Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Kesalahan Tuan Muda Tang


Setelah melewati cukup banyak Orang, mereka pun akhirnya bisa ke barisan paling depan. Disana terlihat Sosok Pria yang masih muda tengah menginjak Kepala Seorang Pelayan Rumah Bordir.


"Ampun Tuan Muda". Rengek pelayan itu.


"Kau tahu, aku adalah anak kepala desa. Aku bisa memiliki ataupun melalkukan apa saja , Aku hanya ingin sosok gadis yang menari itu bahkan aku sanggup membelinya tapi kau tidak membiarkan aku memilikinya dasar J*l*ng!!". Teriak Pemuda itu sambil terus menekan kakinya di pipi wanita seorang pelayan itu.


Liena Sue yang tidak tahan pun ingin maju dan melerainya namun di halangi Rong Bai .


"Jangan dulu, kita lihat apa yang bisa dia lakukan". Bisik Rong Bai.


"Tapi.. Lihatlah wanita itu.. dia sudah sangat menderita". Ucap Liena Sue..


"Sabarlah Kakak ipar, kau tidak tahu itu bagian dari rencana. Jika kau maju sekarang maka rencana akan gagal". Sahut Shilin.


"Ternyata ini pertunjukan yang kalian maksud". Ucap Liena Sue mengerti.


Pertunjukan masih berlanjut, Wanita itu masih memohon kepada Pemuda itu namun pemuda itu semakin menjadi menyiksa pelayan itu.


Hingga Datang sosok wanita yang di maksud Pemuda itu untuk menghentikan kekacauan mereka.


"Hentikan!!! Tuan Muda Tang kau tidak bisa melakukan kekerasan kepada temanku seperti itu!!". Ucap Gadis itu.


"Nona Cun La ku yang cantik, salahkan saja pelayan ini yang tidak mau mempertemukan kita". Ucap Tuan Muda Tang itu menggoda.


"Pelayan katamu? Apa kau tidak mengenali siapa Nona di depanmu Tuan Muda Tang?".Tanya Cun La sedikit meninggikan intonasinya.


"Nona Cun La, darimana dia bisa di bilang seorang Nona dengan pakaian pelayan seperti itu?". Jawab Pemuda Tang tanpa rasa bersalah.


Cun La terlihat geram melihat anak kepala desa yang begitu tak tahu malu yang kini berada di depannya itu. Ia pun lebih memilih menghampiri Gadis berbaju pelayan itu untuk membantunya berdiri.


"Nona Shen apa kau baik baik saja". Tanya Cun La Sembari membangunkan Nona Muda Shen itu .


"Aku baik baik saja Nyonya Cun La, Terimakasih". Jawab Nyonya Shen


"Seorang pelayan mengaku ngaku sebagai Nona Muda Shen? Hahahha Nona Cun La janganlah bersandiwara terlalu berlebihan seperti itu". Ucap Tuan Muda Tang.


Semua orang saling berbisik antara percaya dan tidak dengan apa yang ia lihat, memang sebenarnya Menteri Keuangan dari Ibukota dikabarkan tengah singgah di desa mereka dengan Sang Putri. Mereka pun juga mendengar bahwa Keluarga Kekaisaran juga tengah Singgah di salah satu penginapan desa, Namun mereka belum pernah melihat wajah mereka semua jadi mereka sangat hati hati dengan orang baru. Namun tidak dengan Tuan Muda Tang ini yang selalu sembrono dengan semua orang, walaupun semenjak Tuan Tang menjadi Kepala Desa , Desa mereka lebih maju tapi mereka tetap tidak suka dengan kelakuan keluarga mereka yang semena mena.


"Bukankah itu Shen Yan". Gumam Yu Yin.


"Benar, itu anak dari Menteri Shen. Bangsawan Tingkat Dua". Jawab Shilin.


"Sepertinya dia menggali kuburannya sendiri". Sahut Liena Sue.


"Kau benar Liena, kita lihat saja pertunjukkannya". Ucap Yu Yin.


Mereka pun menikmati pertunjukan di depan mereka tanpa ikut campur sama sekali, Tak lama kemudian datanglah seorang Pria Paruh Baya dengan beberapa Prajurit di belakangnya.


"Ada apa ini, kenapa ada keributan di sini?". Tanya Pria itu.


"Tuan Shen". Ucap Cun La sehingga membuat semua orang menoleh kepadanya.


"Cun La, kumohon tutupi aku jangan sampai ayahku tahu sebelum dia mengetahui kebusukan pemuda itu". Bisik Nona Muda Shen.


"Baik Nona". Bisik Cun La.


"Nona Cun, Ada apa ini?". Tanya Pria Paruh Baya itu.


"Ada apa Ini Tuan Muda Tang? dan siapa yang kau maksud pelacur?". Tanya Tuan Shen dengan mengintimidasi.


"Dua wanita yang duduk di sana Tuan Shen, Lihatlah. Satu seorang Pelacur berharga tinggi dan yang satu adalah Seorang pelayan yang menyebalkan". Jawab Tuan Muda Tang sembari menunjuk Cun La dan Gadis yang ia peluk .


" Lancang kau Tuan Muda Tang!!! ". Teriak Cun La.


" Jadi Yang Kau Maksud Pelacur adalah Nona Cun ini Tuan Muda?". Tanya Tuan Muda Tang menahan amarahnya.


"Tentu saja, Dia seorang wanita penari di Rumah Bordir bukankah juga seorang Pelacur". Ucap Pemuda Tang bangga.


Plakkk, Satu tamparan melayang ke pipi Tuan Muda Tang.


"Tuan Shen apa apaan ini? Kenapa kau menamparku?".. Tanya Tuan Muda Tang sambil mengusap Pipinya yang di Tampar Tuan Shen..


"Apakah Anak Kepala Desa harus berlagak sombong sepertimu? Tidak melihat orang orang yang berada di Bawahmu!!".


"Tapi Tuan Shen, Bukankah Cun La memang Seorang Pelacur".


"Lancang!! Apa kau belum tahu Marga Cun? Nona Cun La memang suka bernari tapi dia juga dari keluarga seorang Terpandang!!".


"Keluarga Cun? Bukankah Itu Keluarga hakim Kerajaan?". Ceplos salah satu orang di sana.


Wajah Tuan Muda Tang pun terlihat Berubah Seketika, dia baru menyadari dia sudah mengganggu Orang Yang Salah.


Plok Plok Plok,..


"Tuan Shen, kau benar benar membukakan mataku. Tidak Salah Kaisar memintaku menyelidiki Desa Kecil yang makmur ini". Ucap Seorang Pria paruh baya yang Ternyata Tuan Cun.


"Tuan Cun, Silahkan". Ucap Tuan Shen mempersilahkan Tuan Cun.


"Ada apa ini?!!". Teriak Sosok Pria Paruh Baya Yang Lain dari balik kerumunan.


"Pas Sekali, Kita tidak perlu pergi ke Kediamanmu Kepala Desa Tang". Sahut Tuan Cun.


"Ini... Tuan Shen dan Tuan Cun .. Apa yang terjadi? dan... ada apa dengan anak satu satunya saya ini?". Tanya kepala desa Tang dengan intonasi yang berbeda.


"Tanyakan saja kepada anakmu itu Kepala Desa, Lihatlah mungkin kau terlalu memanjakannya dengan kekayaan yang tak ada Habisnya". Jawab Tuan Cun setengah menyindir.


"Maksud Tuan Cun? Maaf Saya Tidak paham". Ucap Kepala Desa.


"Ck.. Munafik".


"Ayah,,, Aku.....". Sahut Tuan Muda Tang dengan wajah yang sudah menghitam karena keringat dingin terus keluar dari tubuhnya.


"Apa Kau tidak apa apa?". Tanya Kepala Desa kepada Sang Anak. Sang Anak hanya mengangguk pelan kemudian bersembunyi di belakang Ayahnya, sangat berbeda sekali saat berbicara dengan Tuan Shen tadi.


"Maaf Tuan Shen dan Tuan Cun, mungkin ada sebuah Kesalahan pahaman. Anak saya masih muda masih belum tahu aturan, Mohon di Maklumi". Ucap Kepala Desa sambil membungkukkan badan.


"Maklumi katamu!! Lihat dia sudah mencaci anak perempuan ku sebagai Pelacur!! Dia begitu menginjak injak Orang dengan setatus di bawahnya , Jika Cun La bukan dari Keluarga berstatus tinggi mungkin sudah di lecehkan anakmu !!". Ucap Tuan Cun panjang lebar .


"Ayah, tidak hanya aku saja yang di hina. Lihatlah Nona Muda Shen Yan yang lebih parah dari aku". Teriak Cun La kemudian menunjukkan Gadis berpakaian pelayan itu Kepada Sang ayah dengan Tuan Shen di dekatnya.


Tuan Shen begitu terkejut dan marah melihat keadaan Sang Putri yang terluka Parah. Dia pun menghampiri Sang anak dan memeluknya .