maksudnya Guru? Tapi kakakku juga kuat tapi dia baik baik saja". Tanya Liena Sue.


"Kalian belum tahu, jika di Akademi Ini ada yang lebih kuat maka akan ada banyak trik tersembunyi untuk menjatuhkan mereka. Untuk Bian Sue, dia mewarisi Aura Kebijaksanaan jadi banyak orang yang gagal bermain Trik dengannya. Dan Satu pesanku pada Kalian, jangan percaya kepada siapapun di Akademi ini".


"Baik kami akan mengingatnya guru". Ucap Rong Bai diikuti Liena Sue.


...


Setelah satu bulan belajar di Akademi, mereka akhirnya mendapatkan Libur di Akhir pekan . Walaupun hanya sehari tetapi membuat Liena Sue memanfaatkannya dengan berjalan jalan di alun alun kota Suwan.


Saat sedang asyiknya melihat lihat suasana, Mata Liena kini tertarik pada kerumunan yang tak jauh di depannya.


"Kenapa mereka berkerumun?". Tanya Liena.


"Kalau begitu , ayo kita ambil misi". Ucap Liena Sue antusias.


"Kalian saja yang ambil". Ucap Bian Sue.


"Baiklah , Ah Rong Ayo kita Ambil misi". Ajak Liena Sue .


"Baik". Singkat Rong Bai.


Liena Sue dan Rong Bai pun mencoba memasuki kerumunan untuk melihat Misi yang berada di papan pengumuman.


Sedangkan Bian Sue kini menunggu di belakang orang berkerumun.


"Yang mana Ah Rong?". Tanya Liena Sue.


"Terserah padamu saja Na'er". Jawab Rong Bai.


"Ck, sepertinya kalian adalah orang baru dan baru mengambil misi pertama. Lebih baik kalian ambil misi yang paling mudah saja". Ucap Seseorang di belakang mereka.


"Benar, jangan pilih yang sulit nanti kau akan menangis Gadis kecil, Hahahahah". Sahut yang lainnya , Orang orang di sana meremehkan Liena Sue karena dia baru pertama kali mengambil misi. Apalagi dia hanya seorang gadis yang selalu di pandang rendah mereka, Tapi Liena Sue tidak menghiraukan ucapan mereka.


"Kita ambil yang ini saja Ah Rong". Ucap Liena sambil membawa kertas misi yang ia ambil.


"Cih, jangan bercanda kau Nona. Misimu terlalu sulit untuk gadis lembut sepertimu".


"Sudahlah Ah Rong mari kita melapor, Jangan Hiraukan Mereka". Sindir Liena Sue.


"Tentu". Jawab Rong Bai kemudian mengikuti Liena menuju tempat pendaftaran untuk misi. Sebelum ia meninggalkan orang orang yang menghujat Liena, Rong Bai memberi mereka pelajaran dengan tatapan matanya yang menakutkan. Orang orang itu tiba tiba merasakan gatal di seluruh tubuhnya sehingga membuat kegaduhan di antara kerumunan .


"Mereka Kenapa?" . Tanya Liena Sue.


"Mungkin mereka mendapat karma". Jawab Rong Bai dengan santainya.


"Pantas saja, Aneh". Ucap Liena Sue.


Liena Sue segera memberikan Kertas misi kepada panitia yang bertugas menerima pendaftaran. Awalnya Petugas itu sedikit meremehkan Misi yang ia ambil, tapi ia mencoba menutupinya agar tidak terlihat di depan mereka berdua.


"Silahkan Isi data diri dulu Nona, dan apakah kalian hanya berdua?".


"Yah, kami hanya berdua". Jawab Liena Sue.


"Tapi Nona, setidaknya kalian harus lima orang jika ingin mengambil misi".


"Bagaimana kalau aku bergabung dengan kalian?". Tanya Silas yang tiba tiba muncul dari belakang mereka.


Awalnya Rong Bai tidak senang tapi Pangeran Silas membisikkan jika dia sudah tidak ingin mendekati Liena lagi.


"Baiklah, tapi kita masih butuh dua orang lagi". Jawab Liena Sue..


"Nona, Namaku Yu Yin . Bisakah aku ikiut mengambil misi denganmu?". Tanya Yu Yin.


"Tentu, tapi kita masih kurang satu orang".


"Bagaimana denganku, Namaku Liu Zhang".


"Bagus, Ini isi data kalian ". Ucap Liena memberikan Formulir pendaftaran kepada Mereka.


"Yu Yin, Apa kau juga dari Akademi Langit Suang?". Tanya Liena Sue.


"Benar Nona, tapi kami dari akademi Luar. Dan sepertinya kau dari Akademi dalam kan kalau tidak salah". Jawab Yu Yin.


"Benar, Panggil aku Liena dan dia Rong Bai".