Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Perjamuan


Liena Sue tidak bisa tidur semalaman sehingga memunculkan lingkaran Hitam di bawah matanya . Bukan tidak bisa tidur karena gangguan, melainkan memikirkan Giok surgawi dan tanda di dahinya .


Pintu kamar di ketuk , untung saja Liena Sue sudah bersiap sedari tadi.


"Liena, apa kau sudah bangun?". Teriak Tu Yin dari balik pintu.


"Ya, kau bisa masuk". Jawab Liena dengan suara lemas


"Ehh kau kenapa? Bukankah kita istirahat lebih awal?".


"Nanti aku ceritakan, ayo kita sarapan bersama".


Kaisar Gong Fai mengadakan perjamuan siang hari ini, tujuannya untuk menyambut Liena Sue dan Yu Yin yang telah kembali sekaligus merayakan kemenangan terhadap pemberontakan Siluman Rubah Hitam waktu itu.


Tak terasa setelah kejadian itu Kelima orang dari Akademi Langit Suang kini hampir tiga minggu mereka berada di Dunia Siluman, dan hari ini waktunya berpisah setelah perjamuan.


Namun sebelum perjamuan di mulai , Kaisar mengumpulkan Lima Manusia itu di Ruang Kerjanya.


"Akhirnya kalian berdua selamat, Asalkan kalian tahu waktu kalian menghilang Mereka berdua.......". Ucap Liu Zhang, tetapi tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena Silas dan Rong Bai bersamaan membungkam mulut Liu Zhang .


Sedangkan Liena Sue dan Yu Yin terkikik melihat tingkah mereka, sebenarnya mereka berdua tahu apa yang terjadi dengan Rong Bai dan Silas hanya saja mereka berdua berpura oura tidak mengetahuinya.


"Kalian kenapa sih, Menutup mulutku seenaknya saja". Gerutu Liu Zhang setelah kedua tangan temannya tidak lagi membungkam mulutnya.


"Diam, kau mau ku kebiri karena banyak bicara". Ucap Silas.


"Huh dasar... Kau terlalu menyebalkan Silas". Jawab Liu Zhang sambil bersedekap dada dan memalingkan wajahnya berpura pura marah.


"Sudahlah, lebih baik kita dengar Kaisar Gong saja dari pada berdebat seperti itu". Ucap Yu Yin menengahi.


"Huh". Ucap Liu Zhang dan Sas bersamaan.


Kaisar Gong Fai membawa beberapa dokumen dan di letakkan di meja mereka berlima, ia pun duduk di tempat paling ujung dan bersiap untuk menjelaskan.


"Ini adalah Dokumen mengenai Orang orang bertopeng itu, memang benar mereka adalah sekelompok Siluman yang kalian lawan waktu itu. Tapi setelah di selidiki mereka terbagi menjadi dua kubu".


"Dua kubu? Maksudnya?". Tanya Liena Sue


"Satu adalah Kubu hitam dan satu kubu putih, nah yang kalian habisi waktu itu adalah kubu Hitam. Sedangkan Kubu Putih biasanya berbaur dengan warga, misi kubu Putih berbeda, Jika kubu hitam membuat kekacauan maka Kubu Putihlah yang akan menutup kekacauan". Jelas Gong Fai.


"Hmm lalu apa tujuan mereka". Tanya Yu Yin .


"Entahlah, kita bisa mempelajarinya lewat dokumen dokumen ini". Jawab Gong Fai.


"Na'Er, sepertinya ada yang berbeda dari rambutmu". Bisik Rong Bai ketika mendapati Liena Sue yang awalnya tidak berponi kini menjadi berponi.


"Yah aku hanya ingin mengganti gaya rambut saja". Jawab Liena Sue .


"Benarkah?". Tanya Rong Bai tidak percaya


"Sstt, diamlah, kita baru membahas orang bertopeng" . Jawab Liena Sue .


"Ini dia, dikatakan di buku ini. Orang orang bertopeng itu sudah bertahun tahun, mereka dari sekte Gunung Bahilu di Dunia siluman ini. Hanya saja belum lama ini seluruh sekte di bantai, kubu putih ataupun hitam semuanya lenyap hingga menyisakan satu kubu yaitu kubu hitam yang berada di Kekaisaran Siluman ini". Jelas Liena Sue panjang lebar setelah membaca dokumen di tangannya.


"Gunung Bahilu ya, Kudengar belum lama ini ada kebakaran besar yang menghabiskan hampir seluruh isi hutan di gunung. Sudahlah yang terpenting semuanya sudah selesai, dan ini ambil token penyelesaian misi kalian ". Ucap Gong Fai sembari menyodorkan token masuk Istana Siluman.


"Terimakasih Yang Mulia". Jawab Mereka bersama.


"Jangan memanggilku seperti itu, Panggil namaku saja. Dan untuk Nona Liena , Secara pribadi aku mohon maaf karena Rubah itu kau hampir menikahi Rubah dengan wajahku".


"Itu sudah berakhir, tidak perlu di sesali". Jawab Liena Sue.


"Kalau begitu kami pamit dulu Gong Fai". Sambung Liu Zhang.


"Baiklah , aku akan menunggu kalian di perjamuan. Kalian bersiaplah dulu". Jawab Gong Fai.


...


Acara Perjamuan pun tiba, Kelima manusia yang dianggap Pahlawan pun kini berjalan bersama ke dalam Halaman tempat Perjamuan. Banyak Pasang Mata yang menatap Kagum kelima Orang di sana, Bahkan banyak yang terkesima dengan ketampanan dan kecantikan mereka walaupun Ras Siluman terkenal dengan kecantikan tetapi mereka masih terkagum dengan Lima orang itu.


Gong Fai dan anggota kekaisaran kini tengah berdiri menyambut Rong Bai dan Yang Lainnya dengan Jubah kebesarannya.


"Salam Yang Mulia Kaisar, Semoga panjang umur seribu tahun lagi". Ucap mereka berlima.


"Bangunlah, dan silahkan duduk ke tempat yang sudah di sediakan". Ucap Gong Fai.


Mereka berlima pun menuju meja yang sudah di siapkan, yang berada tepat di depan kaisar. Setelah Kelima Pahlawan tersebut sudah hadir, Perjamuan pun di mulai di awali dengan disajikannya makanan ringan di atas meja masing masing diiringi dengan tarian dan beberapa nyanyian serta permainan alat musik dari para Tamu undangan.


Semua tamu undangan khususnya para wanita terlihat curi curi pandangan terhadap ketiga pemuda tampan itu, akan tetapi peraturan Dunia tidak boleh di langgar . Dunia Siluman dan Dunia Manusia hanya bekerjasama dalam jual beli atau yang lainnya, tetapi tidak untuk pernikahan. Jika ada manusia dan Siluman yang melanggar akan di hukum Langit dengan Sambaran seribu Petir.


Liena Sue yang menyadari mata para gadis yang terus memperhatikan Rong Bai pun dia merasa jengkel. Liena kini mencoba menyuapi Rong Bai, mengumbar kemesraan mereka berdua agar para Wanita siluman itu tidak melirik Rong Bai Lagi.


"Na'er, Sudah Cukup.. Mulutku penuh". Ucap Rong Bai yang memang mulutnya penuh karena Liena Sue menyuapinya tanpa henti karena jengkel dengan para Wanita Siluman itu.


"Hehe maaf Ah Rong". Jawab Liena Sue .


Setelah melihat kemesraan mereka dan tatapan intimidasi dari Liena Sue, para Gadis itu menjauhkan pandangannya dari mereka.


Acara perjamuan kini telah selesai tepat sore hari, Rong Bai dan yang lainnya pun segera berpamitan karena sudah menyelesaikan misi mereka.


Kaisar Gong Fai pun mengantar mereka sampai pintu gerbang perbatasan Dunia Siluman dan Dunia Manusia itu.


"Kalian peganglah tali merah ini, tali ini akan mempersingkat perjalanan kalian. Dan jangan lupa jika ada waktu luang di masa depan, Dunia Kami selalu menerima Kalian". Ucap Gong Fai.


"Baik , Kami akan kemari lagi di Masa Depan. Kalau begitu kami pergi dulu, terimakasih untuk jamuan dan lainnya Gong Fai". Ucap Liena Sue.


"Hati hati,". Teriak Gong Fai kepada Lima orang itu yang sudah memasuki Pintu perbatasan.


Sedangkan kelima orang itu kini berpegangan erat dengan tali merah yang di Berikan Gong Fai saat memasuki pintu perbatasan.