
Ling Kaili pun segera menoleh kearah gadis yang di maksud sang adik, Betapa terkejutnya saat melihat siapa Gadis yang di maksud adalah Putri tertua Negara Ba , Liena Sue.
"Ya.. Yang Mulia... Maafkan yang tidak mengetahui anda". Ucap Ling Kaili.
"Kakak... Kenapa kau ikut bersandiwara!!!". Teriak Ling Beicang.
Plakkk...
Satu tamparan melayang di wajah putih Ling Beicang.
"Tutup Mulutmu, Apa kau tidak tahu siapa yang sudah kau singgung!!".
"Nona, Dia dulu yang menyinggung Nona Beicang". Ucap Yaoyao membela Ling Beicang .
Plakkk...
satu tamparan lagi mendarat kali ini di wajah Yaoyao pelayan Ling Beicang...
"Lancang!! Kalian tahu siapa dia!!! Dia adalah Putri Liena Sue, Putri Tertua yang akan menikah minggu depan!! Dan kau Beicang, Kau sedang menyinggungnya. Apa kau tahu posisi ayah jika kau menyinggungnya!!". Teriak Ling Kaili yang sudah sangat marah dengan Sang adiknya itu.
"A.. aku... aku tidak tahu kak...". Jawab Ling Beicang sambil limbung ke belakang karena terkejut dengan faktannya.
"Minta maaf". Ucap Ling Kaili.
"Tidak perlu Nona Ling, Adikmu sudah kuberi kesempatan. Tetapi dia tetap dengan mulut B*S*knya itu, Jadi kau tahu kan apa konsekuensinya?". Sahut Liena Sue.
"Yang Mulia Putri, Kumohon, jangan mengganggu posisi Ayah.. Kumohon. apa saja selain itu". Ucap Ling Kaili sambil bersujud di depan Liena Sue.
"Bangunlah, Bawa aku ke kediaman Ling. Kita bicarakan di sana saja". Sahut Liena Sue.
Liena Sue yang awalnya ingin berjalan jalan di Pusat Kota bersama Kakak Ipar kini mengurungkan niatnya karena masalah dengan Ling Beicang.
"Yuri, Sampaikan pesanku kepada Kak Bian dan kakak ipar. Jika aku ada masalah sedikit dengan Keluarga Ling. Sepertinya mereka sudah berada di Paviliun Sakura". Perintah Liena Sue.
"Baik Putri, Tapi bagaimana dengan Yang Mulia . Bukankah hanya sendiri ke Keluarga Ling?". Tanya Yuri.
"Aku tidak apa apa, aku akan bersama gadis ini Sampaikan saja. Mereka pasti akan menyusul".
"Baik Yang Mulia".
Yuri pun segera melesat pergi menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, sedangkan Liena Sue kini Menaiki Kereta Kuda keluarga Ling bersama Ling Kaili dan Ling Beicang.
Tak butuh waktu lama Yuri kini telah sampai di Paviliun Sakura, Ia mencari tempat VVIP yang di sewa oleh Putra Mahkota dan Putri Mahkota.
"Salam Yang Mulia Putra Mahkota dan Putri Mahkota". Ucap Yuri.
"Bangunlah, kenapa kau hanya sendiri ? Dimana Tuan Putrimu dan kenapa kau datang lewat jendela?". Tanya Bian Sue.
"Maaf Yang Mulia, Yang Mulia Putri tengah mendapat masalah dengan Nona ketiga Keluarga Linh, Ling Beicang".
"Ceritakan semuanya". Ucap Bian Sue.
Yuri pun menceritakan semuanya kepada Bian Sue tanpa mengurangi atau menambah kata . Bian Sue terlihat geram di buatnya, Ia langsung berdiri dan mengajak Sang Istri Ji Hua untuk menyusul Liena Sue ke tempat Keluarga Ling.
" Keluarga Ling sangat licik, menteri Ling Sering memanjakan Selir dan anak selirnya di banding dengan anak Resmi dan Nyonya Rumah. Menteri Ling jarang mengikuti Acara di dalam Istana, Sudah di pastikan dia tidak akan mengenali Adik. Kita harus segera sampai di sana sebelum mereka memojokkan Kaili dan Adik". Ucap Bian Sue .
"Tidak pernah mengikuti perjamuan? Memang kenapa?". Tanya Ji Hua.
"Hua'er, Menteri Ling adalah Menteri tingkat enam dia pernah melakukan kesalahan di hadapan Ayah jadi dia di hukum tidak boleh mengikuti perjamuan apapun. Hanya Anak anak Resminya Saja yang boleh datang, Jadi sudah di pastikan Adik kita tidak akan baik baik saja, Liena baru berada di istana kurang dari dua tahun, Karena berada di perbatasan cukup lama. Dan dia tidak pernah keluar Istana Sekalipun, Sudah pasti banyak yang tidak mengenalnya . Apa lagi Keluarga Ling adalah Keluarga Terkaya ketiga , walaupun menteri tingkat enam". Jelas Bian Sue panjang Lebar.
"Licik Sekali, Kalau begitu kita harus cepat ". Sahut Ji Hua.
....
"Tuan, Nona Pertama dan ketiga telah datang dan membawa seorang wanita. Katanya ia ingin menyelesaikan masalah". Ucap Pelayan laki laki kepada Tuan Ling.
"Pimpin jalan, Siapa wanita itu beraninnya datang ke Keluarga Ling". Ucap Tuan Ling.
Pelayan itupun segera mengantar Tuan Ling ke tempat dimana Liena dan kedua anaknya berada.
Tuan Ling yang melihat sosok gadis muda yang duduk di tempat duduknya kini merasa geram.
"Siapa Kau!! Berani beraninya kau duduk di Kursi Kehormatanku!!". Bentak Tuan Ling.
"Ayah apa kau tidak mengenali gadis itu?". Tanya Ling Beicang yang merasa ia bisa memutar balik keadaan.
"Tidak". Jawab Tuan Ling sehingga membuat Ling Beicang Sombong kembali.
"Ayah, dia Yang Mulia Putri Liena Sue". Ucap Kaili yang tak ingin semakin panjang kesalah pahaman.
"Ck Yang Mulia putri apanya? Lihatlah pakaian sederhananya jauh dari kata seorang Putri". Ucap Tuan Ling meremehkan.
"Ayah, Kau tidak tahu karena kau tidak pernah mengikuti perjamuan!!". Teriak Kaili.
Plakkk ...
Satu tamparan mengenai pipi Ling Kaili, Liena yang melihat kini bertepuk tangan sehingga membuat semuanya terlihat bingung.
"Hebat... Hebat... ternyata memang benar Rumor Yang beredar. Kau lebih menyayangi Selir dan anaknya di banding Istri Sah dan anaknya Menteri Ling". Ucap Liena Sue .
"Hei J*lang berani beraninya kau berbicara dengan Ayahku seperti itu". Teriak Ling Beicang.
Liena Sue berdiri kemudian mendekati Kaili.
"Bangunlah, Aku tahu kau tidak salah".
"Terimakasih Yang Mulia".Jawab Kaili.
"Cihh, Yang Mulia apanya!! Kau jangan ikut bersandiwara seperti itu Kaili!!!". Teriak Tuan Ling.
"Kaili...". Teriak Sang ibu yang tiba tiba datang bersama Ibu Beicang.
Ibu Kaili terlihat terkejut saat melihat Kaili berwajah merah bekas sebuah tamparan. Saat melihat Liena yang tengah memapah Kaili, Ibu Kaili kembali terkejut bukan main karena ia kenal betul siapa Gadis yang tengah membantu sang anak.
"Yang Mulia Putri". Ucap Ibu Kaili kepada Liena Sue.
Liena Sue hanya tersenyum, tetapi tidak dengan Tuan Ling. Ia sangat marah begitupun Selir kesayangannya dan Juga Beicang.
"Omong Kosong apa yang sedang kalian mainkan!!! Kalian hanya ingin menakuti ku kan!!". Bentak Tuan Ling.
"Benar Tuan, sepertinya mereka bekerjasama untuk menjatuhkan Tuan". Tambah Selirnya.
"Ayah, beri keadilan untuk ku.. Aku di hina oleh gadis yang mengaku ngaku menjadi Putri dan Kakak Kaili menamparku dua kali". Sahut Ling Beicang sambil menunjukkan pipinya kepada Sang Ayah.
"Lancang!!! ". Teriak Tuan Ling.
"Kau Yang Lancang!! Kami tidak pernah bekerjasama, gadis ini memang Putri Tertua Kaisar Sue". Teriak Ibu Kaili yang tak kalah garangnya.
"Kau... Kau berani meneriaki ku!!".
"Tuan , Walaupun Nyonya dan Nona Kaili tidak pernah keluar mungkin mereka menyewa pelayan untuk membawa gadis itu". Bisik Ibu Beicang sehingga membuat Tuan Ling semakin naik Pitam.