Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Kehamilan Putri Mahkota


Setelah kejadian di Kedai, Mereka memutuskan segera kembali ke Istana untuk mencari tabib Kerajaan karena sepanjang jalan Liena Sue terlihat Menahan mual dan wajahnya pucat.


"Naik punggungku". Ucap Rong Bai yang tiba tiba duduk di depan Liena Sue.


"Untuk?". Tanya Liena Sue.


"Cepat, Aku gendong kau Istriku".


Liena Sue yang merasa lemas pun mau tak mau menuruti kemauan Sang Suami, Ia tidak menghiraukan pandangan semua orang yang terpenting cepat sampai Istana.


Yu Yin dan Shilin yamg berjalan di belakang mereka pun terlihat begitu khawatir, Bahkan Yu Yin sempat takut apakah masakan di kedainya tidak enak sehingga ia terlihat diam dan murung.


Sesampainya di Istana, Rong Bai segera meminta pelayan untuk memanggilkan Tabib sesegera mungkin. Melihat ada keributan di istana Sang Putra, Kaisar Bai pun menyempatkan diri untuk melihat apa Yang terjadi.


"Tabib telah tiba Yang Mulia". Ucap Pelayan .


"Terimakasih, Kau boleh pergi". Jawab Rong Bai.


"Tolong Periksa istriku Tabib dia merasa lemas Mual dan ingin muntah". Sambung Rong Bai.


"Yang Mulia Kaisar telah tiba". Ucap kasim memberitahu kedatangan Kaisar Bai.


"Salam Yang Mulia Kaisar, Semoga umur panjang dan sehat selalu". Ucap Seluruh orang di dalam ruangan tersebut.


"Bangkitlah, Ada apa A Rong? Kenapa kau memanggil tabib dengan tergesa gesa?". Tanya Kaisar.


Belum sempat menjawab Tabib pun segera mendatangi Kaisar dan Yang Lainnya.


"Maaf Yang Mulia menunggu terlalu lama, Yang Mulia Putri Mahkota kini sedang mengandung kurang lebih hampir dua bulan Yang Mulia". Ucap tabib membuat semua orang yang mendengarnya terlihat bahagia begitupun Rong Bai Sang Suami yang mm senang dengan hasil pemeriksaan.


"Akhirnya aku di berikan cucu Ya Dewa". Ucap Kaisar Bai sambil menadahkan tangan keatas berterimakasih kepada Dewa .


Selir Agung baru yang bernama Selir Luo pun ikut senang mendengar kabar itu, Ia pun bergegas menuju Kamar sang mantu untuk melihat sendiri kabar baik itu .


Awalnya Selir Luo adalah selir termuda Kaisar yang masih mempunyai Seorang Putri yang masih berumur Tujuh tahun, Ia diangkat sebagai Selir agung setelah Selir ketiga dan permaisuri di hukum mati dan kini menjadi satu satunya selir atau istri sang kaisar karena selir Kedua yang tak lama meninggal akibat sakit yang sudah lama.


Di Kamar Liena yang masih ramai satu persatu mengucapkan selamat kepada Putri Mahkota mereka atas kehamilannya. Ia tiba tiba teringat keluarganya di Negara Ba, Berniat untuk menyampaikan kabar gembira ini.


"Ah Rong, Kemarilah". Panggil Liena kepada Sang Suami.


"Ada apa Sayang?". Tanya Rong Bai.


"Bisakah siapkan tinta dan kuas, Aku ingin berbagi kabar bahagia kepada Ayah dan keluargaku di Negara Ba".


"Tentu saja Istriku, Nanti aku akan menuliskan suratnya untukmu".


"Aku ingin menulisnya Sendiri Ah Rong". Rengek Liena.


"Sstttt baiklah baiklah, Aku akan menyiapkannya nanti. Sekarang kau istirahatlah". Ucap Rong Bai akhirnya.


"Tapi aku ingin kau menungguku tidur disini". ucap Liena dengan manja.


"Baiklah sayang, Tidurlah". Ucap Rong Bai pasrah.


Tak lama kemudian terdengar suara orang tengah berlari dan langsung memasuki kamar Liena tanpa menghiraukan orang orang yang berada di sana.


"Selir, Kumohon jangan berlarian seperti itu". Teriak Pelayannya yang kuwalahan berlari mengikuti sang majikan.


"Sudahlah tidak apa apa , Aku tahu kau ini memang suka seperti itu.. Ada apa kau kemari Selir Luo". Tanya Kaisar Bai.


"Huhh kalian punya kabar baik tidak memberitahuku.. Aku kan juga ingin mengunjungi menantuku yang tengah hamil muda". Jawab Selir Luo di centil centilkan.


"Hahaha, aku tahu kau pun ikut senang mendengarnya kan". Sahut Kaisar.


"Tentu saja, Apalagi Mantuku yang cantik ini. Jangan sampai kelelahan, terluka, bersedihh apa lagi dia sedang hamil muda".


"Terimakasih Selir Luo sudah perhatian dengan istri hamba". Ucap Rong Bai.


"Ehh jangan panggil aku seperti itu, Panggil saja aku Ibu Luo. Anggap saja aku ibu kalian oke... Bolehkan kaisar?". Ucap Selir Luo sambil mengedipkan matanya.


"Selir Luo , eh maksudku Ibu Luo ada apa dengan mata mu itu. Apakah ada sesuatu yang mengganjal?". Tanya Shilin dengan polosnya sehingga mengundang gelak tawa orang orang di sana.


"Huhh Anak durhaka kau Pangeran Shilinn". Ucap Selir Luo merajuk.


"Hehe, Sudahh... Aku izinkan kalian memanggilnya Ibu Luo karena dia akan menjadi satu satunya Istri Ayahmu ini nantinya". Ucap Kaisar Bai menengahi.


"Kau memang terbaikk Yang Mulia, Oh ya aku mau melihat Menantuku dulu". Jawab Selir Luo kemudian berjalan menuju bilik kamar Liena Sue.


"Salam Selir Agung". Ucap Liena Sue yang berusaha untuk duduk namun di hentikan oleh Selir Luo.


"Ehh jangan bangun, Tidur saja tidur saja...".


"Tapi Selirr, Bukankah tidak Sopan?".


"Mana ada tidak Sopan, Kau ini sedang hamil Putri. Dan satu lagi , Panggil aku Ibu Luo oke.. Biar lebih dekat tau... Ehemm Pangeran Rong, Tolong tinggalkan kami berdua". Ucap Selir Luo dengan tingkah yang bisa di bilang centil atau lebih ke lebai sih.


"Na'er, hati hati ya jika Ibu Luo memakanmu".


"Pangeran RRRoooonngggg!!". Teriak Selir Luo namun malah membuat Liena dan Rong Bai yang tengah berlari terkikik geli.


"Huhh dasar anak muda". Gumam Selir Luo sambil merapikan Rambutnya yang tidak berantakan.


"Ibu Luo, Ada apa ibu ke mari?". Tanya Liena Sue.


"Ahh sayang, Aku ingin melihat keadaanmu.. Apa ada yang sakit? Tidak enak badan ? Atau apa ada yang terluka?". Tanya Selir Luo sembari membolak balikkan Liena Sue untuk mencari luka atau semacamnya.


"Ibu.. aku hanya hamil bukan terluka..". Jawab Liena Sue pasrah namun masih menahan tawanya melihat mertuanya yang begitu Random untuk sebutan masyarakat Modern.


"Astaga ibu lupa.. Heheh.. Lalu apa yang kau rasakan sayang?". Tanya Selir Luo.


"Hanya merasa Pusing dan Mual Ibu, Hanya saja ini juga sedikit lebih lemah".


"Mual ya, Ahh menurut mitos mual berlebihan itu berarti anak perempuan... Aaa pasti Seorang Putri Yang Cantik".


Liena Pun terlihat bingung mendengar Selir Luo yang sangat heboh itu, Apa lagi ia masih percaya dengan mitos mitos aneh di masa lalu.


"Sekarang Istirahatlah, Aku akan kembali ke Istanaku untuk membuatkan baju yang cantik untuk calon putri .. Dada Mantu sayang". Ucap Selir Luo yang tiba tiba kembali berlari keluar bilik untuk segera pulang Keistanannya.


Kaisar melihat Sang Istri terlihat heboh pun hanya bisa menepuk jidatnya sendiri, Ia sempat berpikir apa yang membuatnya jatuh cinta kepada Selir yang super heboh itu. Hmmm Mungkin kehebohannya wkwkw...


Selir Luo yang segera ingin pulang ke Istananya kini melupakan seluruh orang yang berada di ruang depan, Bahkan pada Kaisar Bai itu sendiri. Ia berlari tanpa menoleh sedikitpun.