
"Ini, ini adalah Giok Surgawi dengan Ruang Dimensi tak terbatas". Ucap Kaisar Gong Fai.
"Lalu apa kemungkinan dua gadis itu berada di dalam sana?". Tanya Rong Bai.
"Ya, kemungkinan mereka memang di dalam Giok". Jawab Kaisar Gong Fai.
"Apa kita bisa masuk ke dalam sana?". Tanya Rong Bai dengan wajah lebih cerah dari hari hari sebelumnya.
"Sebentar , Aku akan mencari Buku tentang Giok Surgawi ". Jawab Gong Fai kemudian segera mencari Buku di rak rak yang berada di Ruang Kerjanya yang berada di samping kamar Gong Fai.
"Aku akan membantu".
....
"YinYin, apa kau percaya padaku?". Tanya Liena Sue .
"Walaupun kita baru bertemu saat menjalankan misi tapi aku akan selalu percaya padamu". Jawab Yu Yin dengan mantap.
"Kalau begitu genggam tanganku dan kita selesaikan, Aku akan memegang Giok ini dan kau tebas kepala Rubah Jelek itu".
"Tentu saja, Aku juga penasaran Kenapa Kau mempunyai Giok Surgawi ini".
"Kalau begitu ayo selesaikan".
Saat mereka menebas kepala Rubah itu hingga terputus, tak lama Formasipun meledak. Akan tetapi Liena Pun akhirnya berhasil membawa Yu Yin memasuki Dunia Lain di dalam Giok Surgawi , dan karena ia ingin memberikan petunjuk ia pun mengeluarkan Giok itu agar di temukan. Namun saat Giok di keluarkan dari Ruang Dimensi, Giok itu terselim di antara reruntuhan.
Yu Yin pingsan sesaat setelah memasuki Ruang Dimensi, di susul Liena Sue yang ikut diam setelah mengeluarkan Giok Surgawinya.
Mereka berdua terlihat terluka parah sehingga satu minggu tidak kunjung sadar.
Tak Lama Kemudian setelah satu minggu Liena Sue dan Yu Yin di dalam Giok Surgawi , Rong Bai dan Gong Fai pun akhirnya bisa memasuki Ruang Dimensi itu setelah membaca beberapa Buku.
"Itu Mereka". Ucap Gong Fai sambil menunjukkan kedua gadis yang masih pingsan di pinggir sebuah kolam jernih.
Mereka berdua segera menghampiri kedua gadis yang terluka parah itu, Ring Bai terlihat tengah mengguncang tubuh Liena dan Yu Yin secara bergantian.
Sedangkan Gong Fai kini terlihat mengamati Kolam air yang tak jauh dari kedua gadis yang sedang Pingsan, ia mencelupkan tangannya kedalam Kolam sehingga keajaiban terjadi. Luka goresan di tangannya kini sembuh tak berbekas.
"Masukkan kedua gadis kedalam Kolam ini, sepertinya Kolam ini adalah Kolam ajaib". Ucap Gong Fai.
"Apa Kau yakin?". Tanya Rong Bai.
"Aku sangat yakin, tadi aku tak sengaja memasukkan tanganku setengah ke dalam air ini. Dan Lihat Lukaku menghilang". Jelas Gong Fai.
Kemudian Rong Bai tanpa ragu menggendong Liena Sue diikuti Gong Fai menggendong Yu Yin, mereka memasukkan kedua gadis di kolam ajaib itu.
"Kau tunggu saja di sini, mungkin butuh waktu lebih lama . Dan aku harus segera keluar, karena menyelesaikan tugasku yang dulu diambil alih siluman Jelek itu".
"Baik, hati hati". Jawab Rong Bai
"Oh ya, jangan lupa Giok itu berikan ke pemilik asli. Jangan sampai ada yang tahu tentang Giok Surgawi itu".
"Tentu saja, aku akan memberikannya kepada Liena setelah bangun nanti". Jawab Rong Bai ..
Gong Fai pun menghilang dari Ruang Dimensi itu dan Rong Bai duduk menyandar di tepi kolam air ajaib itu, tanpa dia sadari kantuk pun menyerang hingga ia tertidur .
Sedangkan di dalam kolam Liena Sue mulai membuka matanya perlahan, dia menyadari dirinya berada di dalam kolam air yang menyegarkan badannya. Dia menoleh ke arah tepi kolam, terlihat sosok pria tampan yang sedang tertidur pulas.
"Ah Rong". Gumam Liena dengan Suara parau. Kemudian Liena Sue pun mendekati Rong Bai yang tengah tertidur, ia mengusap tangannya sehingga membuat Pangeran Bupati Negara Gu itu terbangun dari tidurnya.
"Na'er". Ucap Rong Bai dengan suara serak Khas bangun tidur.
"Tidak, Apa kau sudah lebih baik?".
" Sangat baik, seperti aku terlahir kembali". Jawab Liena Sue .
"Aku senang mendengarnya" .
"Bagaimana kau bisa menemukan Giok dan memasuki Ruang Dimensi ini?" .
Rong Bai menceritakan semua kepada Liena Sue dari awal pencarian sampai ia menemukan Giok dan memasuki Ruang Dimensi Giok Surgawi ini.
"Jadi begitu, pasti kau sangat sakit mendapati ku tidak ada kabar apapun". Ucap Liena merasa bersalah.
"Ya, tapi sekarang aku sangat Baik bahkan lebih baik dari sebelumnya". Jawab Rong Bai Sambil mengusap puncak kepala Liena Sue.
"Ehemmm... Sepertinya Aku terlupakan". Ucap Yu Yin yang ternyata sudah sadar.
Rong Bai dan Liena Sue terkikik geli melihat Yu Yin yang merajuk dengan memanyunkan mulutnya.
"Kemarilah Yinyin, Ku kira tadi kau belum sadar jadi aku sedikit melupakanmu". Ucap Liena Sue tanpa rasa bersalah.
"Sedikit melupakanku kau bilang!! Aaa kalian menyebalkan". Teriak Yu Yin kemudian memercikkan air kepada pasangan di depannya.
Setelah selesai berendam mereka segera mengganti baju masing masing, setelah selesai mereka berkeliling di Dunia Giok Surgawi itu.
""Apa kau sudah memasuki ini sebelumnya?". Tanya Yu Yin.
"Belum, walaupun giok ini sudah kudapat dari bayi. Tapi aku tidak tahu kegunaannya". Jawab Liena Sue dengan jujur.
"Na'er, Sebaiknya kita keluar dari sini dan menemui teman teman kita. Mereka pasti mengkhawatirkan kita, dan ini Giok mu, sebaiknya kau teteskan darahmu ke Giok ini agar mengakui kau sebagai pemiliknya". Sela Rong Bai .
"Kau Benar, kita harus segera keluar. Adapun mengikat Kontrak dengan Giok Ini biarlah nanti jika kita sudah keluar saja". Jawab Liena Sue.
Mereka bertiga pun berpegangan tangan kemudian menghilang dari Dunia di dalam Giok tersebut, kemudian mereka sampai di pelataran Istana yang dulu hancur karena ledakan kini menjadi lebih megah setelah pembangunan kembali.
Hari di Luar Dunia Giok Surgawi kini masih malam hari jadi mereka memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu, Sebelum mereka pergi Kaisar Gong Fai pun menghampiri mereka.
"Akhirnya kalian kembali, aku sudah menyiapkan kamar untuk nona nona . Sebaiknya kalian istirahat dahulu baru menemui teman teman kalian besok".
"Terimakasih Yang Mulia". Jawab Yu Yin dan Liena Secara bersamaan.
"Kami pergi dulu, maaf merepotkan mu". Ucap Rong Bai sambil menepuk pelan pundak Kaisar Siluman itu.
"Jangan Sungkan, kau juga istirahatlah". Jawab Kaisar Gong Fai.
Mereka bertiga segera memasuki kamar masing masing dengan jarak yang tidak terlalu jauh satu sama lain.
Setelah memasuki kamar, Liena Sue kembali mengambil Giok Surgawi itu. Ia mengamati Batu Giok itu hingga ia teringat ucapan Rong Bai bahwa ia harus mengikat Kontrak terlebih dahulu.
Liena Menggigit ujung jarinya kemudian meneteskan darahnya di tengah Giok Surgawi itu. Setelah darah menyatu, Giok itu tiba tiba melayang dengan sinar yang menyilaukan.
Tak lama kemudian Giok itu berputar outar mengelilingi tubuh Liena Sue, Tak selang berapa lama dengan kecepatan yang begitu Cepat , Giok itu menabrak kening Liena Sue kemudian menghilang.
Liena Sue menggaruk dahinya yang sakit dan gatal akibat Giok itu sembari mencari cermin kecil di sampingnya.
"Giok itu hilang dengan tiba tiba, bahkan sebelum hilang dia menabrak keningku dengan kerasnya". Gumam Liena Sue .
"Ehh, tanda apa ini? Seperti api tetapi kenapa berwarna putih?". Ucap Liena Sue saat mendapati dahinya yang muncul tanda .